Tag Archives: tempat wisata

Berolahraga ke San Siro

Selamat pagi, salam olahraga! Biasanya kalo hari jumat gini di kantor saya rutin ada senam pagi. Saya? ikut senam donk….di kasur 😀 Maka demi menebus kesalahan karena pagi ini gak ikut senam, saya akan mengajak teman-teman untuk jalan-jalan ke San Siro yang merupakan markas tim papan atas AC Milan dan Inter Milan. Ya tetep gak olahraga juga sih ujung-ujungnya *ditiban barbel sama Agung Hercules*.

PicsArt_1365000405955

numpang eksis

Temen-temen Milanisti dan Interisti pasti udah gak asing lagi sama stadion megah tempat berlangsungnya final piala champion tahun 2001 ini. Sebenernya tahun 1980 dulu, stadion ini dinamakan The Stadio of Giuseppe Meazza untuk menghormati pemain inter legendaris dengan nama yang sama. Tapi cencu saja publik milanisti gak terima dengan nama tersebut, mereka kekeuh nyebut stadion ini dengan nama San Siro. Jadilah stadion ini sekarang punya dua nama dan serah lo dah mau nyebut yang mana!

Gak puas sama foto luarnya aja? Oke yuk mari kita masuk ke dalam stadion. Bayar? YAEYALAH! Mari menuju gate 15 dan beli tiket “museo and stadium tour” seharga 13 EUR di loket yang tersedia disana. Abis itu kita akan didampingi tour guide berupa mbak-mbak italiano cantik yang fasih berbahasa inggris. Pertama-tama kita akan dijelaskan mengenai sejarah dan serba serbi stadion. Kemudian diajak berkeliling ke ruang ganti Inter-AC Milan, foto-foto di stadion, foto-foto di museum dan terakhir belanja di san siro shop *bagi yang berduit*.

PicsArt_1365026852517

PicsArt_1365045899248

PicsArt_1365026913985

ruang ganti Inter

PicsArt_1365026983066

katanya ini kursi Balotelli

2013-04-04-05-04-41_deco

jangan bayangin om Zanetti mandi

PicsArt_1365027262347

isi museumnya ya beginian ini

PicsArt_1365045131799

PicsArt_1365027356036

PicsArt_1365001118821

ketemu turis Jepang

PicsArt_1365026168009

tetep Endonesa donk!

Benernya agak kurang puas dengan museo and stadium tour di San Siro ini. Soalnya harus ngikutin si mbak tour guide kemanapun dan waktunya dibatesin jadi gak bisa foto-foto dan nongkrong-nongkrong sesukanya di stadion. Foto lamaan dikit di salah satu spot aja udah disemprit ish! Baru setelah masuk museum dan San Siro Shop-nya kita dilepaskan sama si mbak, boleh deh foto-foto sepuasnya disini. Tapi mbaaaak, aku belum puas muter-muter stadiooon 😦

Tips:

  1. San siro bisa dicapai dengan mudah naek metro line 1 (red line) turun di metro stop “Lotto”. Abis itu siapkan betis untuk jalan kaki sekitar 20-30 menit menuju san siro. Soalnya berdasarkan observasi, gak ada kendaraan umum yang berhenti di depan stadion. Makanya itu postingan ini dikasih judul “berolahraga ke San Siro”, karena harus jalan kaki jauh banget dulu untuk menuju kesana.
  2. Bawa perbekalan makanan – minuman karena deket-deket stadion gak ada warteg apalagi warung bakso.
  3. Museo and Stadium Tour dibuka dari jam 10-17. Info lengkap bisa  diintip disini.

Baiklah, semoga cerita jalan-jalan ini bisa membuat pagi anda lebih bersemangat. Salam olahraga!

Kedinginan di Volendam

PicsArt_1364007794234

Fotonya nampak lagi kedinginan yah?! Padahal itu cuma pura-pura kok, aslinya sih gak dingin cuma dingiiiiiiin bangeeeeeeet *guling-guling*. Waktu itu thermometer menunjukkan angka -1 derajat celcius, kebayang donk. Sebagai anak tropis yang manis, sudah tentu saya merasa sangat kedinginan dan jadi kepengen dipeluk Adam Levine *digampar Bebeb*. Tapi demi menuntaskan rasa penasaran terhadap Volendam yang katanya cantik banget itu, saya akhirnya merelakan diri untuk menggigil kedingininan, karena memang beginilah resikonya jalan-jalan pas lagi low season *nenggak tolak angin*.

PicsArt_1364006770022

Volendam adalah kampung nelayan yang cantik di pinggiran Amsterdam. Volendam bisa dicapai dari Centraal Station dengan menaiki bus EBS Waterland nomor 110, 112, 118 dan 373 dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Bus EBS ini gak termasuk tiket OV Chipkaart atau GVB Card yang biasanya digunakan untuk keliling kota Amsterdam, jadinya harus beli tiket lagi *mewek*. Tarif bus EBS Waterland ini seharga 10 EUR untuk one day pass, jadi pastinya akan lebih menguntungkan kalo perginya pagi-pagi biar bisa keliling Volendam – Edam dan Marcken. Berhubung berangkatnya udah kesiangan, jadinya kami gak sempet mampir ke Edam yang merupakan sentral pembuatan keju dan klompen *hiks*. Begitu turun dari bus, kami langsung disambut bangunan-bangunan rumah Volendam yang cantik dengan dengan jendela yang besar dan pagar yang tidak terlalu tinggi. Rata-rata di depan rumah terdapat skuter atau sepeda yang terparkir dengan manis. Aaaaak rumah cantik dan skuter adalah perpaduan yang keren, sepertinya damai banget tinggal di Volendam.

PicsArt_1364006383342

PicsArt_1364006610647

Gak seperti foto-foto yang saya lihat di internet, dimana Volendam itu rame banget dan banyak nelayan dengan kostum tradisional Belanda bersliweran, waktu kami datang kesana, Volendam lagi sepi banget. Cuma beberapa orang yang lalu lalang disana. Mungkin karena udah kesorean dan waktu itu cuacanya lagi dingin banget jadi orang-orang lebih memilih untuk kelonan di rumah. Lagian orang kurang kerjaan mana sih yang nekat nongkrong-nongkrong di pantai pada saat suhu di luar mencapai -1 derajat?! Ya gakpapa deh berasa liburan di tempat yang private gitu.

PicsArt_1364007656030

Selain sebagai kampung nelayan, Volendam juga terkenal sebagai tempat belanja berbagai macam souvenir khas Belanda yang murah meriah. Tapi berhubung kami memang gak mampu mau belanja souvenir jadi ya cuma foto-foto aja. Oiya satu lagi yang populer di Volendam adalah foto dengan kostum tradisional Belanda. Disini kita akan didandani dengan kostum dan aksesoris lainnya untuk berfoto dengan background nuansa Belanda. Tarif foto disini bisa berbeda-beda untuk masing-masing studio. Tapi berdasarkan browsing sana-sini, katanya yang paling murah adalah studio foto yang namanya “foto de boer”, price listnya bisa dicek disini, pake bahasa Belanda dan entah update atau enggak :D. Sebenernya kalo cuma pengen foto kayak gini sih gak perlu jauh-jauh ke Volendam, di HEMA resto Kemang Pratama, Jakarta juga bisa. Hasilnya pun gak jauh beda, info lebih lengkapnya bisa diintip disini. Jadi berdasarkan pertimbangan tersebut dan program pengiritan karena ini masih hari ke 3 dari trip, maka kami memutuskan untuk gak foto disini 😀

PicsArt_1364007448411

Di Volendam juga banyak terdapat hotel dengan arsitektur yang cantik dan unik untuk pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana Volendam. Kayaknya Volendam ini cocok banget buat bulan madu, karena suasana yang tenang, damai dan cenderung romantis. Apalagi kalo hotelnya berada persis di pinggir laut :3

PicsArt_1364007093926

PicsArt_1364007968641

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, cuaca makin dingin, angin makin kencang, dan dua orang turis tropis ini udah makin gak jelas bentuknya karena kedinginan. Sebenernya pengen banget menghangatkan diri sambil makan di salah satu café yang ada disana. Apa daya kantong berkata bahwa kami cuma mampu beli roti atau cup noodles untuk mengganjal naga-naga di perut yang udah pada demo minta dikasih makan. Laper kak, kasian kak 😀 Akhirnya dengan berat hati kami memutuskan kembali ke centraal station, beli cup noodles di supermarket dan balik ke hotel untuk menghangatkan diri sambil siap-siap menjemput mimpi untuk suatu saat bisa kembali lagi ke Volendam.

Paris, seminggu yang lalu

Cuaca akhir-akhir ini memang susah ditebak, sudah gak sesuai dengan musimnya seperti yang dulu pernah kita pelajari di sekolah. Harusnya masih musim kemarau, eh kok hujan. Harusnya udah musim semi, eh kok turun salju lagi. Tiba-tiba panas, tiba-tiba dingin, sebentar cerah, sebentar hujan, persis banget kayak mood perempuan #eh.

Tadi barusan baca berita di sini, yang menyatakan bahwa Perancis sedang dilanda badai salju hebat yang melumpuhkan sebagian wilayah Perancis. Alhamdulillah kami bener-bener beruntung karena minggu lalu diberi kesempatan oleh Allah untuk jalan-jalan disana pada saat cuaca cerah dengan suhu sekitar 8 derajat celcius. Karena rasa syukur yang teramat dalam inilah jadinya saya memutuskan untuk nulis tetang jalan-jalan di Paris duluan 😀

par10

Kami tiba di Bandara Charles De Gaulle Paris sekitar jam 10 malam dan langsung istirahat di hotel F-1 Roissy di dekat bandara supaya bisa langsung istirahat setelah penerbangan selama kurang-lebih 2 jam dari Barcelona. Besok paginya baru deh kita menuju pusat kota untuk berkeliling Paris.

par1

Berhubung di Paris ini udah hari-hari yang agak terakhir dari trip kami, jadi udah lumayan kehabisan tenaga untuk muter-muter *pijit-pijit betis*. Untungnya main attractions-nya Paris hanya berpusat di sepanjang sungai Seine. Jadi daripada capek-capek jalan, naik turun tangga dan naik metro, belum lagi kalo nyasar, akhirnya kami memutuskan untuk naik batobus dengan tiket one day pass seharga 15 euro. Batobus itu sejenis hop on hop off tapi pake kapal. Ada 8 stasiun pemberhentian di sepanjang sungai Seine yang kami bisa naik turun sesukanya yaitu, Eiffel, Musee D’ Orsay, Notre Dame, Saint Germain Des Pres, Hotel De Ville, Jardin Des Plantes, Louvre, Champ Elysees. Info lebih lengkap bisa diliat langsung di websitenya. Menurut saya sih cukup worth it dan recommended karena kami bisa naik turun kapal seharian, kapalnya pun nyaman sampe bisa ketiduran-ketiduran di dalem 😀 *ngelap iler*

par11

par12

par13

Saya memang cuma merencanakan satu hari aja di Paris. Soalnya mikirnya ah paling Paris ya gitu-gitu aja, mahal pulak. Muter-muter pake batobus seharian juga kelar. Tapi ternyata muter 8 stasiun pake batobus kalo gak keluar kapal sama sekali itu butuh 2 jam sendiri. Sementara batobus kalo bulan September – April gini beroperasi dari jam 10 sampai jam 7 malam aja. Kalo musim panas (April – September) baru deh dia operasinya sampai jam 9.30 malam. Karena awal-awal sempet santai-santai di dalem kapal aja akhirnya kami cuma bisa berhenti di 4 stasiun aja yaitu Eiffel, Musee D’ Orsay, Saint Germain Des Pres, dan Louvre. Tapi gak apa-apa deh, cukup puas kok meskipun agak sedih gak sempet turun ngeliat Champ Elysees dan cuma bisa motret Katedral Notre Dame dari kapal.

par9

Kami puas-puasin naik batobus sampai bener-bener kapal terakhir yang beroperasi *gak mau rugi*, sampai udah gelap dan sungai seine semakin cantik oleh lampu-lampu dari menara eiffel dan kapal-kapal dinner cruise. Seaindainya masih punya anggaran kayaknya nyobain dinner cruise di atas kapal sambil mengarungi sungai seine ini pasti romantis banget deh *buka dompet* *keluar laler* *mewek* 😦

par3-horz

Untungnya stasiun Jardin Des Plantes lumayan deket sama hotel kami di Ibis Gare Du Lyon. Jadi yaudah deh kami turun di stasiun itu trus jalan kaki 10 menit sampai hotel. Horeee gak perlu keluar duit untuk naik metro lagi. Alhamdulillah sehari di Paris yang cukup berkesan.

Semoga badai salju di Perancis segera berlalu, aamiin

Weekend Gateway ke De Ranch

Berhubung belum ada waktu buat hanimun, sementara saya kalo sebulan aja gak jalan-jalan rasanya gatel banget *padahal gatelnya karena gak mandi*, jadi saya kami memutuskan untuk weekend gateway ke tempat yang deket yaitu Bandung. Mau kemana aja di Bandung? Gak direncanakan secara detail, nanti mengalir ajalah disana.

photoshake_1346460794887

Kami berangkat naik kereta Argo Parahyangan hari sabtu jam 6 pagi, dan tiba di Bandung sekitar jam 9. Di luar stasiun udah banyak angkot dengan berbagai jurusan, dan kami memutuskan untuk naik angkot jurusan St Hall – Lembang. Di dalem angkot saya browsing-browsing dan kemudian memutuskan untuk ke De Ranch yang kebetulan bisa dicapai dengan angkot yang kami naiki ini, tinggal turun di pertigaan pasar Lembang terus jalan dikit ke arah tahu tauhid, dan nyampe deh di De Ranch.

Camera 360

De Ranch adalah tempat wisata bernuansa country dengan tagline “wisata kuda ala cowboy”. Berbagai jenis permainan ala cowboy tersedia disini, mulai dari berkuda, rodeo, delman, dan gerobak domba. Permainan lain seperti flying fox, fun boat, balon air, sampai ATV juga ada disini. Tiket masuk De Ranch sangat terjangkau, cuma goceng. Tiketnya pun bisa dituker dengan welcome drink berupa susu segar dengan berbagai pilihan rasa atau teh hangat. Sedangkan tarif permainan-permainannya berkisar antara 15.000 sampai 30.000 saja.

Camera 360

Camera 360

Begitu masuk, kami langsung disambut dengan berbagai stand makanan yang menggoda mulai dari menu western seperti steak, sosis, sampai menu Indonesia seperti nasi timbel dan tempe mendoan. Berhubung belom sarapan, maka kami pun tergoda untuk berbelok di salah satu stand makanan yang menjual makanan sunda. Saya pesen nasi tutug oncom, si bebeb pesen nasi timbel, kamipun makan dengan khidmat sambil menikmati pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Menurut beberapa blog dan artikel yang saya baca, makanan yang recommended disini adalah tempe mendoan dan sosis bakarnya. Setelah saya cobain, ternyata emang enak pemirsa. Tapi entah beneran enak atau apa karena saya lagi laper banget ya, ntar dicobain sendiri aja deh ya *dijejelin piring*.

BM3

BM6

Camera 360

Selesai makan kami foto-foto dan jalan-jalan aja keliling De Ranch. Lagi gak kepengen aja nyobain permainan-permainannya, lagian yang maen juga kebanyakan anak-anak kecil, kan gak enak *gakmau ngaku kalo bokek* 😀 Puas jalan-jalan dan foto-foto gak jelas, kami memutuskan untuk cabut dari De Ranch. Tapi karena adzan dzuhur sudah berkumandang, kami numpang sholat dulu disana. Musholanya bersih dan luas, toiletnya juga bersih dan gratis, benar-benar tempat yang menarik untuk berlibur atau sekedar melepas kepenatan.

Info:

De Ranch – Jl. Maribaya no. 17 Lembang

Hari senin tutup

Bisa dicapai dengan angkot jurusan St. Hall – Lembang turun di pertigaan pasar Lembang tarif Rp 6000 per orang *jauh soalnye*

Family Gathering di Pulau Putri

Saya tuh sebenernya paling males kalo ada acara kantor di weekend, entah itu dinas, outing, atau family gathering. Abisnya senin – jumat udah ketemu sama orang-orang kantor, masa sabtu-minggu masih juga harus ketemu mereka lagi? hih bosen!

Beberapa waktu sebelumnya sudah tersebar isu bahwa kantor saya berencana ngadain acara family gathering di pulau Putri, kepulauan Seribu. Tempatnya sih kayaknya oke ya, tapi yang bikin males adalah weekend sama orang-orang kantornya itu. Dan karena judul acaranya adalah family gathering, jadi idealnya yang udah berkeluarga ngajak keluarganya donk ya. Berhubung si Bebeb tanggal itu lagi on di Jambi, makin males dan makin kuatlah alasan saya untuk gak ikut family gathering. Di tanggal yang sama pula ternyata Fanny dan Diba dari geng Harapan ngajakin trip ke pulau Pari. Nah acara ini jelas lebih menarik, saya langsung ngedaptar jadi peserta dan udah ngebayangin asiknya snorkeling plus banana boat di pulau Pari nantinya, cihuy!

Tiba-tiba beberapa hari sebelum hari H, ibu bos meminta saya supaya ikutan family gathering nemenin beliau, karena beliau juga dateng sendirian. Suaminya lagi dinas ke luar kota, dan anak-anaknya gak ada yang mau ikut. Dilema deh nih, di satu sisi gak tega ngebiarin bu bos sendirian disana. Karena temen-temen lain pada bawa keluarga, saya doank yang jadi jomblo musiman. Tapi di sisi lain males banget harus ketemu orang kantor, dan saya lebih pengen ke pulau Pari bareng Fanny dan Diba. Aaarghh belah saja aku sekarang, Rhoma! *ditiban rebana*

Akhirnya di detik-detik terakhir, demi karir saya di dunia perminyakan, terpaksalah saya harus memilih untuk menghadiri family gathering ini bareng bu bos. Dan dengan amat sangat menyesal harus batal ikut trip ke Pari bareng Fanny dan Diba. I’m sorry guys T_T

Camera 360

Gak kayak trip saya ke pulau seribu yang biasanya yang nyebrang lewat dermaga muara angke, kali ini saya mengalami peningkatan status sosial karena nyebrang lewat dermaga marina, Ancol. Kapal yang dinaikin juga bukan kapal motor kayu kayak biasanya, tapi kapal fastboat yang keren. Tapi kalo seandainya bisa milih sih, lebih memilih berada di muara angke dengan berbagai aroma keamisannya dan naik kapal jelek tapi bareng temen-temen daripada disini tapi gak nyaman.

PicsArt_1358322904187

Pulau Putri ini letaknya deket sama pulau Bira, nyebrang pake fastboat kesini cuma perlu 1 setengah jam. Emang lumayan beda jauh sama naek kapal motor yang biasanya memakan waktu 3 jam lebih. Sampe pulau putri, kami dikasih welcome drink jus jeruk lalu cek in ke cottage masing-masing. Pulau putri ini pulau yang sudah dikelola dengan rapi semacam resort gitu, dengan penginapan berbentuk cottage yang dilengkapi berbagai fasilitas ada meeting room, kolam renang, banana boat, sea tunnel, glass bottom boat, dan lain-lain. Tempat yang sangat menyenangkan buat liburan, seandainya gak sama orang-orang kantor *sigh*.

PicsArt_1358323098454

Abis cek in dan beres-beres sebentar kami makan siang dilanjut games garing standart family gathering. Tapi yaudahlah ya berusaha dinikmati aja, untungnya EO family gathering ini pada kocak-kocak semua jadi gamesnya gak garing-garing amat. Abis keringetan main games terpaksa mandi karena sekamar sama bu bos. Setelah bersih dan wangi, siap ber-sunset cruise pake kapal yang udah disediakan.

PicsArt_1358322286867

Malemnya acara basa-basi, nyanyi-nyanyi, dan pengundian doorprize. Biasanya kalo urusan undian-undian gini saya hokinya kecil, gak pernah dapet meskipun hadiahnya cukup banyak. Hadiah utama untuk doorprize kali ini adalah iphone dan Samsung Galaxy Tab. Hadiah hiburan yah kayak biasanya magic jar, blender, setrika, kompor, dan kipas angin. Bu bos udah dapet blender, dan bener aja donk, nama saya gak dipanggil-panggil sampe hampir hadiah utama. Yaudahlah hopeless, hoki saya belum berubah ternyata. Akhirnya sambil dengerin pengumuman doorprize, saya maenan games di hape biar gak ngantuk. Tiba-tiba nama saya dipanggil, hah?! Antara kaget dan gak percaya, beneran nih?! Alhamdulillah ternyata saya beneran beruntung dapet dooprize TV LED Samsung 22 inch, lumayan banget buat isi rumah baru. Rejekinya orang abis nikah kali ya 😀

PicsArt_1358322435695

Besoknya karena udah acara bebas, saya niatnya mau bangun pagi buat hunting sunrise sama keliling pulau, tapi ternyata kok males ya bangun pagi 😀 Jadinya nerusin tidur sampe jam 8 pagi. Abis sarapan, kami nyobain naik glass bottom boat sama masuk sea tunnel. Glass bottom boatnya gak kayak yang di Bali tapi kayak kapal yang ada tangga ke bawahnya, trus kami duduk di bawah situ ada kaca-kaca di sampingnya buat ngeliat pemandangan laut, bagus sih. Kalo sea tunnel kayak miniatur seaworld gitu, tapi ikannya dikit banget. Abis itu gatel banget pengen snorkeling, udah bawa perlengkapan juga sih kan sayang kalo gak dipake. Temen-temen yang lain ada yang main banana boat, ada yang canoeing, dan banyak juga yang snorkeling, jadi makin pengen deh. Meskipun udah jam 10 dan udah panas tapi gak papa lah tetep nyemplung. Tapi ternyata underwaternya gak ada apa-apa, cuma banyak ikan-ikan di sekitar tangga, jadinya cuma nyemplung sekitar setengah jam aja trus balik ke kamar buat packing.

PicsArt_1358322622652

Abis makan siang, kami balik deh ke Jakarta. Ya meskipun awal-awal agak ngebetein, tapi so far lumayan lah family gathering kali ini. Apalagi bawa pulang TV LED *peluk tipi erat-erat* 😀