Tag Archives: Tangerang

Jelajah Tangerang : Pasar Lama

pasar lama tangerang

Masih melanjutkan episode jelajah Tangerang, mari kita menelusuri sisa-sisa sejarah kota yang sering disebut sebagai kota Benteng ini. Kenapa Tangerang disebut kota benteng? Karena pada zaman penjajahan Belanda dulu, pernah dibangun benteng di dekat Sungai Cisadane yang digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan Kesultanan Banten. Itulah sebabnya warga yang tinggal di kawasan tersebut diberi julukan Cina Benteng. Selain karena berada di kawasan bekas benteng, kebanyakan warga yang tinggal di sana memang merupakan keturunan etnis Tionghoa yang menempati kawasan itu sejak lama.

Continue reading

Nibbles : Tempat Nongkrong Kekinian di Tangerang

Nibbles Tangerang

Postingan ini menyambung cerita jelajah Tangerang yang sempet tayang di Indonesia Morning Show Net TV bulan lalu, dimana kami menutup acara jalan-jalan sehari di kota Tangerang dengan jajan-jajan sore di tempat nongkrong kekinian yang bernama Nibbles. Eh apa? ada yang belum nonton? Ishh nonton dulu bisaaaa kaliiiiii, link youtube-nya ada di halaman Portfolio tuh *maksa* *padahal cuma numpang dadah-dadah doank* *biarin deh* 😛

Continue reading

Jelajah Tangerang : APM Equestrian Centre

PicsArt_1446257350605-1600x1384

Setelah mencoba belajar berkuda di Daarus Sunnah yang ternyata susah dan berasa mau kejengkang melulu, saya benernya masih agak-agak trauma sama olahraga satu ini. Tapi demi eksistensi karena diajakin Sefin dan kak Bobby buat nongol di TV, akhirnya saya mau mencoba untuk latihan berkuda lagi. Kali ini bukan di Bandung tapi di Tangerang, tepatnya di Adria Pratama Mulya Boarding School and Equestrian Centre.

Continue reading

Nasi Uduk Encim Sukaria

1428980277148

Sebagai perantauan, waktu pertama kali dateng ke Jakarta saya harus mulai menyesuaikan diri dengan berbgai kondisi yang ada, termasuk makanan. Di Jawa Timur saya biasa sarapan dengan menu pecel sayuran, soto, rawon, atau nasi madura. Di Jakarta makanan-makanan tersebut susah ditemui terutama di pagi hari. Menu sarapan orang Jakarta pada umumnya adalah bubur ayam, nasi uduk, lontong/ketupat sayur bahkan mie ayam. Ini sih yang masih bikin saya agak culture shock sampe sekarang, makan bubur ayam kenyangnya nanggung, makan nasi uduk kadang bikin perut begah, makan lontong sayur males karena saya gak terlalu doyan makanan bersantan, dan makan mie ayam pagi-pagi berasa aneh banget soalnya menurut saya mie itu cocoknya dimakan siang, sore atau malem. Akhirnya meski bukan pelaku food combining, perut saya lebih bisa menerima menu sarapan berupa buah-buahan. Tapi sebagai variasi dan biar gak bosen, biasanya setiap weekend apalagi kalo lagi jalan-jalan ke suatu tempat, sarapan buah ini diliburkan dulu dan diganti dengan menu sarapan khas di tempat tersebut. Seperti waktu jalan-jalan ke Tangerang weekend kemarin, saya rela libur sarapan buah demi mencicipi kuliner terpopuler disana yaitu nasi uduk dan ketupat sayur Encim Sukaria.

Continue reading