Tag Archives: Backpacker

Buenos dias, Camp Nou!

Pasti udah pada tau beritanya kan kalo kemarin tim sepakbola FC Barcelona digilas-dicukur-dilibas-dibantai-digunduli-ditekuk-dihajar-dihantam oleh Bayern Muenchen di semifinal Liga Champions dengan skor 4-0 😥 Bagi penggemar Barca, kalah telak di semifinal gini rasanya kayak udah tunangan, minggu depan mau nikah, eh diputusin. Pedih bet pedih! 😥 Biar gak sedih-sedih banget, saya mau cerita tentang pengalaman bulan lalu jalan-jalan ke Camp Nou yang merupakan markas tim FC Barcelona sambil nunggu pertandingan leg kedua yang akan digelar disana tanggal 2 Mei nanti.

PicsArt_1366710829130

Continue reading

Rumah Idaman

Saya lagi pusing nih ngitung-ngitung pengeluaran buat renovasi rumah dan ngisi rumah. Gaji tiap bulan rasanya cuma numpang dadah-dadah di rekening :(. Dan sekarang udah tobat jadi anak mol, gak belanja-belanji, gak pernah nonton bioskop, gak pernah karaoke, gak makan di restoran mahal, semua dilakukan agar rumah mungil di pinggiran Jakarta itu bisa dihuni pertengahan tahun ini dan saya terbebas dari predikat anak kos sejati. Soalnya udah 6 tahun loh saya ngekos di Jakarta.

Ngomong-ngomong tentang rumah idaman, waktu backpacking ke Yurop kemaren saya sempet mampir di sebuah kota kecil Italia yaitu Verona. Saya langsung jatuh cinta begitu liat suasana kota dan bangunan-bangunannya yang classic, vintage dan romantis banget. Saya nginep semalem di sebuah rumah cantik yang lantai 1nya dijadikan Bed and Breakfast (B&B), namanya A Casa di Giulia dan saya nyesel banget nginep disini cuma semalem kenapa enggak seminggu?! *ditampar kalender*

image

Continue reading

Berolahraga ke San Siro

Selamat pagi, salam olahraga! Biasanya kalo hari jumat gini di kantor saya rutin ada senam pagi. Saya? ikut senam donk….di kasur 😀 Maka demi menebus kesalahan karena pagi ini gak ikut senam, saya akan mengajak teman-teman untuk jalan-jalan ke San Siro yang merupakan markas tim papan atas AC Milan dan Inter Milan. Ya tetep gak olahraga juga sih ujung-ujungnya *ditiban barbel sama Agung Hercules*.

PicsArt_1365000405955

numpang eksis

Temen-temen Milanisti dan Interisti pasti udah gak asing lagi sama stadion megah tempat berlangsungnya final piala champion tahun 2001 ini. Sebenernya tahun 1980 dulu, stadion ini dinamakan The Stadio of Giuseppe Meazza untuk menghormati pemain inter legendaris dengan nama yang sama. Tapi cencu saja publik milanisti gak terima dengan nama tersebut, mereka kekeuh nyebut stadion ini dengan nama San Siro. Jadilah stadion ini sekarang punya dua nama dan serah lo dah mau nyebut yang mana!

Gak puas sama foto luarnya aja? Oke yuk mari kita masuk ke dalam stadion. Bayar? YAEYALAH! Mari menuju gate 15 dan beli tiket “museo and stadium tour” seharga 13 EUR di loket yang tersedia disana. Abis itu kita akan didampingi tour guide berupa mbak-mbak italiano cantik yang fasih berbahasa inggris. Pertama-tama kita akan dijelaskan mengenai sejarah dan serba serbi stadion. Kemudian diajak berkeliling ke ruang ganti Inter-AC Milan, foto-foto di stadion, foto-foto di museum dan terakhir belanja di san siro shop *bagi yang berduit*.

PicsArt_1365026852517

PicsArt_1365045899248

PicsArt_1365026913985

ruang ganti Inter

PicsArt_1365026983066

katanya ini kursi Balotelli

2013-04-04-05-04-41_deco

jangan bayangin om Zanetti mandi

PicsArt_1365027262347

isi museumnya ya beginian ini

PicsArt_1365045131799

PicsArt_1365027356036

PicsArt_1365001118821

ketemu turis Jepang

PicsArt_1365026168009

tetep Endonesa donk!

Benernya agak kurang puas dengan museo and stadium tour di San Siro ini. Soalnya harus ngikutin si mbak tour guide kemanapun dan waktunya dibatesin jadi gak bisa foto-foto dan nongkrong-nongkrong sesukanya di stadion. Foto lamaan dikit di salah satu spot aja udah disemprit ish! Baru setelah masuk museum dan San Siro Shop-nya kita dilepaskan sama si mbak, boleh deh foto-foto sepuasnya disini. Tapi mbaaaak, aku belum puas muter-muter stadiooon 😦

Tips:

  1. San siro bisa dicapai dengan mudah naek metro line 1 (red line) turun di metro stop “Lotto”. Abis itu siapkan betis untuk jalan kaki sekitar 20-30 menit menuju san siro. Soalnya berdasarkan observasi, gak ada kendaraan umum yang berhenti di depan stadion. Makanya itu postingan ini dikasih judul “berolahraga ke San Siro”, karena harus jalan kaki jauh banget dulu untuk menuju kesana.
  2. Bawa perbekalan makanan – minuman karena deket-deket stadion gak ada warteg apalagi warung bakso.
  3. Museo and Stadium Tour dibuka dari jam 10-17. Info lengkap bisa  diintip disini.

Baiklah, semoga cerita jalan-jalan ini bisa membuat pagi anda lebih bersemangat. Salam olahraga!

Kedinginan di Volendam

PicsArt_1364007794234

Fotonya nampak lagi kedinginan yah?! Padahal itu cuma pura-pura kok, aslinya sih gak dingin cuma dingiiiiiiin bangeeeeeeet *guling-guling*. Waktu itu thermometer menunjukkan angka -1 derajat celcius, kebayang donk. Sebagai anak tropis yang manis, sudah tentu saya merasa sangat kedinginan dan jadi kepengen dipeluk Adam Levine *digampar Bebeb*. Tapi demi menuntaskan rasa penasaran terhadap Volendam yang katanya cantik banget itu, saya akhirnya merelakan diri untuk menggigil kedingininan, karena memang beginilah resikonya jalan-jalan pas lagi low season *nenggak tolak angin*.

PicsArt_1364006770022

Volendam adalah kampung nelayan yang cantik di pinggiran Amsterdam. Volendam bisa dicapai dari Centraal Station dengan menaiki bus EBS Waterland nomor 110, 112, 118 dan 373 dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Bus EBS ini gak termasuk tiket OV Chipkaart atau GVB Card yang biasanya digunakan untuk keliling kota Amsterdam, jadinya harus beli tiket lagi *mewek*. Tarif bus EBS Waterland ini seharga 10 EUR untuk one day pass, jadi pastinya akan lebih menguntungkan kalo perginya pagi-pagi biar bisa keliling Volendam – Edam dan Marcken. Berhubung berangkatnya udah kesiangan, jadinya kami gak sempet mampir ke Edam yang merupakan sentral pembuatan keju dan klompen *hiks*. Begitu turun dari bus, kami langsung disambut bangunan-bangunan rumah Volendam yang cantik dengan dengan jendela yang besar dan pagar yang tidak terlalu tinggi. Rata-rata di depan rumah terdapat skuter atau sepeda yang terparkir dengan manis. Aaaaak rumah cantik dan skuter adalah perpaduan yang keren, sepertinya damai banget tinggal di Volendam.

PicsArt_1364006383342

PicsArt_1364006610647

Gak seperti foto-foto yang saya lihat di internet, dimana Volendam itu rame banget dan banyak nelayan dengan kostum tradisional Belanda bersliweran, waktu kami datang kesana, Volendam lagi sepi banget. Cuma beberapa orang yang lalu lalang disana. Mungkin karena udah kesorean dan waktu itu cuacanya lagi dingin banget jadi orang-orang lebih memilih untuk kelonan di rumah. Lagian orang kurang kerjaan mana sih yang nekat nongkrong-nongkrong di pantai pada saat suhu di luar mencapai -1 derajat?! Ya gakpapa deh berasa liburan di tempat yang private gitu.

PicsArt_1364007656030

Selain sebagai kampung nelayan, Volendam juga terkenal sebagai tempat belanja berbagai macam souvenir khas Belanda yang murah meriah. Tapi berhubung kami memang gak mampu mau belanja souvenir jadi ya cuma foto-foto aja. Oiya satu lagi yang populer di Volendam adalah foto dengan kostum tradisional Belanda. Disini kita akan didandani dengan kostum dan aksesoris lainnya untuk berfoto dengan background nuansa Belanda. Tarif foto disini bisa berbeda-beda untuk masing-masing studio. Tapi berdasarkan browsing sana-sini, katanya yang paling murah adalah studio foto yang namanya “foto de boer”, price listnya bisa dicek disini, pake bahasa Belanda dan entah update atau enggak :D. Sebenernya kalo cuma pengen foto kayak gini sih gak perlu jauh-jauh ke Volendam, di HEMA resto Kemang Pratama, Jakarta juga bisa. Hasilnya pun gak jauh beda, info lebih lengkapnya bisa diintip disini. Jadi berdasarkan pertimbangan tersebut dan program pengiritan karena ini masih hari ke 3 dari trip, maka kami memutuskan untuk gak foto disini 😀

PicsArt_1364007448411

Di Volendam juga banyak terdapat hotel dengan arsitektur yang cantik dan unik untuk pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana Volendam. Kayaknya Volendam ini cocok banget buat bulan madu, karena suasana yang tenang, damai dan cenderung romantis. Apalagi kalo hotelnya berada persis di pinggir laut :3

PicsArt_1364007093926

PicsArt_1364007968641

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, cuaca makin dingin, angin makin kencang, dan dua orang turis tropis ini udah makin gak jelas bentuknya karena kedinginan. Sebenernya pengen banget menghangatkan diri sambil makan di salah satu café yang ada disana. Apa daya kantong berkata bahwa kami cuma mampu beli roti atau cup noodles untuk mengganjal naga-naga di perut yang udah pada demo minta dikasih makan. Laper kak, kasian kak 😀 Akhirnya dengan berat hati kami memutuskan kembali ke centraal station, beli cup noodles di supermarket dan balik ke hotel untuk menghangatkan diri sambil siap-siap menjemput mimpi untuk suatu saat bisa kembali lagi ke Volendam.

Norak-Norak Bergembira Naik Turkish Airlines

Turkish_Airlines_Airbus

Siapa yang gak kenal Turkish Airlines? Maskapai nomor wahid dengan tagline “Globally yours” dan sudah mengantongi predikat “Best Airline in Europe in 2012” yang baru-baru ini memasang Kobe Bryant dan Lionel Messi sebagai bintang iklannya, belum lagi logonya yang sering muncul di beberapa stadion sepak bola di Eropa.

Sekitar bulan Agustus-September tahun lalu, Turkish Airlines sedang ada diskonan tiket untuk beberapa rute Eropa dan Amerika untuk travel period sampai dengan bulan Maret 2013. Maklum bulan-bulan segitu memang lagi low season. Karena memang berencana Eurotrip, inilah yang saya tunggu-tunggu. Beberapa hari sebelumnya juga ada diskonan tiket dari Etihad dan Qatar airways, tapi karena kelamaan mikir jadinya saya gak kebagian tiket promonya. Makanya kali ini saya gak boleh gagal lagi *pasang iket kepala*. Tapi webistenya Turkish Airline itu error melulu, udah masukin identitas segala macem banyak-banyak, kemudian error berkali-kali. Lelah saya, lelah *dijejelin kebab*. Akhirnya diputuskan beli tiketnya lewat travel agent aja supaya lebih aman. Memang harus nambah fee beberapa puluh ribu rupiah, tapi gak masalah karena abis itu tiket Jakarta-Istanbul PP seharga 7jutaan langsung berada di genggaman.

IMG01089-20130222-1923

Sebagai penggemar budget airlines sejati *karena kapasitas kantong*, naik pesawat sekelas Turkish Airlines tentunya bikin excited plus norak-norak gimana gitu 😀 Pertama masuk kabin langsung amazed guling-guling di kabin, ini pesawatnya gede banget ya. Tempat duduknya gak sempit, space buat kakinya cukup lega untuk ukuran orang Asia, entertainment-nya lengkap, ada puluhan film, lagu, video, dan game yang bikin penerbangan selama 15 jam itu gak ngebosenin. Kalo lamanya sih tetep berasa lama *elus-elus pantat yang tepos*.

Cabin

Naik Turkish Airlines dijamin gak kelaperan, abisnya dikasih makanan terus. Waktu itu saya terbang dari Jakarta jam 19.50, otomatis udah makan malem duluan. Baru terbang sebentar udah dikasih sandwich sama minuman. Meskipun masih agak kenyang tapi tetep dimakan aja *rakus*. Abis itu beberapa jam kemudian kami dikasih makanan berat yang terdiri dari appetizer, main dish, dan dessert. Menu makanannya berupa makanan timur tengah, mungkin lidah kita kurang cocok, tapi menurut saya cukup enak kok. Abis makan pun masih dikasih manisan buah, kacang dan air mineral botol. Setelah itu paginya dikasih makan lagi berupa omelette, kentang, lengkap dengan appetizer dan dessert. Jadi totalnya 2 kali makan berat dan satu kali makan ringan. Tapi diluar jatah makanan ini kalo masih ngerasa kelaperan, boleh kok langsung minta ke dapurnya, jangan lupa bawa tupperware juga buat bungkus *dikeplak Pramugari*.

foodTurkish

Selain makanan yang melimpah, kita juga dikasih toilettries yang dibungkus manis dalam kotak pensil unyu yang isinya sikat gigi, pasta gigi, kaos kaki, lip balm, ear plug, dan eye mask.

turk1-horz

Jadi mau nyobain naik Turkish Airlines juga? maskapai satu ini lumayan sering bikin diskonan kok, sering-sering dipantau aja websitenya. Good luck! 🙂


Beberapa foto diambil dari sini dan sini