Sebenernya saya gak terlalu lancar mengendarai sepeda. Kadang masih suka oleng dan mau jatoh gitu, apalagi kalo sepedanya tinggi. Kayaknya sih saya emang agak bermasalah sama keseimbangan (termasuk keseimbangan hidup), jangankan naik sepeda wong jalan kaki aja kadang masih suka kesandung dan nabrak-nabrak apalagi kalo ada cowok cakep. Tapi demi menghemat ongkos transportasi dan kebetulan dipinjemin sepeda sama owner B&B di Verona, akhirnya ada hari dimana saya nekat bersepeda keliling kota Verona bareng mas Bebeb.
Tag Archives: Backpacking
Pantai Green Bowl dan Ratusan Anak Tangga
Bro dan sis sekalian yang sering ke Bali pastinya udah ikrib banget sama yang namanya Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, Dreamland, Pandawa dan lain-lain. Tapi udah beberapa kali ke Bali masa ke pantai yang itu-itu melulu kan bosen juga ya shay 😀 Sedangkan kalo mau ke Finn’s Beach Club atau Sundara Beach Club sungguh hamba yang hanyalah remahan rempeyek ini belom mampu 😥 Semoga kapan-kapan bisyalah ya kesana *kedipin mas bebeb*
Sebait Doa di Masjid Biru

”hey, do you want to pray?” teriakan salah seorang petugas berjaket hitam mengagetkanku yang sedang bengong mengantri di depan pintu masuk masjid.
Kereta Api Penataran Ekspres
Kalo udah musim liburan, kondisi lalu lintas kota manapun bisa tiba-tiba berubah menyerupai kondisi lalu lintas ibukota saat jam pulang kantor, macet bangeud! Begitupun kota Malang saat libur natal dan tahun baru kemarin, horor banget deh jalanan. Hal ini yang bikin saya jadi males pergi ke mana-mana saat mudik kemarin, selain karena sekarang di rumah udah gak punya mobil lagi #malahcurhat 😀
Selain lalu lintas di dalam kota Malang, lalu lintas pada akses jalan menuju dan keluar Malang juga dapat dipastikan padat merayap. Karena banyak orang dari luar kota dateng ke Malang, dan banyak orang Malang yang juga jalan-jalan ke luar kota, ruwet jaya lah pokoknya.
5 Minutes
Sudah hampir setengah jam kami berjalan kaki berputar-putar di sekitar metro stop Loreto dan mengikuti petunjuk arah yang diberikan via email oleh si pemilik B&B, tapi tak juga menemukan jalan yang dimaksud, via Monteverdi. Karena sudah lelah berjalan kaki sambil menggendong backpack, dan suasana kota Milan malam itu yang semakin sepi akhirnya kami memutuskan masuk ke sebuah hotel kecil dan bertanya pada seorang laki-laki paruh baya disana. Dengan bahasa Inggris campur Italia dia menjelaskan arah menuju via Monteverdi kepada kami. Setelah mengucapkan terimakasih, kami kembali menyusuri jalan. Akhirnya setelah berjalan 2 blok, kami menemukan via Monteverdi yang memang tidak jauh dari metro stop Loreto dari sisi yang lain. Rupanya kami salah memilih jalan keluar dari metro stop sehingga akhirnya kesasar jauh 😀




