Tag Archives: Backpacker

Arti Hujan di Shirakawa-go

desa-shirakawa-go

Dari dulu, saya gak pernah setuju sama berbagai quotes yang menyebutkan bahwa hujan itu romantis, bikin baper, bikin inget kenangan, bikin inget mantan, atau apalah itu. Karena boro-boro romantis, yang ada baju basah, celana basah, sepatu basah, cucian dari pagi gak kering, dan efek sampingnya adalah masuk angin terus sampai rumah kudu mandi dulu. Tapi ya gimana lagi, kita kan gak bisa mengendalikan cuaca. Apalagi belakangan ini banyak banget terjadi anomali cuaca, harusnya udah musim kemarau, tapi masih hujan tiap hari. Harusnya udah musim hujan, eh ini masih kemarau berkepanjangan… kayak dompet saya #eh 😛

Continue reading

Advertisements

Amankah Pergi ke Turki?

aman-pergi-ke-turki

” serius mau ke Turki? kemarin kan abis ada bom di Istanbul sama Ankara”

” emang Turki aman ya? bukannya lagi perang gitu?! ”

” baek-baek ntar diculik ISIS lho! ”

” dll, dst, dsb, bpkb, stnk ”

Kira-kira seperti itulah pertanyaan dan nada kekhawatiran dari teman-teman dan keluarga setelah mengetahui niat saya untuk liburan ke Turki. Situasi di Turki memang akhir-akhir ini sedang tidak kondusif, sebut saja bom di kota Ankara  pada bulan Maret 2016, disusul ledakan di Taksim Square, Istanbul yang terjadi beberapa hari setelahnya. Masih lekat juga di ingatan bom yang meledak di Sultan Ahmet pada awal tahun 2016 lalu, lokasi yang merupakan jantung pariwisata Istanbul karena terdapat Blue Mosque dan Hagia Sophia, dimana semua korbannya adalah warga asing yang sedang berlibur di Turki.

Continue reading

Montjuic : Menikmati Barcelona dari Ketinggian

montjuic-barcelona

“Semangat, sebentar lagi sampai puncak”

Sambil mengatur nafas yang terengah-engah, saya menyemangati diri mendaki puncak bukit yang tingginya sekitar 200 meter itu. Bukit Montjuic atau yang lebih dikenal dengan Jewish Mountain adalah tempat yang tepat untuk menikmati keindahan kota Barcelona dari ketinggian. Disebut Jewish Mountain karena Konon daerah ini dulu dihuni oleh komunitas Yahudi, tetapi karena terjadi peperangan akhirnya komunitas tersebut mengungsi. Bukit Montjuic juga dikenal sebagai tempat terjadinya pembataian massal dalam sejarah jaman kegelapan Spanyol.

Continue reading

Negeri Van Oranje

Abis ngeliat video clip-nya Wizzy ini rasanya gak sabar banget nungguin film “Negeri Van Oranje” tayang di bioskop. Ada yang pernah baca bukunya kah? Bukunya emang gak baru-baru amat sih, saya pertama baca dulu sekitar tahun 2009an, tapi sering dibaca ulang karena emang suka sama ceritanya yang ringan dan lucu tentang persahabatan 5 orang mahasiswa yang sedang menuntut gelar master di negeri Belanda. Begitu tau kalo buku ini lagi dibuat filmnya, saya langsung excited banget, apalagi aktornya kece-kece gitu kan?! 😀 Yah meskipun biasanya kalo novel difilmkan gini gak sebagus imajinasi dan harapan kita sebagai pembaca, tapi tetep aja seru karena scene yang selama ini cuma bisa kita bayangkan di angan-angan akhirnya bisa kita tonton langsung. Duhh tapi tayangnya masih bulan Desember, lama amat yaaaah 😦

Continue reading

Berani Career Break ?

When you’re 80 which will you remember? Another 3 month spent in office, or the 3 months when you experienced something new?

– unknown –

ttridecouk

sumber gambar dari sini

Memasuki hari ke 14 di bulan Januari dan kerjaan mulai bikin mabok :mrgreen: Yah namanya juga corporate slave, tiap awal tahun pasti dicekokin target yang lumayan bikin kepala pening. Tahun 2015 ini adalah tahun ke 7 saya mencari sesuap nasi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi. Entah setia, stuck, terlalu nyaman, atau takut gak bisa dapet pekerjaan yang lebih baik lagi 😛 Jujur saya adalah orang yang gak berani mengambil risiko, kalo di istilah ekonomi/investasi bisa disebut risk averse. Tujuh tahun berada di satu divisi yang mengurusi itu-itu aja tentunya sangat bikin saya bosen dan demotivasi. Berangkat ke kantor tiap hari rasanya udah kayak robot, gak ada semangat, kerjaan juga dikerjakan sesuai kemampuan dan sesuai instruksi atasan tanpa adanya ide-ide baru untuk didiskusikan. Iklim kantor yang gak kondusif, career path yang gak jelas, organisasi dan jobdesc yang acak adut sukses bikin saya jadi makin males ngantor. Belom lagi tuntutan bertahan hidup di ibukota yang bikin warga pinggiran kayak saya ini harus ngerasain tua di jalan. Berangkat ngantor subuh-subuh, pulang ke rumah udah hampir isya, lelah cyin. Bahkan weekend getaway dengan traveling ala backpacker yang saya sering lakukan pun gak membantu sama sekali. Yang ada malah saya makin semangat menyusun trip-trip selanjutnya, bukannya semangat kerja 😀

Continue reading