Kalo bukan karena diajakin @VisitJawaTengah untuk ikutan #FamTripJateng, manalah mungkin saya yang cuma remah-remah rempeyek ini bisa berkunjung ke Yuasa Food Indonesia, salah satu UKM produsen manisan carica dan melihat langsung proses pengolahan buah carica menjadi manisan carica yang saat ini sudah populer sebagai oleh-oleh khas Dieng.
Category Archives: Jalan-Jalan
Males Mandi Survival Guide
Memiliki blog dengan judul males mandi, tapi belum pernah memberikan tips-tips males mandi yang aman, nyaman dan bersahaja rasanya memang kurang lengkap. Apalagi banyak yang gak percaya kalo saya ini males mandi beneran, meskipun yang percaya juga lebih banyak lagi sih *disiram* ๐ Oleh karena itu di musim hujan yang dingin-dingin empuk dan bikin males mandi ini saya ingin berbagi tips bagaimana caranya tetep wangi, enerjik dan ceria senantiasa meskipun enggak mandi. Ini juga bisa diterapkan saat lagi traveling, dimana kondisi tidak memungkinkan kita untuk mandi, atau benernya bisa sih mandi tapi gaktau kenapa males aja gitu *podho wae, Dit* *kemudian didorong ke sumur*.
Gua Jomblang : Journey to The Center of The Earth
Caving ke Gua Jomblang adalah bucket list dari beberapa tahun yang lalu, tapi karena satu dan lain hal seperti budget yang terbatas, waktu yang belum pas, dan ga ada temen yang mau diajakin, akhirnya Tuhan baru mentakdirkan saya caving di gua Jomblang bertepatan pada ulang tahun saya yang ke tujuhbelas kemarin ๐ *robek2 KTP*. Bersama 5 orang teman, salah satunya Aqied, kami menempuh 90 menit perjalanan dari pusat kota Jogjakarta menuju Gua Jomblang yang terletak di Desa Jetis, Kecamatan Semanu, Wonosari, Gunungkidul.
Kondangan Trip + Birthday Trip to Jogjakarta
Tadinya sih gak kepengen nulis ini, abisnya malu wong udah tua kok masih nulis ulang tahun – ulang tahunan ๐ Tapi berhubung lagi gak punya ide dan bahan lain yaudah deh ya tulis aja sedikit.
Berani Career Break ?
When youโre 80 which will you remember? Another 3 month spent in office, or the 3 months when you experienced something new?
โ unknown โ

sumber gambar dari sini
Memasuki hari ke 14 di bulan Januari dan kerjaan mulai bikin mabok Yah namanya juga corporate slave, tiap awal tahun pasti dicekokin target yang lumayan bikin kepala pening. Tahun 2015 ini adalah tahun ke 7 saya mencari sesuap nasi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi. Entah setia, stuck, terlalu nyaman, atau takut gak bisa dapet pekerjaan yang lebih baik lagi ๐ Jujur saya adalah orang yang gak berani mengambil risiko, kalo di istilah ekonomi/investasi bisa disebut risk averse. Tujuh tahun berada di satu divisi yang mengurusi itu-itu aja tentunya sangat bikin saya bosen dan demotivasi. Berangkat ke kantor tiap hari rasanya udah kayak robot, gak ada semangat, kerjaan juga dikerjakan sesuai kemampuan dan sesuai instruksi atasan tanpa adanya ide-ide baru untuk didiskusikan. Iklim kantor yang gak kondusif, career path yang gak jelas, organisasi dan jobdesc yang acak adut sukses bikin saya jadi makin males ngantor. Belom lagi tuntutan bertahan hidup di ibukota yang bikin warga pinggiran kayak saya ini harus ngerasain tua di jalan. Berangkat ngantor subuh-subuh, pulang ke rumah udah hampir isya, lelah cyin. Bahkan weekend getaway dengan traveling ala backpacker yang saya sering lakukan pun gak membantu sama sekali. Yang ada malah saya makin semangat menyusun trip-trip selanjutnya, bukannya semangat kerja ๐




