Tag Archives: kuliner

Belajar Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah

berkuda-daarus-sunnah

Menyambut hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi, marilah kita posting hal-hal yang agak religius biar gak dibilang mementingkan urusan duniawi melulu *benerin jilbab* *sekali-sekali pencitraan* ๐Ÿ˜€

Karena udah agak bosan dengan olahraga lari yang belakangan ini jadi makin mainstream dan harga race yang makin mahal, saya mulai mencari-cari alternatif olahraga lain yang lebih seru. Sempat nyobain olahraga bola bekel, tapi ternyata kurang menantang dan kurang membakar kalori *ya menurut ngana?!* ๐Ÿ˜› Sempat juga beberapa kali saya ikutan yoga, seru sih tapi lebih enak kalo outdoor dan di gunung *banyak maunya*. Sampai akhirnya minggu lalu seorang teman mengajak saya untuk mencoba olahraga memanah dan berkuda. Saya sih langsung mau aja karena saya emang murahan selama ini masih awam banget dengan kedua bidang olahraga tersebut, pasti bakalan seru nyobain hal-hal yang baru.

Continue reading

Makan Sehat ala Yunani di Gyros Alley

1440034458595

Seumur-umur saya belum pernah makan makanan Yunani, kalo masakan Yu Sum atau Yu Djum sih udah sering ๐Ÿ˜› *ditiban kendi*. Makanya waktu Travel N Blog mau bikin acara ngobrol santai sambil buka puasa di sebuah restoran dengan citarasa Yunani bernama Gyros Alley, saya langsung antusias mendaftarkan diri. Restoran dengan nuansa biru putih ala bangunan-bangunan Santorini yang sering kita lihat di foto atau kartupos ini berlokasi di daerah Blok M. Ini artinya saya harus berangkat jauh lebih awal dari jadwal acara yang ditentukan, mengingat lalu lintas di daerah Blok M apalagi jam pulang kantor yang selalu macet.

Continue reading

Ngemil Centil di Spumante

1436512413864

Sabtu malam, pukul 18.30 WIB

“Dit, ngemil yuk! Gue Jemput”

Sebuah pesan whatsapp meluncur ke handphone saya dan beberapa detik kemudian tanpa banyak bertanya ke mana, sama siapa aja, langsung saya tanggapi dengan singkat dan padat “yuk!”. Maklumlah, sebagai korban LDR yang sering kesepian gak ada kerjaan di sabtu malam (iya SABTU MALAM bukan malam minggu), saya jadi murahan tiap kali ada ajakan jalan-jalan atau sekedar ngemil. Apalagi kalo ajakannya ditambahin fasilitas “gue jemput” kayak gini, tanpa ragu-ragu langsung saya iyakan meskipun baru sadar kalo seharian itu ternyata saya belum mandi sama sekali ๐Ÿ˜› *brb semprot parfum ke segala penjuru*

Continue reading

Terkocok-kocok di Warung Sambal Kocok Mamah Sum Gendut

1437626080663

Memasuki H+7 lebaran, rasanya belum terlambat ya kalo malesmandi dotcom mau ngucapin Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan *sungkem* ๐Ÿ™‚ Biasanya seminggu setelah lebaran gini di tempat tinggal saya Malang – Jawa Timur ada tradisi yang dinamakan Kupatan. Yaitu tradisi membuat ketupat dan berdoa bersama-sama di masjid atau musholla. Dulu saya suka iri sama temen-temen yang tinggal di daerah lain yang begitu lebaran udah langsung bisa makan ketupat dan opor, karena di tempat tinggal saya ketupat baru boleh disajikan seminggu setelah lebaran. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, yang menjalankan tradisi ini sudah mulai berkurang, ketupat dan opor pun sudah banyak ditemui sebagai sajian lebaran di hari pertama. Gak heran seminggu setelah lebaran gini rasanya lidah dan perut udah gak bisa lagi menerima menu ketupat.

Continue reading

Kulineran di Bale Bengong Seafood Resto bareng PergiKuliner

image

Halim Perdana Kusuma?!

Selain bandara memang apa lagi menarik di kawasan ini? Saya begumam sambil memandangi undangan buka bersama via whatsapp yang menyebutkan lokasi โ€œBale Bengong Seafood Resto, Jl. Angkasa – Halim Perdana Kusumaโ€. Salah satu pertimbangan saya untuk hadir ke undangan buka bersama adalah lokasi tersebut bisa dijangkau oleh kendaraan umum. Maklum lah sebagai kaum tak berkendaraan pribadi dan pengguna angkutan umum garis keras, hal tersebut memang cukup krusial. Jika saya rasa lokasinya cukup jauh dan tidak ada rute kendaraan umum, saya lebih memilih melewatkannya saja. Tapi setelah browsing sana-sini dan bertanya kepada si pengundang, ternyata lokasi tersebut bisa dijangkau menggunakan bus transjakarta kemudian sambung angkot, akhirnya saya pun menyanggupi untuk hadir.

Continue reading