5 Minutes

Sudah hampir setengah jam kami berjalan kaki berputar-putar di sekitar metro stop Loreto dan mengikuti petunjuk arah yang diberikan via email oleh si pemilik B&B, tapi tak juga menemukan jalan yang dimaksud, via Monteverdi. Karena sudah lelah berjalan kaki sambil menggendong backpack, dan suasana kota Milan malam itu yang semakin sepi akhirnya kami memutuskan masuk ke sebuah hotel kecil dan bertanya pada seorang laki-laki paruh baya disana. Dengan bahasa Inggris campur Italia dia menjelaskan arah menuju via Monteverdi kepada kami. Setelah mengucapkan terimakasih, kami kembali menyusuri jalan. Akhirnya setelah berjalan 2 blok, kami menemukan via Monteverdi yang memang tidak jauh dari metro stop Loreto dari sisi yang lain. Rupanya kami salah memilih jalan keluar dari metro stop sehingga akhirnya kesasar jauh πŸ˜€

PicsArt_1365054548557

Kami tiba di depan sebuah bangunan tua berpagar tinggi, bersebelahan persis dengan restoran franchise berlambang huruf M. Setelah mencocokkan alamat, RT/RW dan nomer yang ada di bangunan, satu-satunya tanda yang membuat kami sedikit yakin bahwa gedung itu adalah B&B tempat kami menginap adalah sebuah tempelan post it kecil di bawah bel yang bertuliskan “B&B -> press the bell”. Saya memencet bel, lalu terdengar suara laki-laki dengan bahasa Italia, saya menjawab dengan terbata-bata “B&B Monteverdi?” Kemudian voila, pintu pagar terbuka dengan sendirinya. Jadi berasa kayak di film Harry Potter dimana ketika mau masuk ke dalam asrama Gryffindor murid harus terlebih dahulu menjawab password yang ditanyakan oleh lukisan nyonya gemuk πŸ˜€

B&B Monteverdi terletak di lantai 3 bangunan tua itu, disana kami disambut senyuman seorang laki-laki Italia muda, berambut pirang, bermata biru, sebut saja namanya Michael. Saya menyerahkan kertas bukti bookingan B&B, kemudian dia mengecek data di komputernya. Sepertinya ada sedikit masalah sehingga dia harus menelepon seseorang. Sambil menempelkan telepon genggam di telinganya yang berhiaskan anting emas, dia berkata pada kami “wait, 5 minutes”. Dia nyerocos di telepon dengan bahasa Italia, kemudian beranjak dari kursinya, keluar ruangan dan berkata lagi “5 minutes…5 minutes”. Saya pun mulai bingung dan deg-degan. Kami gak pakai sarung, kenapa dia terus-terusan ngomong 5 minutes ya? *cuma anak 90an yang ngerti ini* :mrgreen:

Beberapa saat kemudian dia kembali ke ruangan sambil tersenyum dan berkata “no problemo, no problemo”. Lalu dengan gerakan tangannya Michael mengantar kami menuju kamar. “Sorry I can’t speak English” Dia berkata sambil membuka pintu kamar berisi 5 tempat tidur dengan selimut warna-warni dan handuk diatasnya. Kami saling pandang dan melongo, karena yang kami pesan adalah kamar dengan 2 tempat tidur seharga 40 EUR.

PicsArt_1365053517106

PicsArt_1365053597309

“This is your room” katanya lagi sambil menyerahkan kunci kepada saya. Nampaknya dia ingin menjelaskan sesuatu tapi karena kendala bahasa jadi dia hanya mengulang-ulang kata “This is your room” “sorry” dicampur bahasa Italia. Dengan bahasa Inggris dibantu isyarat tangan, kertas bookingan dan selembar uang 50 EUR, saya mencoba bertanya kepada MichaelΒ apakah kamar ini cuma buat kita berdua atau ada orang lain? lalu apakah rate kamarnya berubah?. Dia nampak kebingungan, menggaruk-garuk pelan kepalanya dan mengulangi lagi kata-kata “this is your room” kali ini dengan mengangkat 2 jari sambil menunjuk kami. Dia mengambil kertas bookingan dan lembaran 50 EUR yang saya sodorkan dan kembali berkata “oke, 5 minutes” kemudian meninggalkan kami yang akhirnya memutuskan untuk menerima kamar dengan 5 tempat tidur ini apa adanya karena pinggang udah berasa minta diganti.

Ketika kami sedang membereskan barang bawaan, Michael mengetuk pintu kamar. Dia menyerahkan uang kembalian 10 EUR kemudian dengan gerakan tangan mengajak kami keluar kamar.

“This is Bathroom” Dia menunjukkan dua buah kamar mandi yang bersih dan lengkap dengan hairdryer.

PicsArt_1365053802618

Kemudian dia mengajak kami ke dapur mungil yang dilengkapi microwave, kulkas, dan coffemaker. “this is breakfast…uhmm all in here”. Dia menunjuk kulkas berisi air mineral, susu dan jus. Kemudian menunjuk tumpukan roti di salah satu sudut, buah-buahan di dekat rak piring, dan terakhir menunjuk wastafel. Saya mengangguk dan berkata “oke” sebagai tanda mengerti, lalu dia kembali berkata “all in here”. Iye iye ngerti mas, pokoknya semua yang disini boleh dimakan dan diminum kan, abis itu jangan lupa cuci piring sendiri gitu kan, saya menggumam.

PicsArt_1365054228014

PicsArt_1365054065669

PicsArt_1365054353558

“oke…oke…sleep, thank you” Dia mempersilahkan kami untuk beristirahat di kamar, sementara dia berjalan menuju ruangannya.

***

Keesokan paginya ketika kami selesai sarapan dan bersiap pergi ke Duomo, kami bertemu lagi dengan Michael yang tampaknya baru bangun tidur. Dia tersenyum kemudian bertanya dengan bahasa Inggris campur Italia sambil meletakkan kedua tangan di pipi menirukan orang tidur “how’s your sleep?” blablala metropolitana blalblablablaΒ !@#$%^*. Dalam persepsi kami, mungkin dia mau nanya, hei gimana tidurnya, enak? gak terganggu suara metro kan? kira-kira gitu ya. Lalu kami tersenyum sambil menjawab “perfecto!”

info

B&B Monteverdi

Via Monteverdi 15, Milan – Italy

Phone/Fax : +390249436844

email :Β  bebmonteverdi@gmail.com

bisa dipesan melalui situs hostelworld. Dipinjemin handuk, dikasih peralatan mandi gratis, wifi gratis dan sarapan sepuasnya. Terletak di dekat metro stop Loreto, dan sebelahnya persis ada Mekdi πŸ˜€

Advertisements

41 thoughts on “5 Minutes

  1. tinsyam

    how’s your sleep, right, blablah metropolitana, blablah have a nice tralalatrilili.. kayanya bahasa kaya gitu jadi familiar deh apalagi dibarengin bahasa badan dan tangan juga mimik.. jadi sebenernya 50e itu minta 2 tempat tidur dapatnya 4 tempat tidur? ga ada penghuni lain gitu? tempatnya asik juga ya..

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      Iyaaa bisa ditebak2 gitu ya mba mau ngomong apa. 40e hrsnya yg private bed buat 2org. Tp ini dikasihnya yg 5bed buat berdua…yaudah gpp harganya sama ini πŸ˜€ tadinya mau pindah2 tidurnya biar kepake semua itu bed #yakaliiiii x))))

      Like

      Reply
      1. dseptia

        Iya hehe ke italia tapi cuma mampir roma aja.. :)) ooo malang toh.. kirim kirim apel dong πŸ˜€ aku juga di jakarta.. kapan-kapan ketemuan yuk hehehe

        Like

  2. giewahyudi

    Huwaaa ini di Milannnnn, mana San Siro-nya. #Milanisti

    Hotelnya lumayan nyaman kelihatannya ya. Cuma ya karena orang Italia tuh banyak yang kurang ngerti bahasa Inggris jadinya ya mending pakai papan tulis. ;D

    Like

    Reply
  3. Dewi

    hahahahaha,,, lucu si michelnya itu mbak,, atau mbaknya yang lucu ceritanya?? #garuk kepala

    kamarnya lucu mbak,, tapi keliatannya kalo buat orang 70’an (indonesian people) kurang cucok ya mbak πŸ˜†

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s