Europe on Screen Pertama

image

Europe on Screen atau festival film Eropa adalah acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun di beberapa kota besar di Indonesia sejak tahun 2003. Acara ini merupakan inisiatif dari para kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia. Meskipun udah 6 tahun merantau di Jakarta, baru tahun ini saya menyempatkan diri untuk menghadiri acara ini. Karena tahun-tahun sebelumnya saya masih disibukkan acara syuting, rekaman dan promo album 😎 #karepmulahDit.

image

Europe on Screen tahun 2013 ini berlangsung pada tanggal 3 – 12 Mei di 7 kota besar Indonesia yaitu Bandung, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta. Total film yang diputar adalah sebanyak 72 judul film dari 30 negara di Eropa, dan semuanya geratis! Untuk di Jakarta venue pemutaran film ada 6 tempat yaitu Erasmus Huis (Kuningan), Goethe Haus (Menteng), Institut Francais Indonesia (Salemba), Instituto Italiano di Cultura (Menteng), SAE Instistute (FX Sudirman) dan Tugu Kuntskring Palais (Menteng).

Dari 72 film tersebut, saya cuma sempet nonton 4 film aja karena memang cuma sempet mampir 2 hari di Erasmus Huis yang letaknya di dalem gedung kedutaan Belanda.Β  Dari 4 film yang ketonton yaitu De Storm, The Other Dream Team, What’s in a name dan Headhunters, ada 2 film yang paling berkesan buat saya. Sebenernya semuanya keren dan berkesan sih, tapi kalo direview semua ntar kepanjangan postingannyaΒ :mrgreen: Berikut review singkat dan ecek-ecek mengenai 2 film tersebut.

image

De Storm, film Belanda yang berlatar belakang badai besar yang merusak ratusan bendungan di Zeeland dan menyebabkan banjir di laut utara pada tahun 1953. Film ini bener-bener menguras emosi karena menceritakan seorang ibu bernama Julia yang terjebak banjir dan berusaha mencari bayinya yang tertinggal di dalam sebuah kotak kayu di loteng rumahnya. Tegang banget filmnya, abis nonton langsung kelaperan dan kehausan πŸ˜€

image

Hodejegerne (Headhunters), film Norwegia yang menceritakan kehidupan seorang headhunter sekaligus pencuri karya seni untuk mendukung gaya hidup mewahnya dan membahagiakan istrinya. Film yang penuh darah tapi berlatar belakang cerita cinta ini emang pas banget diputer untuk penutupan acara Europe on Screen tahun ini. Sangat seru, jalan ceritanya gak bisa ditebak dan menguras emosi πŸ˜€

Overall, sebagai kaum urban yang haus akan hiburan gratisan, saya sangat puas dengan acara Europe on Screen ini. Apalagi waktu acara penutupan disediakan makanan-minuman prasmanan gratis dari Kopi Oey berupa singkong sambel roa, roti bakar, roti prata, kentang goreng, teh tarik, kopi, dan lemon tea *ebuset ini makanannya karbo semua* πŸ˜€ Selain itu, disamping bisa nonton film gratis acara ini juga bisa dijadikan sebagai ajang cuci mata bagi yang jomblo, karena yang dateng lucu-lucu, banyak bule-bule kece pula *ditoyor bebeb*.

Oiya bulan depan dan bulan-bulan berikutnya juga bakalan ada festival film lagi di Jakarta. Ada British, Germany, Perancis dan Jiffest. Ada yang mau barengan dateng kesana? πŸ˜€

Beberapa gambar dicomot dari sini

Advertisements

46 thoughts on “Europe on Screen Pertama

  1. sondangrp

    huaaa kange masa masa ini, dulu aku sukaaa banget nunggu nunggu momen nonton gretongan, dan inceranku di Instituto italiano itu sama Goethe.Karena dilwatin kopaja hahaha. Nontonnya sih semi lesehan pake kursi macam dipantai kan. Tapi aku suka sedih biasanya abis nonton film eropa gloomy gitu ya *mental terbiasa nonton film klise produk Hollywood*

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      hihihi iyaaa sama mba, carinya yang diliwatin Kopaja. sekarang malah ada yang open air screening mba, jd kayak nonton layar tancep rame-rame gitu seru. iyahh kebanyakan film Eropa itu sad ending yahh sedihhh πŸ˜₯

      Like

      Reply
  2. tinsyam

    mauuuu.. kapan dong.. *gandengin tangannya bimo biar bisa lihat yang luculucu.. [dijewer kangmasganteng]
    eh udah maren ya terakhir 12mei? hadoh daku kan sering lewat kuningan kog ga tahu ada selebaran gini ya..
    emang dikau kerja di kedutaan gitu apa gedung pbb dit?

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      iya udah penutupan kemaren mba Tin. Aku taunya dari internet dan socmed (twitter) kok mba. Bulan Depan ada festival film Jerman, ntar aku share kalo udah ada info lengkapnya ya πŸ˜€ Mari kita hadir beramai-ramai

      Like

      Reply
    1. rintadita Post author

      ehmm gak terlalu sihh, ini lebih gloomy soalnya ceritanya Julia ini dimusuhin tetangga-tetangganya jadi pas dia nyari bayinya gak ada yg mau bantuin. Ketemunyapun baru pas 18 tahun kemudian *lahh kok spoiler banget ini* x)))

      Like

      Reply
  3. fitrapanda

    waaahhh senangnyaaa …. aku boro2 bisa nonton film gini, ke bioskop aja dah 6 bulan gak nonton2 lagi …. hiks, musti ingetin suami kalo gt, jiwa ini haus akan film… hehehe *lebay sepanjang hayat* πŸ˜€

    Like

    Reply
  4. hamham

    waaahhh seru kayax minta dishare juga dong next festifal filmx via twiter @thecoro biar rada update dan ga kelewat. #padahal yg europe jg sempet tau dari kaskus…cuma g tau klo gratisan wkwkwk….

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s