Mamacation ke Penang

the-TOP-penang

Mamacation, meminjam istilah dari bapak travel blogger panutan Ariev Rahman, yang artinya mama vacation atau bepergian bareng mama. Sejak papa meninggal tahun 2012, saya memang punya niat bahwa tiap tahun harus ngajakin mama jalan-jalan minimal 1 tahun sekali. Karena biasanya papa yang selalu ngajakin mama jalan-jalan. Kalo rejekinya lagi banyak bisa ngajak yang agak jauhan, kalo lagi ngepas ya yang deket-deket aja yang penting piknik bareng.

famous-chendul

antrian cendol

Kalo tahun-tahun sebelumnya masih lebih banyak pergi ke dalam negeri aja, tahun ini berhubung harga tiket domestik sungguh mencekik akhirnya diputuskan pergi ke negeri tetangga, tepatnya ke Penang. Siang itu saya, mama dan adik sudah bersiap untuk menuju bandara menunggu datangnya taksi ke rumah setelah sebelumnya saya booking golden bird taxi melalui aplikasi. Karena perginya sama mama yang saat ini usianya sudah menginjak angka 62 tahun, semuanya harus serba nyaman mulai dari kendaraan sampai penginapan. Hari itu kami sampai di Penang sudah sore, jadi kami memutuskan untuk istirahat di hotel dan makan di restoran seberang hotel.

Potterhead Malaysia

Besoknya kami mau nyobain Penang Road Famous Teochew Chendul tapi males banget liat antriannya yang panjang udah gitu cuaca lagi panas-panasnya, akhirnya malah melipir ngadem ke Potterhead Malaysia, kafe bertema Harry Potter yang ada di Penang. Tempatnya emang gak terlalu besar, tapi cukup nyaman dan banyak ornamen Harry Potter di dalamnya.

harry-potter-cafe

aku anak Hufflepuff

potterhead-malaysia

Goblet of fire, Butterbeer, Polyjuice potion

harry-potter-penang

snack platter

Menu makanan dan minumannya memang gak terlalu banyak, tapi menarik sih ada minuman butter beer, polyjuice potion, goblet of fire dan lain-lain yang warnanya menarik banget. Di sini kita juga bisa foto-foto ala siswa Hogwarts, tersedia jubah, topi, dan syal asrama Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw, tinggal pilih yang sesuai karakter. Ada juga tongkat sihir dan sapu terbang untuk properti foto. Harga makanan dan minuman juga gak terlalu mahal.

Gurney Drive

gurney-penang

Gurney Drive

gurney-drive

kuliner Penang

Sorenya ketika cuaca sudah tidak terlalu panas kami beranjak ke Gurney Drive. Selama di Penang ini kami selalu naik taksi online karena lebih praktis dan nyaman. Ternyata setelah keliling sebentar di Gurney juga udaranya masih cukup panas meskipun udah sore, maklumlah sama mama jadi kudu yang nyaman dong.

chendul-penang

Ice Chendul

ice-kacang-penang

ice kacang

kwetiauw-penang

kwetiauw

Akhirnya kami masuk ke mall Gurney Plaza dan menemukan cabang Penang Road Famous Teochew Chendul di dalam mall, pas deh kalo gitu bisa makan makanan khas yang legendaris tapi gak perlu antri dan keringatan. Kami mencoba ice chendul, ice kacang, rojak dan kwetiaw, semuanya enak.

Roti Goyang Transfer Road

roti-canai-ayam

roti canai ayam

teh-tarik-penang

teh tarik

Bosen dengan makanan hotel, besok paginya kami jalan kaki mencari sarapan yang otentik. Ternyata di sekitar hotel banyak banget kedai makanan otentik yang menjual makanan-makanan khas, salah satunya Roti Goyang Transfer Road. Ini tempatnya cuma di trotoar pinggir jalan transfer road tapi rame banget. Menu khasnya adalah roti goyang yang sebenernya cuma roti dikasih toping telur setengah mateng jadinya telurnya goyang-goyang di atas roti. Saya ga doyan telur setengah mateng jadi memilih pesan roti canai ayam yang ayamnya masya Allah gede banget. Tapi roti canai dan bumbu kari-nya enak banget, ditambah minum es teh tarik malaysia yang rasanya selalu pas, gak berasa susu banget dan gak terlalu manis.

The Habitat Penang Hill

the-habitat-penang

The Habitat

Setelah kenyang sarapan kami naik taksi online ke Penang Hill, sebenernya ini udah kedua kalinya saya ke sini. Harga tiket masuk sekaligus naik tram PP adalah RM 30. Tujuan kami ke sini adalah ke The Habitat yang ada di dalam kawasan Penang Hill tapi bayar tiket lagi RM 55 karena kudu naik shuttle dan tempatnya memang beda. The habitat ini menawarkan suasana hutan hujan tropis dengan trekking yang cukup ringan, mama aja kuat kok masa kamu enggak.

Upside Down Museum

updown-museum-penang

upside down museum

Setelah lelah trekking dari The Habitat kami sempat menemani mama tidur siang dulu, maklumlah kan mama capek ya tapi kok saya sama adek ikutan ketiduran juga ya?! Abis itu sore-sore kami ber-alay ria foto-foto di Upside Down Museum. Tiket masuknya RM 27 tapi cukup worth it kok karena di setiap spot kita bakal difotoin dan diarahkan posenya supaya dapet foto terbaik.

Nasi Kandar Line Clear

nasi-kandar-penang

Nasi Kandar Line Clear

Belum ke Malaysia kalo belum makan nasi kandar. Di Penang banyak banget tempat yang jualan nasi kandar, tapi yang paling populer adalah nasi kandar line clear, nasi kandar deen maju dan nasi kandar beratur. Berhubung yang deket hotel adalah nasi kandar line clear, pastilah kami ke sana karena palingan rasanya juga gak jauh beda ya. Yang saya heran kenapa sih ayam di Malaysia itu gede-gede banget?! mau gak mau jadi ngebayangin wujudnya pas hidup hiiiyyy untung gak pernah ketemu.

The Top Komtar

mamacation-penang

mama bergaya

the-top-komtar-penang

berani gak?

Besok paginya kami jalan kaki ke Komtar karena cukup dekat dengan penginapan. Waktu pertama kali ke Penang saya gak sempat masuk ke dalam, jadi baru tahu kalo ternyata di Komtar itu ada banyak banget attraction, mulai dari indoor theme park sampai skywalk. Karena indoor theme park-nya terlalu anak-anak, kami memilih rainbow skywalk yang menawarkan sensasi melihat pemandangan Penang dari ketinggian 816 kaki. Ngeri-ngeri sedap juga sih berjalan di atas jembatan kaca tembus pandang setinggi itu. Tapi lebih ngeri kalo RUU KUHP jadi disahkan sih *eaaa* *anaknya sok melek politik*.

Semoga selalu dikasih banyak rejeki biar bisa ngajakin mama untuk mamacation ke tempat-tempat yang lebih jauh…aamiin! Oiya kalian sering jalan-jalan sama orang tua juga kah? cerita dooong!

 

Advertisements

26 thoughts on “Mamacation ke Penang

  1. kresnoadi DH

    Lho, aku baru tahu kadit punya adek. Huehehehe. Wah, wah jadi ngebayangin bikin roti goyang. Keren juga namanya. Soalnya pas kecil suka dibikinin mbak pembantu sandwich ala ala gitu. Pake telur sama roti, terus tomat, timun, pake sambel sama saos tomat dan tentunya… kecap.

    Ya oke. Ini malah jadi hamba cerita gajelas.

    Like

    Reply
  2. Wulan

    Halo Mbak Dita. Aku biasanya kalau liburan pasti selalu sama orang tua dan adik.
    Biasa hanya domestik aja, tapi kok ya tiket domestik semakin mencekik. Jadi kepikiran pengennya tahun depan mau coba ke LN. Cuma jadi galau soalnya mau jalannya pas sincia, di SG selain tiket dan penginapannya jadi mahal banget, banyak yang tutup juga. Sempet kepikiran apa ke Malaysia aja yak. Kalau Penang wiskulnya pada buka ga ya, Mbak? Maklum pada doyan makan semuanya. hahahahaha

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      aku belum pernah pergi pas Sincia sihh, kalo Singapore pada tutup emang ya? mungkin kalo Malaysia enggak ya…karena lebih banyak orang Melayu-nya (mungkin sihh)

      Like

      Reply
  3. Matius Teguh Nugroho

    Whaaattt ada cafe Potterhead di Penang? Waaa aku mau foto-foto ala anak Slytherin! Di Penang dulu aku malah nggak kulineran kak, karena waktu itu kurang browsing, aku nggak tau kalau Penang ini surga kuliner.

    Itu sorenya jam berapa, kak? Mengingat Malaysia memang gelap lebih lambat. Jam 6 menurutku baru disebut sore.

    Mama kamu udah 60-an tahun tapi masih bugar ya penampilannya. Salam buat beliau.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      adaaaa, di PIK aja ada lho hihhihi tapi mending sekalian ke Penang aja ya πŸ˜€

      Sore waktu itu masih jam 5an sih, itungannya sama kayak jam 4 sini ya masih panassss

      iyaaaa mamaku idolaku deehh!! makasih yaaa

      Liked by 1 person

      Reply
  4. CREAMENO

    Nasi Kandar Line Clear juga favorit saya kalau lagi ke Penang, hehehe. By the way kenapa ayam Malaysia itu besar-besar karena type-nya seperti ayam kampung kalau di Indonesia. Semacam tulang besar begitulaaaah hihi (itu juga kata kenalan yang memang orang Malaysia) πŸ˜€

    By the way, saya juga suka makan di Gurney especially saat menunggu sunset. Aduuuh jadi kangen wiskul di Penang deh hihi. Ohya saya doakan semoga bisa mamacation ke negara-negara yang lebih jauh lagi ya dan semoga mama selalu sehat πŸ˜€

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      iyaaa waktu itu aku kaget dibilang itu ayam kampung, kok gede banget…ternyata emang tulangnya gede2 yaaah!

      aamiin terima kasih doanya kaaaak πŸ™‚ semoga dirimu sekeluarga juga sehat selalu

      Like

      Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s