Tag Archives: italia

5 Minutes

Sudah hampir setengah jam kami berjalan kaki berputar-putar di sekitar metro stop Loreto dan mengikuti petunjuk arah yang diberikan via email oleh si pemilik B&B, tapi tak juga menemukan jalan yang dimaksud, via Monteverdi. Karena sudah lelah berjalan kaki sambil menggendong backpack, dan suasana kota Milan malam itu yang semakin sepi akhirnya kami memutuskan masuk ke sebuah hotel kecil dan bertanya pada seorang laki-laki paruh baya disana. Dengan bahasa Inggris campur Italia dia menjelaskan arah menuju via Monteverdi kepada kami. Setelah mengucapkan terimakasih, kami kembali menyusuri jalan. Akhirnya setelah berjalan 2 blok, kami menemukan via Monteverdi yang memang tidak jauh dari metro stop Loreto dari sisi yang lain. Rupanya kami salah memilih jalan keluar dari metro stop sehingga akhirnya kesasar jauh 😀

PicsArt_1365054548557

Continue reading

Advertisements

Rumah Idaman

Saya lagi pusing nih ngitung-ngitung pengeluaran buat renovasi rumah dan ngisi rumah. Gaji tiap bulan rasanya cuma numpang dadah-dadah di rekening :(. Dan sekarang udah tobat jadi anak mol, gak belanja-belanji, gak pernah nonton bioskop, gak pernah karaoke, gak makan di restoran mahal, semua dilakukan agar rumah mungil di pinggiran Jakarta itu bisa dihuni pertengahan tahun ini dan saya terbebas dari predikat anak kos sejati. Soalnya udah 6 tahun loh saya ngekos di Jakarta.

Ngomong-ngomong tentang rumah idaman, waktu backpacking ke Yurop kemaren saya sempet mampir di sebuah kota kecil Italia yaitu Verona. Saya langsung jatuh cinta begitu liat suasana kota dan bangunan-bangunannya yang classic, vintage dan romantis banget. Saya nginep semalem di sebuah rumah cantik yang lantai 1nya dijadikan Bed and Breakfast (B&B), namanya A Casa di Giulia dan saya nyesel banget nginep disini cuma semalem kenapa enggak seminggu?! *ditampar kalender*

image

Continue reading

Berolahraga ke San Siro

Selamat pagi, salam olahraga! Biasanya kalo hari jumat gini di kantor saya rutin ada senam pagi. Saya? ikut senam donk….di kasur 😀 Maka demi menebus kesalahan karena pagi ini gak ikut senam, saya akan mengajak teman-teman untuk jalan-jalan ke San Siro yang merupakan markas tim papan atas AC Milan dan Inter Milan. Ya tetep gak olahraga juga sih ujung-ujungnya *ditiban barbel sama Agung Hercules*.

PicsArt_1365000405955

numpang eksis

Temen-temen Milanisti dan Interisti pasti udah gak asing lagi sama stadion megah tempat berlangsungnya final piala champion tahun 2001 ini. Sebenernya tahun 1980 dulu, stadion ini dinamakan The Stadio of Giuseppe Meazza untuk menghormati pemain inter legendaris dengan nama yang sama. Tapi cencu saja publik milanisti gak terima dengan nama tersebut, mereka kekeuh nyebut stadion ini dengan nama San Siro. Jadilah stadion ini sekarang punya dua nama dan serah lo dah mau nyebut yang mana!

Gak puas sama foto luarnya aja? Oke yuk mari kita masuk ke dalam stadion. Bayar? YAEYALAH! Mari menuju gate 15 dan beli tiket “museo and stadium tour” seharga 13 EUR di loket yang tersedia disana. Abis itu kita akan didampingi tour guide berupa mbak-mbak italiano cantik yang fasih berbahasa inggris. Pertama-tama kita akan dijelaskan mengenai sejarah dan serba serbi stadion. Kemudian diajak berkeliling ke ruang ganti Inter-AC Milan, foto-foto di stadion, foto-foto di museum dan terakhir belanja di san siro shop *bagi yang berduit*.

PicsArt_1365026852517

PicsArt_1365045899248

PicsArt_1365026913985

ruang ganti Inter

PicsArt_1365026983066

katanya ini kursi Balotelli

2013-04-04-05-04-41_deco

jangan bayangin om Zanetti mandi

PicsArt_1365027262347

isi museumnya ya beginian ini

PicsArt_1365045131799

PicsArt_1365027356036

PicsArt_1365001118821

ketemu turis Jepang

PicsArt_1365026168009

tetep Endonesa donk!

Benernya agak kurang puas dengan museo and stadium tour di San Siro ini. Soalnya harus ngikutin si mbak tour guide kemanapun dan waktunya dibatesin jadi gak bisa foto-foto dan nongkrong-nongkrong sesukanya di stadion. Foto lamaan dikit di salah satu spot aja udah disemprit ish! Baru setelah masuk museum dan San Siro Shop-nya kita dilepaskan sama si mbak, boleh deh foto-foto sepuasnya disini. Tapi mbaaaak, aku belum puas muter-muter stadiooon 😦

Tips:

  1. San siro bisa dicapai dengan mudah naek metro line 1 (red line) turun di metro stop “Lotto”. Abis itu siapkan betis untuk jalan kaki sekitar 20-30 menit menuju san siro. Soalnya berdasarkan observasi, gak ada kendaraan umum yang berhenti di depan stadion. Makanya itu postingan ini dikasih judul “berolahraga ke San Siro”, karena harus jalan kaki jauh banget dulu untuk menuju kesana.
  2. Bawa perbekalan makanan – minuman karena deket-deket stadion gak ada warteg apalagi warung bakso.
  3. Museo and Stadium Tour dibuka dari jam 10-17. Info lengkap bisa  diintip disini.

Baiklah, semoga cerita jalan-jalan ini bisa membuat pagi anda lebih bersemangat. Salam olahraga!

Mengurus Visa Schengen di Kedutaan Belanda (Updated)

mengurus-visa-schengen

Haiii, mau sharing aja proses paling mendebarkan sebelum berangkat jalan-jalan kemarin yaitu mengurus visa Schengen. Kalo ada yang kurang, boleh ditambahin lho kakak-kakak 😀

Berhubung mau jalan-jalan ke Negara Eropa, maka syarat mutlaknya adalah harus memiliki visa perjalanan singkat ke Eropa yang lebih dikenal dengan nama visa Schengen. Dengan visa Schengen kita bebas keluar masuk negara-negara Eropa tersebut tanpa harus mengajukan visa ke masing-masing kedutaan, cukup di satu kedutaan negara yang pertama kali kita datangi atau negara terlama yang akan kita kunjungi. Daftar negara-negara yang termasuk dalam visa Schengen bisa diliat di sini.

Setelah browsing-browsing dan nanya sana-sini, saya mendapatkan informasi bahwa untuk pengurusan visa Schengen yang paling mudah adalah di kedutaan Belanda, bisa satu hari langsung jadi. Alhamdulillah, kebetulan banget memang negara Schengen yang pertama saya datangi adalah Belanda. Proses pengajuan visa ini cukup bikin deg-degan juga, karena ini pertama kalinya saya ngurus visa sendiri. Kemarin waktu jalan-jalan ke China dan Umroh kan visanya diurusin sama travel agent, saya tinggal ongkang-ongkang kaki udah jadi aja visanya 😀

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

  1. Berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing sebelum pengajuan visa, ini penting! *diselepet sajadah*
  2. Buat janji dulu lewat internet di sini, ingat bukan janji manis apalagi janji palsu. Tapi gak buat janji juga sebenernya gak apa-apa sih, asal datangnya pagi pasti masih diprioritaskan kok.
  3. Mengisi formulir pengajuan visa. Formulirnya bisa didapatkan di Kedutaan atau di download di mari
  4. Mengisi lembar perjalanan. Lembar perjalanan ini juga disediakan di Kedutaan, tapi biar cepet sih enaknya sebelum sampe kedutaan kita udah punya dan isi duluan. Monggo diunduh -> lembar-perjalanan
  5. Passport asli dan fotokopinya yang masih berlaku
  6. Pas foto. Syarat pas foto untuk visa biasanya berbeda-beda untuk masing-masing negara. Untuk syarat pas foto kedutaan Belanda bisa dicek di sini. Untuk lebih amannya, Kedutaan Belanda menyediakan layanan pas foto dengan biaya 50 ribu rupiah. Memang agak mahal sih, tapi dijamin fotonya pasti bener.
  7. Asuransi perjalanan dengan nilai pertanggungan mininal 30.000 EUR. Bisa dibeli di AXA atau ACA. Kemarin saya beli di ACA karena lebih deket sama kantor. Untuk 14 hari kena asuransi ACA Travel Safe seharga 35 USD dengan nilai pertanggungan 100.000 USD.
  8. Bukti Keuangan pribadi. Berupa rekening koran 3 bulan terakhir dan surat referensi bank. Untuk rekening koran kita tinggal minta ke CS bank, dan membayar sekitar Rp 2.500 per lembar. Untuk surat referensi bank kita juga bisa minta ke CS bank, nanti kita akan diminta mengisi formulir permohonan surat referensi bank. Biayanya berbeda-beda tiap bank, untuk Bank Mandiri dikenakan biaya 100 ribu rupiah dan bisa langsung didebet dari rekening kita. Jumlah minimal rekening yang ada di tabungan saya kurang tahu pasti emang beneran ada syarat ini atau enggak, tapi katanya sih minimal kita harus punya 34 EUR per hari.
  9. Surat Keterangan dari Perusahaan. Biasanya bagian HRD di kantor sudah punya standar sendiri untuk pembuatan surat ini, jadi kita tinggal minta aja ke mereka. Untuk wirausaha surat ini bisa diganti dengan SITU – SIUP – TDP.
  10. Reservasi Penerbangan. Katanya sih gak perlu tiket yang sudah issued, cukup bukti booking atau reservasinya aja. Tapi karena saya kemarin udah beli tiket Jakarta – Istanbul PP dan beberapa tiket lowcost carrier jadinya ya nothing to lose dan PD aja deh, insya Allah visanya keluar 😀
  11. Reservasi Penginapan. Biasanya sih untuk formalitas pengurusan visa, banyak yang bikin reservasi ngasal di booking.com karena free cancelation jadi gak perlu bayar dan bisa dibatalin seenak jidat. Tapi karena saya males kerja dua kali dan kepedean visanya bakal keluar, jadi saya langsung buat reservasi yang bener di hotel atau hostel yang saya mau.
  12. Biaya pengurusan visa sebesar 700 ribu rupiah.
  13. Dokumen lain seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Slip Gaji, Ijazah terakhir dibawa aja buat jaga-jaga 😀

Waktu itu saya buat janji jam 9 pagi, tapi saya dateng ke Kedutaan jam 8 pagi karena mau foto dulu. Ternyata jam 8 pagi disana udah rame banget donk, mau foto pun harus ngantri dulu. Setelah foto, saya nyerahin semua berkas-berkas ke petugas yang jaga. Kemudian dia ngasih kertas panduan untuk mengurutkan berkas. Tepat jam 9 saya dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan. Di ruangan tersebut terdapat 3 loket untuk penyerahan berkas dan wawancara singkat. Setelah penyerahan berkas dan wawancara singkat tentang mau ngapain aja di Eropa, berapa lama, kenapa pengen ke Eropa, dan lain-lain, saya dikasih kertas untuk pengambilan visa jam 1 siang. Karena waktu itu ngurusnya berdua sama mas bebeb, katanya yang ngambil nanti boleh salah satu dari kami. Yaudah deh, saya balik ke kantor, mas Bebeb nongkrong disana sambil deg-degan sampe jam 1 siang.

Alhamdulillah berbekal iman, takwa, dan kepedean tingkat tinggi akhirnya visa Schengen yang cetar membahana ini pun terpampang nyata di paspor saya!

PicsArt_1359124050643

Intinya sih asal dokumen-dokumen kita lengkap, kita jelas mau kemana aja dan tinggal dimana, insya Allah pasti keluar kok visanya. Tapi memang sih dibanding orang lain barengan kami waktu ngurus visa yang rata-rata pergi pakai tour atau ada surat sponsor dari temen/keluarga di luar negeri, kami memang yang paling lama diverifikasi dan diwawancaranya. Tapi ya gak masalah, toh akhirnya keluar juga visanya.

Semoga postingan ini bisa membantu temen-temen yang mau mengurus visa schengen juga. Good luck!

Alamat Kedutaan Belanda : Jl. HR Rasuna Said Kav.S-3, Jakarta 12950

UPDATE TAHUN 2016

Mulai tahun 2016, pengurusan visa Schengen di Kedutaan Belanda dokumen-dokumennya harus dikirim ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan proses pembuatan visa yang tadinya bisa 1 hari jadi, sekarang jadi 10 hari. So bagi yang mau mengajukan visa  schengen di sini, sebaiknya jangan mepet-mepet dengan tanggal keberangkatan.

Biaya pengurusan visa per April 2016 adalah sebesar Rp 850.000,- per orang.