Siang itu, seorang teman ngajakin saya makan siang ke luar kantor dengan tujuan pengen cari suasana baru dan sekalian cari tempat yang nyaman buat ngegosip. Bosen juga sih memang kalo tiap hari makan siang di kantin kantor, ketemunya sama mamang gado – gado yang itu, abang tukang sate yang sono, dan orang – orangnya yang “lu lagi – lu lagi” Berhubung udah lama penasaran sama Waha Kitchen yang ada di Hotel Kosenda, dan setelah baca-baca beberapa review yang katanya tempatnya enak, plus menu makanannya yang Asian Food, akhirnya kami langsung meluncur dari kantor menuju kawasan Thamrin untuk makan siang di Waha Kitchen.
Category Archives: Makan-Makan
Lupa Kolesterol di Cirebon
Orang Jakarta itu paling gampang kena stress, gimana enggak? Tiap hari berkutat dengan cuaca panas, polusi dan jalanan macet, naik kendaraan umum juga gak kalah stress nungguin bus transjakarta dan kereta commuter line yang gak jelas jadwalnya, udah nunggunya lama kegencet-gencet pula sama ratusan orang lainnya. Belum lagi masalah kerjaan kantor, cicilan KPR, dan cicilan tupperware yang gak abis-abis 😛 Gak heran tiap weekend orang Jakarta banyak yang menjajah tempat-tempat wisata dan kota tujuan wisata seperti Bandung, Bogor dan Puncak. Dipastikan tempat-tempat tersebut kebanjiran orang-orang bermobil plat B yang haus akan hiburan dan refreshing.
Watt Coffee, Kwitang
Apa yang tebayang di kepalamu ketika mendengar kata “Kwitang” ? Beberapa (anak lama) mungkin menjawab tempat Rangga dan Cinta ngedate pertama kali dan hunting buku-buku klasik 😀 Dulu, Kwitang memang terkenal dengan kios-kios bukunya yang merupakan tempat favorit para pemburu buku. Namun sejak tahun 2008 kios-kios tersebut digusur dan dipindahkan ke pasar Senen lantai 4, Thamrin City, bahkan ada juga beberapa kios yang pindah ke Blok M. Alasan digusurnya kios-kios penjual buku-buku klasik yang sudah berdiri sejak tahun 60-an tersebut, adalah karena keberadaannya dinilai sebagai penyebab kemacetan jalanan sekitar. Beruntung saya masih bisa merasakan serunya hunting buku-buku klasik di sana, meskipun hanya sebentar karena saya baru tinggal di Kwitang pada pertengahan tahun 2007. Kalo diitung-itung dari tahun 2007 ke 2015 itu berarti udah sewindu saya tinggal di Kwitang 😀 *geret Tulus buat nyanyi bareng*.
Lokal Restaurant, Jogjakarta
Selain Hotel, Lokal Indonesia juga memiliki restaurant yang berada persis di depan bangunan hotel, namanya Lokal Restaurant. Tentunya dengan desain, interior dan perabotan yang gak kalah unik dan menggemaskan. Jadi bagi yang tidak menginap di sini, masih bisa merasakan atmosfer khas Lokal Indonesia dengan makan atau minum di restaurant-nya.
Kunjungan Perdana ke Pasar Santa
Hipsteria pasar santa yang menjelma menjadi tempat nongkrong kekinian anak muda sebenarnya sudah cukup lama memanggil – manggil saya untuk berkunjung kesana. Namun karena tempat tinggal yang cukup jauh, akses transportasi yang rumit dari planet Bekasi, dan belum ada partner sehati yang mau diajak kesana, akhirnya kunjungan ke pasar Santa baru bisa terlaksana di minggu pertama bulan Februari.





