Setelah mencoba belajar berkuda di Daarus Sunnah yang ternyata susah dan berasa mau kejengkang melulu, saya benernya masih agak-agak trauma sama olahraga satu ini. Tapi demi eksistensi karena diajakin Sefin dan kak Bobby buat nongol di TV, akhirnya saya mau mencoba untuk latihan berkuda lagi. Kali ini bukan di Bandung tapi di Tangerang, tepatnya di Adria Pratama Mulya Boarding School and Equestrian Centre.
Tag Archives: asean
Postcards From Haji Lane
Tidak diragukan lagi, Singapura adalah surga belanja bagi kaum-kaum yang berduit. Sebut saja kawasan Orchard yang terdiri dari deretan mall mewah berisi brand-brand kenamaan dengan koleksi item yang lengkap. Setiap akhir pekan kawasan ini selalu dibanjiri oleh para shopaholic dari berbagai belahan dunia. Namun bagi yang sudah bosan dengan mall dan lebih menyukai barang-barang yang unik dari desainer lokal, aksesoris lucu atau bahkan secondhand stuff, bisa mencoba untuk menelusuri lorong yang saat ini diklaim paling hipster di Singapura yaitu Haji Lane.
Ke Singapura demi Muse
Pergi ke Singapura di waktu-waktu seperti ini bagi beberapa orang mungkin bukan merupakan keputusan yang tepat. Kenapa? Tentu saja karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, termasuk Dolar Singapura yang lagi tiarap di angka 10ribu lebih, ditambah lagi kabut asap yang katanya makin hari makin parah. Tapi demi menonton band favorit yang sedang melakukan tour untuk album terbarunya dan tidak ada jadwal untuk mampir ke Indonesia, kabut asap dan tingginya nilai tukar Dolar Singapura pun rela saya lalui.
Belajar Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah
Menyambut hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi, marilah kita posting hal-hal yang agak religius biar gak dibilang mementingkan urusan duniawi melulu *benerin jilbab* *sekali-sekali pencitraan* 😀
Karena udah agak bosan dengan olahraga lari yang belakangan ini jadi makin mainstream dan harga race yang makin mahal, saya mulai mencari-cari alternatif olahraga lain yang lebih seru. Sempat nyobain olahraga bola bekel, tapi ternyata kurang menantang dan kurang membakar kalori *ya menurut ngana?!* 😛 Sempat juga beberapa kali saya ikutan yoga, seru sih tapi lebih enak kalo outdoor dan di gunung *banyak maunya*. Sampai akhirnya minggu lalu seorang teman mengajak saya untuk mencoba olahraga memanah dan berkuda. Saya sih langsung mau aja karena saya emang murahan selama ini masih awam banget dengan kedua bidang olahraga tersebut, pasti bakalan seru nyobain hal-hal yang baru.
Rock Climbing Gunung Parang dengan Via Ferrata
Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did so. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
-Mark Twain-
Berkaca dari inspirational quote di atas, akhirnya weekend kemarin saya nekat ikutan trip rock climbing Gunung Parang sendirian. Iya sendirian, udah biasa kok *kemudian nangis di kolong*. Abisnya udah lama banget pengen ke sana dan ngerasain sensasi rock climbing, tapi ngajakin temen gak ada yang mau. Giliran udah ada temen, eh di H-1 dia ngebatalin. Sedih hati adek, bang 😦 Tapi yaudah sih masa cuma gara-gara gak ada temen aja jadi gak berangkat. Lagian ini kan open trip, pasti nanti saya bakalan ketemu temen-temen baru.





