Akhirnya ke India

hawa-mahal-jaipur

Saya udah lupa sejak kapan saya suka Bollywood, mungkin sekitar tahun 2000-an awal ketika saya kenal teman sebangku saya, Nana yang fans Bollywood garis keras. Tiap kali main ke rumahnya kami pasti dicekokin film dan musik-musik Bollywood yang populer pada masanya. Sebut saja Kabhi Kushi Kabhi Gham, Dil to Pagal Hai, Mohabbatein, Kuch Kuch Hotta Hai dan lain-lain. Witing trisno jalaran soko kulino, eh bukan berarti saya jatuh cinta sama si Nana ya, tapi saya jadi ikutan suka Bollywood juga sampai sekarang. Kecintaan saya sama Bollywood juga bikin saya jadi pengen menginjakkan kaki ke India. Soalnya kalo liat di film-film Bollywood, India itu cantik dan unik. Tapi menurut beberapa orang yang udah pernah ke sana, India itu banyak scam makanya saya gak berani kalo sendirian ke sana.

masjid-jama-taj-mahal

Suatu saat saya pernah ngajakin mas bebeb ke India, eh katanya “ngapain ke sana kotor ah, males”. Yaudah saya meniatkan diri untuk pergi ke India sendirian aja tapi gabung open trip, soalnya kalo backpacking sendirian saya gak berani. Akhirnya saya mendaftar open trip yang menawarkan ke Trip India dari tanggal 1- 5 Mei ke Delhi – Jaipur – Agra dengan cuti cuma 2 hari. Meskipun kalo saya baca itinerary-nya bakalan capek banget di jalan dan gak puas tapi gakpapa deh buat pertama kali ke sana. Siapa tau nanti lain kali bisa ke sana lagi. Tiba-tiba kurang lebih H-15 mas bebeb minta ikutan juga, lahh pegimana sih Zaenal kemarin katanya gak mau?! Karena daftarnya udah mepet, harganya jelas beda sama saya yang udah daftar agak lama, pengen marah-marah tapi buat apa, yasudahlah terima aja punya suami labil :p

taj-mahal

Berangkat ke India

Karena total peserta cuma 6 orang, sementara harusnya minimal 8 orang jadi tidak ada local guide yang mendampingi dari Indonesia. Kami akan ketemu guide di india langsung di Bandara Indira Ghandi. Alhamdulillah tour guide yang orang India ini baik dan sabar banget sih, namanya Sunil. Temen-temen kalo mau ke India tapi gak berani backpackeran kayak saya mending contact Sunil aja, insya Allah recommended. Yang butuh contact Sunil bisa japri saya langsung ya. 

amer-fort-jaipur

Amer Fort Jaipur

3 Malam di Delhi – Jaipur – Agra 

Selama trip di india kemarin kami cuma menginap di hotel selama 3 malam, sisanya perjalanan. Hotelnya memang semuanya bintang 5 sih, tapi sebenernya ya gak terlalu perlu karena toh kami selalu sampai hotel pas udah malem banget tinggal tewasnya aja. Selama di India kami naik mobil van besar sejenis Hiace tapi lebih vintage dan seat-nya diatur satu-satu kayak mobil Cititrans travel ke Bandung gitu, cuma gak ada colokannya. Tempat yang kami sempat datangi di New Delhi adalah India Gate, Humayun Thomb, dan Janpath Market. Kami gak sempat ke Qutub Minar karena mau langsung ke Jaipur. Tempat di Jaipur yang sempat kami datangi adalah Albert Hall Museum, Hawa Mahal, Amber Fort dan Jaipur City Palace. Untuk Albert Hall Museum dan Hawa Mahal kami gak sempat masuk ke dalam karena gak punya banyak waktu. Tempat yang kami kunjungi di Agra tentunya Taj Mahal dan Agra Fort.

vegetarian-briyani

vegetarian briyani

Makanan di India

Ya jelas ga jauh dari curry, nasi biryani dan lain-lain. Kalo saya sih masih gak masalah karena toh cuma sebentar ini gak makan makanan Indonesia. Dan gak usah khawatir karena makanan di India itu kebanyakan vegetarian jadi aman buat muslim. Tapi bagi yang gak doyan curry dan gak bisa lepas dari makanan Indonesia mendingan bawa bekal abon dan lauk-lauk kering lainnya untuk bertahan hidup. Harga makanan di India itu cukup murah dan porsinya buanyak banget, sementara kami ber-6 ga ada yang makannya banyak. Makanya si Sunil sampe geleng-geleng tiap liat kami makan, soalnya menurut dia porsi makan kami terlalu sedikit.

taj-mahal-india

Internet di India

Kemarin saya terpaksa mengaktifkan paket internet roaming, karena tuntutan pekerjaan. Kenapa gak beli Simcard aja lebih murah? Karena baca-baca kalo beli simcard di India itu ribet. Eh belinya sih gampang, tapi aktifnya entah kapan bisa 24 jam kemudian 2 hari atau 24 hari kemudian. Makanya supaya lebih aman saya memilih mengaktifkan paket roaming aja meskipun jatuhnya memang lebih mahal. Sebenernya bisa juga sewa wifi portable, tapi saya agak males nambah bawa gadget apalagi cuma berdua dan mas bebeb juga tipe orang yang gak harus ada internet. 

gadis-india

bukan orang India

india-gate

bukan di Kediri

Cuaca di India

Berdasarkan letak geografisnya, India memiliki iklim tropis dan subtropis. Karena wilayah India ini kan luas banget ya. Belahan India sebelah utara memiliki musim layaknya negara di Eropa, yaitu musim dingin (bersalju), semi panas dan musim gugur. Sedangkan di India Selatan yang berdekatan dengan Maldives dan Srilanka, memiliki musim hujan dan musim kemarau. Umumnya bulan Desember –  Februari itu musim dingin, Maret – April musim semi, Mei – Juni musim panas, Juli – Agustus musim hujan, September – November musim gugur. Jadi sebelum ke India ada baiknya cek dulu situs prakiraan cuaca biar gak salah kostum waktu ke sana. Kemarin saya ke sana awal bulan Mei dan cuacanya panas banget sampai 40-an derajat. Kalah panas kalo cuma ngeliat mantan jalan sama gebetan baru-nya sih. Untung udah persiapan bawa baju-baju yang tipis dan adem yaitu kaos barong Bali andalanque.

panna-menna-jaipur

Panna Meena Ka Kund

Apakah India aman buat backpacker?

Pertanyaan sulit sih ini, kalo dibilang aman ya sebenernya aman kok. Tapi jujur aja saya gak berani kalo backpackeran ke sana. Menurut saya kalo ke sana backpacker-an orangnya kudu yang tough dan galak, karena di sana banyak scam dan tipikal orang India memang suka agak memaksa. Kalo orangnya pendiem dan ngalahan kayak saya sama mas bebeb gini kayaknya gak bakal survive 😀 Jadi silahkan aja kalo memang mau backpackeran ke sana, udah banyak kok traveler Indonesia yang sukses backpackeran sendiri ke India. Tapi kalo mau enak, nyaman dan punya budget lebih ya pakai tour guide aja.

Segitu dulu deh, mudah-mudahan berikutnya ada tulisan yang lebih detail tentang jalan-jalan ke India kemarin 😀 Ada yang mau sharing pengalaman ke India atau nanya-nanya yang lain? Silahkan yaaa

Advertisements

48 thoughts on “Akhirnya ke India

  1. Nasirullah Sitam

    Kata kawan yang pernah ke sana, India itu tidak pernah lekang kalau kita suka memotret jalanan, human, dan pastinya bangunannya. Oya, teman juga mengingatkan untuk backpacker sendirian (khususnya cewek) harus ekstra waspada. Sekalipun pada dasarnya tetap aman 🙂

    Like

    Reply
  2. Matius Teguh Nugroho

    Aku suka Bollywood karena ketularan kakakku (cewek), hehe. Saat itu masih SD sampai SMP, ya sama kurang lebih era 2000-an. Aku sampai hafal lirik dan koreografinya lho, hihi. Tapi sama kayak mas bebebmu, aku mikir2 lagi ke sana karena kebersihannya. Well, scam is not really my problem.

    Dan sama kayak mas bebebmu juga, aku suka berubah pikiran di saat2 terakhir wakakakaka. Sekarang disuruh gini nggak mau, beberapa jam kemudian dilakoni juga karena nggak enak. Hari ini bilang nggak mau dateng, di hari H tiba-tiba memutuskan buat datang. Kadang tanpa bilang-bilang 😀

    Coba tanya mas bebebmu zodiaknya apa hahahaha

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      Hahaha kalian ini pasti pria gemini ya 😀
      Oiyaaa aku sampe lupa nulis masalah kebersihan, makasih loh diingetin. Yang jelas aku di sana gak berani ke toilet umum sama jajan sembarangan, ngeri soalnya.

      Like

      Reply
  3. omnduut

    Ngeliat daun ketumbar di foto vegetarian briyani aku langsung bergidik ngeri hahaha. Lidahku musuhan banget sama daun itu. Aku sampe ambil di piring daunnya, nanya ke kokinya itu namanya apa. Lalu aku googling, dan save. Tiap kali ke restoran dan makan, selalu nunjukin ke pegawainya, “tolong jangan pake daun ini, ya.” Hahahaha.

    Semoga gak kapok ke India ya. Next bisa lebih lama dan bisa eksplor lebih banyak kota. Kashmir, mungkin? 😀

    Like

    Reply
  4. Christa

    Aku baru pernah ke Mumbai sih, tapi bener banget tuh soal beli sim card ribet, malah katanya musti punya ID India kalo mau beli.. anyway pengen banget ke 3 kota yang kamu datengin ituuu.. cantik yahhh

    Like

    Reply
  5. CREAMENO

    Memang untuk perempuan paling aman kalau ke India ikut tour atau minimal jalan rame-rame sama teman~ ngeri karena banyak scamnya hehehe. Tapi walau nggak mudah, tetap menyenangkan karena bisa main ke India dan penasaran juga dengan Ladakh yang belakangan ini famous dibahas di mana-mana 😀

    Like

    Reply
  6. BaRTZap

    Waktu backpacking solo ke India di tahun 2015, aku beli SimCard di Kolkata. Prosedurnya emang agak ribet, karena harus sediakan selembar pas foto dan fotocopy passport. Tapi sama babe penjual simcard nya dibantuin untuk aktifasinya, gampang banget sih. Langsung aktif saat itu juga. Cuma konyolnya, pas aku sampai di Udaipur dan harus isi ulang pulsa, eh si mamasnya nanya di mana aku beli simcard itu. Aku bilang di Kolkata. Eh dia bilang, “are you sure?”. Nomornya aneh katanya. Laaaah hahahahahaha.

    India ini adalah negara pertama dan satu-satunya di mana aku pernah marah-marah ke orang lokal. Abis nyebelin banget, memancing emosiku yang sangat penyabar ini 😀

    Dan menurutku, memang India adalah salah satu negara yang menantang untuk dikunjungi, karena keajaiban orang-orangnya. O iya, hari-hari pertama di sana sih aku sering nervous lihat orang yang buanyaaak banget dan tatapannya mengintimidasi. Termasuk lihat petugas keamanan yang jaga-jaga bawa senapan laras panjang.

    Tapi setelah beberapa hari, ajaibnya malah jadi santai banget. Aku pernah lho nontonin orang berantem di pasar, sambil duduk santai makan kulfi bareng orang lokal. Padahal normalnya kalau ada kericuhan atau baru bibit-bibitnya aja deh, pasti langsung menjauh.

    Ahhh jadi kangen Indiaaaaa!

    Btw, foto-fotomu di postingan ini bagus banget Dit. Terutama tone nya. Suka!

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      Ya ampun kalo sampe kak Bart ini marah-marah berarti udah sangat keterlaluan ya. Tapi emang tipikal orangnya emang kayak gitu ya kak, entah karena hidupnya keras atau memang sudah bawaan?! Ayo kaaak bareng-bareng ke Ladakh, si Wahyu ngajakin juga tuh 🙂

      Liked by 1 person

      Reply
      1. BaRTZap

        Hmmm antara bawaan sama hidup yang keras kali ya. Soalnya kontras banget sama orang Nepal yang lebih kalem dan bageur-bageur.

        Ayooo, kayanya seru juga kalau bisa jalan bareng 🙂

        Like

  7. Justin Larissa

    Padahal cakep dan eksotis gini, napa suami hamba gak mau ke India. Oh Mba Dita aku mau nanya deh, kalau di lokasi-lokasi toursty di India tuh, orang lokalnya banyak juga gak sih yg wisata?

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      hahaha suami aku juga awalnya ga mau kok, jangan menyerah mba….coba lagi 😀 iya sih memang orang lokalnya banyak banget yang wisata jadi penuh sama org lokal terutama di Taj mahal

      Like

      Reply
  8. Ikhwan

    Banyak temen yang ke India selama projek 6 bulan sampai 1 tahun, pulang-pulang kurus. Katanya makan di sana ga enak? Bener ga sih rumor ini? Wkwk.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      waduhh aku kok ga turun BB sama sekali ya pas di sana T_T *ngarep* dibilang ga enak sih enggak ya karena menurutku ga ada makanan yang ga enak, mungkin bukan selera kita aja dan mungkin juga bosen karena kelamaan di sana makan itu-itu aja 🙂

      Like

      Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s