Tag Archives: Malaysia

Mamacation ke Penang

the-TOP-penang

Mamacation, meminjam istilah dari bapak travel blogger panutan Ariev Rahman, yang artinya mama vacation atau bepergian bareng mama. Sejak papa meninggal tahun 2012, saya memang punya niat bahwa tiap tahun harus ngajakin mama jalan-jalan minimal 1 tahun sekali. Karena biasanya papa yang selalu ngajakin mama jalan-jalan. Kalo rejekinya lagi banyak bisa ngajak yang agak jauhan, kalo lagi ngepas ya yang deket-deket aja yang penting piknik bareng.

Continue reading

Tersesat di Ipoh

tersesat

apa jadinya kalo dua perempuan impulsif ketemu?

Untungnya sih impulsifnya “cuma” impulsif dalam hal jalan-jalan doank. Karena pada dasarnya kami memang gak terlalu doyan belanja hal-hal yang bersifat kebendaan. Ingatlah wahai saudara, bahwa semua benda itu fana *halah*. Oke, jadi dua perempuan impulsif itu saya dan Safitri, yang siang itu ga ada angin ga ada ujan tau-tau issued tiket Jkt-KL PP, dan tiket kereta KL – Ipoh PP. Duh kayaknya emang harus sering-sering ketemu Safi deh, mana tau besok-besok lagi mendadak impulsif beli tiket ke Rusia atau Peru gitu 😀 *dicekek mas bebeb*

Continue reading

Bermalam di Container

capsule by container

Selain wisata alam, wisata perkotaan, dan wisata belanja, saat ini yang tak kalah populer di kalangan pejalan adalah staycation alias wisata menikmati penginapan dan berbagai fasilitasnya. Penginapan yang tadinya cuma salah satu faktor pelengkap dalam berlibur, pada saat staycation jutru menjadi hal yang paling penting untuk ditentukan terlebih dahulu. Tidak hanya sekedar untuk tidur atau beristirahat seperti biasanya, penginapan untuk staycation ini harus memenuhi beberapa syarat diantaranya : pas di kantong, pas di hati, memiliki desain yang unik juga antimainstream, dan memiliki banyak sudut-sudut yang instagramable.

Continue reading

Berani Career Break ?

When you’re 80 which will you remember? Another 3 month spent in office, or the 3 months when you experienced something new?

– unknown –

ttridecouk

sumber gambar dari sini

Memasuki hari ke 14 di bulan Januari dan kerjaan mulai bikin mabok :mrgreen: Yah namanya juga corporate slave, tiap awal tahun pasti dicekokin target yang lumayan bikin kepala pening. Tahun 2015 ini adalah tahun ke 7 saya mencari sesuap nasi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi. Entah setia, stuck, terlalu nyaman, atau takut gak bisa dapet pekerjaan yang lebih baik lagi 😛 Jujur saya adalah orang yang gak berani mengambil risiko, kalo di istilah ekonomi/investasi bisa disebut risk averse. Tujuh tahun berada di satu divisi yang mengurusi itu-itu aja tentunya sangat bikin saya bosen dan demotivasi. Berangkat ke kantor tiap hari rasanya udah kayak robot, gak ada semangat, kerjaan juga dikerjakan sesuai kemampuan dan sesuai instruksi atasan tanpa adanya ide-ide baru untuk didiskusikan. Iklim kantor yang gak kondusif, career path yang gak jelas, organisasi dan jobdesc yang acak adut sukses bikin saya jadi makin males ngantor. Belom lagi tuntutan bertahan hidup di ibukota yang bikin warga pinggiran kayak saya ini harus ngerasain tua di jalan. Berangkat ngantor subuh-subuh, pulang ke rumah udah hampir isya, lelah cyin. Bahkan weekend getaway dengan traveling ala backpacker yang saya sering lakukan pun gak membantu sama sekali. Yang ada malah saya makin semangat menyusun trip-trip selanjutnya, bukannya semangat kerja 😀

Continue reading