Sailing Trip Komodo, Tiga Hari Tinggal di Kapal

pemandangan-pulau-padar

Siapa yang gak pengen ke Pulau Komodo? Saya sih udah lama banget pengen jalan-jalan ke pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Apalagi belakangan ini pamornya semakin melesat setelah semakin banyaknya selebgram-selebgram yang pasang foto dengan background keindahan Pulau Padar, atau selfie bareng komodo. Penyedia jasa open trip yang menawarkan paket-paket perjalanan ke Pulau Komodo juga makin banyak, tinggal pilih yang budget dan tanggalnya cocok bisa langsung berangkat, gak pake ribet. Tapi yang paling menarik tentunya adalah paket Sailing Trip Komodo, dimana selama beberapa hari kita akan merasakan tinggal di atas kapal sambil terombang-ambing di lautan gelora.

sailing-komodo-trip

Beberapa bulan sebelumnya, saya dan mas bebeb udah merancang untuk ikutan Sailing Trip Komodo ini. Tiket PP sudah dibeli, bahkan sudah daftar jadi peserta Sailing Trip Komodo di salah satu provider trip terkemuka. Tapi ternyata keberangkatan kami ke Labuan Bajo berdekatan dengan adanya erupsi Gunung Agung yang sempat menyebabkan bandara Bali ditutup sementara. Sebenernya udah pasrah sih kalo emang gak jadi berangkat, mau gimana lagi namanya juga bencana alam. Eh alhamdulillah sehari sebelum berangkat bandara Bali sudah dibuka lagi dan gak ditutup-tutup lagi sampai kami balik ke Jakarta.

Tapi peserta lain yang tergabung dalam open trip Sailing Komodo bareng kami ternyata penerbangannya dibatalkan oleh maskapai, jadinya mereka harus cari tiket lagi dan baru tiba di Labuan Bajo malam hari. Maka hari pertama sailing trip yang seharusnya diisi ke pulau Kalong, Pulau Kelor dan Pulau Rinca terpaksa dicoret dari itinerary. Gakpapa, udah jadi berangkat aja kami udah senang kok 🙂

tinggal-di-kapal

lagi ngintipin siapa mz?

Hari kedua kami langsung trekking naik bukit di Pulau Padar yang sangat populer dengan keindahan pemandangannya, kemudian ke Taman Nasional Pulau Komodo untuk melihat Komodo. Setelah itu main air di Pink Beach yang pasirnya memang berwarna pink. Pemandangan bawah laut di Pink Beach ini bagus banget dengan terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni.

pulau-padar-komodo

spot foto wajib di Pulau Padar

komodo-di-pantai

komodo lagi berjemur

pink-beach-komodo

bukan lagi jualan floaties

Hari ketiga pagi-pagi buta kami sudah mendaki bukit di pulau Gili Lawa. Sayangnya karena mendung, kami gak bisa mengabadikan pemandangan sunrise di atas bukit. Tapi tanpa ada sunrise tetep aja Gili Lawa Darat ini bagus banget pemandangannya. Setelah dari Gili Lawa, kami main air di Gusung Taka Makassar yang pasirnya juga berwarna merah muda sama kayak pink beach.

gili-lawa-darat

Gili Lawa Darat

pemandangan-bukit-gili-lawa

keren yah?!

gili-lawa-komodo

kami belum mandi

Perjalanan Sailing Trip Komodo ini ditutup dengan berburu ikan manta dan main ke pulau Kanawa yang terkenal dengan adanya Kanawa Island Resort. Pemandangan bawah laut di Pulau Kanawa cukup bagus, tapi harus hati-hati karena ada beberapa spot yang dipenuhi bulu babi. Di pulau ini juga terdapat bukit kecil yang bisa didaki untuk bisa melihat pemandangan dari atas.

pink-beach-drone

Gusung Taka Makassar

Ternyata seru dan asyik banget pengalaman 3 hari hidup terombang-ambing di atas kapal. Urusan makan sih jangan khawatir, koki di kapal sailing trip Komodo ini rata-rata jago masak. Dengan bahan-bahan yang terbatas mereka bisa mengkreasikan berbagai macam menu masakan yang rasanya endeus marendeus. Udah gitu kita gak perlu khawatir kelaparan, karena jadwal makan besar tetap 3 kali sehari, ditambah 2-3 kali makan snack. Yang ada pulang-pulang makin gendut ini.

makanan-kapal-sailing-komodo

nasi kuning, menu sarapan di kapal

Sementara untuk mandi dan keperluan buang hajat tetap dilakukan di atas kapal dengan satu kamar mandi yang dilengkapi toilet duduk, bak mandi dan shower. Pasokan air cukup banyak untuk kami bertujuh mandi dan keperluan lain-lain, tapi tentu saja rasa airnya tidak sebersih dan sesegar seperti saat kita di daratan.

tempat-tidur-di-kapal

tempat tidur di kapal

Air yang kurang bersih ini tentu saja bisa menyebabkan area kewanitaan jadi keputihan dan gatal-gatal. Meskipun saya memang males mandi, tapi yang namanya area kewanitaan harus tetap dijaga supaya bersih dan nyaman, juga menghindarkan kita dari garuk-garuk selangkangan gak jelas. Makanya untuk mencegah dan mengatasi gatal-gatal akibat keputihan saya selalu bawa Resik V Godokan sirih kalo traveling kemanapun. Karena kita kan gak selalu ketemu toilet dengan air yang bersih tiap kali traveling.

resik-v-bebas-keputihan

Resik V Godokan Sirih ini merupakan produk perawatan area kewanitaan yang halal (sudah ada sertifikas dari MUI), higienis dan mampu mencegah serta mengatasi keputihan. Seperti yang sudah kita ketahui sirih adalah antiseptik dan antibakteri alami. Saya ingat dulu mama rajin banget bikin air rebusan daun sirih untuk membersihan area kewanitaan. Tapi kan gak praktis banget ya kalo pergi-pergi kudu bawa daun sirih, apalagi kalo ke luar negeri bisa berpotensi ditahan di imigrasi karena bawa dedaunan yang mencurigakan 😀

resik-v-traveling

Resik V godokan sirih ini tersedia dalam kemasan 100ml, praktir dan cocok banget buat saya yang males pergi pakai bagasi, jadi bebas dibawa di cabin pesawat. Teksturnya cair dengan aroma yang lembut dan tidak menyengat. Cara pemakaiannya juga mudah, cukup dituangkan ke telapak tangan kemudian dibasuh ke area kewanitaan dan langsung dibilas.

Pokoknya traveling kemanapun jadi gak khawatir garuk-garuk lagi karena ada Resik V godokan sirih andalanque!

Advertisements

94 thoughts on “Sailing Trip Komodo, Tiga Hari Tinggal di Kapal

    1. Dita Post author

      sebenernya gak pas di Gili Lawa aja mendungnya, 3 hari itu mendung terus…sedih aku mas 😦

      hahaha gak ada turun sama sekali, yang ada tambah gendut abis makananannya enak-enak banget!

      Like

      Reply
    1. Dita Post author

      iya kak udah aku survey beberapa provider trip rata-rata sih itinerary-nya dan harga yang hampir sama, kalo mau itin-nya nanti bisa aku share

      eh kecuali kalo mau naik kapal Phinisi Cajoma yang mevvah itu ya…itu beda lagi harganya 😀

      Like

      Reply
  1. Muhammad Akbar

    Cerita tentang Gili Padar selalu menarik dan membuat saya ngiler pengen cepat-cepat mengunjungi salah satu tempat paling hitz dan instagramable banget.

    Liat foto kalian berdua dengan caption “kami belum mandi”
    kok teringat lagu ini,
    “kami belu mandi, tak tuang-tak tuang
    tapi tetap cantik juga”
    Benar gak sih liriknya? hehehe

    Like

    Reply
  2. Hafidh Frian

    Beeeh mbak dita, abis dari pulau komodo euy. Keren sekali. Sayang itu kayaknya musim hujan ya pas kesana. Jadi langit mendung, tapi apapun cuacanya komodo selalu dihati.

    Like

    Reply
  3. Ata

    Kak ditaaaaa ajak-ajak aku doooong. Tapi aku cupu banget sih kalo di laut, nyebrang 30 menit aja udah deg-degan parah, apalagi 3 hariiii. Tapi pengin. *labil

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      eh ayo dooonk gpp kok, aman! Kalo duduk emang kadang berasa goyang, tapi kalo tidur malah enak kayak lagi diayun2 gitu 😁 yg penting sih bawa obat penangkal masuk angin!

      Like

      Reply
  4. dianeato

    Komodooooo ❤ lavv lav dehhh… tapi salut mbak ngak parnoan tinggal di kapal berhari2.

    jadi ngakak ngebayangin garuk2… wkwkwk

    Like

    Reply
  5. Rizka Nidy

    Asyikk betul tripnya.. sayang ada list yang terpaksa dicoret ya. Yang penting jadi berangkat lah ya. Aku ama belum pernah ke sana T.T
    Btw, itu floties pada bawa sendiri apa gimana? Kok lucu2 amatttt.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      iyaaa tandanya kudu kesana lagi nih biar gak penasaran, yuk kak!

      itu floatis dibawain sama guide-nya kak, asik yaaa….trus dia bawa drone juga, pokoknya kita tinggal gaya aja hihihi

      Like

      Reply
  6. mysukmana

    ih asik banget kak..ngiler..
    pengen banget nongkrong di atas nanasnya…
    tapi yang coklat yang kamu bawa itu apaan ya hahaha..
    btw kaca matam hitam bulet selalu jadi ciri khas nih

    Like

    Reply
  7. kresnoadi DH

    A… aku kemaren cuma 2 jam nyeberang ke pulau Pari aja udah mau mati kak. Semua orang berdoa kayak lagi jumatan. Ini lagi 3 hari ngambang nggak disiram-siram. 😦

    Anywaaaay, aku baru tahuu mainan yang suka dipake Awkarin itu namanya floatiees. Hehehehe.

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s