Liburan ke Teluk Kiluan Lampung

Teluk Kiluan

Halo semua, lagi jalan-jalan kemana long weekend begini? Saya sih di rumah doank goler-goler sepanjang hari. Kesel dan bete sih sebenernya kalo lagi liburan gini tapi gak bisa kemana-mana, cuma bisa menatap iri postingan temen-temen yang lagi iburan. Tapi kalo diajak liburan pada saat long weekend gini saya kadang ngerasa kurang nyaman, apalagi ngeliat berita kalo di tempat-tempat tujuan wisata seperti di Bandung, Puncak, Jogja atau Malang rata-rata macet dan padet banget. Paling enak memang kalo liburan di tempat yang private dan gak penuh orang, suasana refreshingnya pasti dapet banget. Seperti waktu saya liburan ke Teluk Kiluan Lampung bareng temen-temen blogger yaitu mba KaterinaLia Harahap dan mba Dwi Wuryan bulan Februari lalu. Meskipun tempatnya sebenernya gak private, tapi kita merasa liburan di tempat yang private karena waktu itu gak banyak orang yang berkunjung ke sana.

Sarapan Bakso Sonhaji Sony

bakso-sony-lampung

Jarak Lampung dan Jakarta itu cukup dekat, hanya membutuhkan waktu 40 menit jika naik pesawat terbang. Kalo mau lebih lama, bisa juga nyoba jalan darat dengan naik bus Damri. Tapi sebenernya sih harga tiket pesawat sama tiket bus Damri Royal Class itu gak beda jauh, tergantung preferensi kita aja. Pagi itu pukul 8 kami sudah tiba di Bandara Radin Inten II dan langsung menuju Bakso Sonhaji Sony untuk sarapan. Hah sarapan bakso? Yap, sarapan bakso ini merupakan hal yang wajar di Lampung, apalagi Bakso Sonhaji Sony yang sudah terkenal seantero Lampung dengan kelegitan dagingnya.

Jika ada yang bertanya apa sih istimewanya bakso Sonhaji Sony ini? Coba belahlah dadaku butiran baksonya, niscaya akan terlihat guratan-guratan daging berserat, yang membuktikan bahwa bakso ini menggunakan lebih banyak daging daripada tepung. Dari segi rasa, bakso Sonhaji Sony sangat terasa bumbu tradisionalnya dan dominan rasa bawang putihnya. Untuk menjaga kesegaran, kehalalan dan kehigienisannya, bakso Sonhaji Sony memiliki rumah potong sapi sendiri. Penasaran sama rasanya? makanya jangan lupa cobain bakso ini kalo berkunjung ke Lampung ya!

Melihat Kupu-Kupu di Taman Kupu-Kupu Gita Persada

taman-kupu-kupu-lampung

taman-kupu-gita-persada

Pic by mas Yopie

Selepas memanjakan perut, kami menuju ke Taman Kupu-Kupu Gita Persada yang berlokasi di Jalan Way Rahman, Kemiling, Bandar Lampung. Taman ini berada persis di pinggir jalan raya sehingga mudah dijangkau dan ditemukan. Taman Kupu-kupu Gita Persada didirikan pada tahun 1997 oleh seorang ahli biologi Universitas Lampung, Dr. Herawati Soekardi. Selain memiliki tempat penangkaran kupu-kupu dan museum, taman ini juga memliki fasilitas rumah pohon, tempat bermain anak, dan kafe.

Berfoto di Pantai Klara

pantai-klara

pantai-klara-lampung

pantai-klara-foto

pic by @liaharahap

Setelah puas melihat kupu-kupu, akhirnya kami memuali petualangan road trip menuju Teluk Kiluan. Teluk Kiluan berada di wilayah kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan. Dari kota Bandar Lampung menuju Teluk Kiluan diperlukan waktu 4 jam perjalanan dengan medan jalanan yang berbatu-batu. Kami sempat berhenti untuk makan siang berupa pindang kepala ikan Simba dan foto-fotoan di Panta Klara (Klapa Rapat) yang sepi pengunjung.

Teluk Kiluan

gapura-kiluan

gapura-teluk-Kiluan

menyebrang-teluk-kiluan

penginapan-kiluan

penginapan di Kiluan

Akhirnya setelah bangun, tidur, bangun lagi, tidur lagi, sampailah kami pada pintu gerbang kemerdekaan di gapura teluk kiluan yang ada lumba-lumbanya. Penginapan tempat kami menginap di Teluk Kiluan berbentuk pondok-pondok sederhana dari kayu yang cukup nyaman. Berita bagusnya, grup kami adalah satu-satunya yang tamu menginap di penginapan tersebut malam ini. Entah berita bagus atau bukan, biasanya sih kalo di film-film horror atau thriller gitu malah nyeremin ya mwehehehe 😛

Berenang di Laguna Gayau

laguna-gayau-kiluan

private bener khaaan

Setelah membereskan barang bawaan, kami bersiap untuk trekking menuju laguna gayau. Dari penginapan kami naik jukung sekitar 15 menit, kemudian dilanjutkan trekking dengan medan yang menanjak dan cukup bikin nafas tersengal-sengal. Tapi perjuangan trekking tersebut terbayar setelah sampai di Laguna yang berupa air laut yang terperangkap di sebuah lekukan karang. Sore itu kami adalah satu-satunya pengunjung yang berenang di sana, puas banget deh berenang dan foto-foto di sana.

Kabar terakhir yang saya tahu, Laguna Gayau sempat ditutup karena banyak menelan korban juga faktor cuaca yang saat itu kurang bagus. Memang perlu berhati-hati saat berenang di laguna ini karena karangnya cukup tajam, licin, dan ombaknya cukup besar. Serem juga baca beritanya, alhamdulillah kemarin kami aman-aman saja waktu main di sana.

Melihat Lumba-Lumba Kiluan

teluk-kiluan-pagi

berburu-lumba-lumba

Besoknya kami bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap naik jukung menuju Samudra Hindia demi berburu foto lumba-lumba. Sebenernya kalo dipikir-pikir agak serem juga ya naik perahu jukung kecil, berbekalkan life jacket yang menempel di badan, dan terombang-ambing di lautan lepas. Tapi waktu itu sih saya ngerasanya seru aja 😀

Yang namanya berburu foto lumba-lumba itu kadang sama dengan berburu gebetan, belum tentu dapet #ehgimana. Dulu sering ikutan open trip tujuannya biar ketemu gebetan yang sama-sama doyan traveling, eh ternyata kok peserta open trip-nya cewek semua #seringterjadi #abaikan 😛 Begitupun yang terjadi pada kami pagi itu, gerombolan lumba-lumba sedang enggan menampakkan diri. Total kami hanya melihat sekitar 4-5 ekor lumba-lumba saja, padahal menurut mas Yopie yang sudah sering membawa tamu ke sini jika beruntung kami bisa bertemu ratusan lumba-lumba yang berloncatan lincah. Tapi ya ada juga yang tidak beruntung dengan tidak bertemu lumba-lumba sama sekali. Jadi sebenernya bertemu 4-5 ekor lumba-lumba itu sudah cukup menghibur.

Snorkeling di Kiluan

area-snorkeling-teluk-kiluan

pic by mas Yopie

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan berenang dan snorkeling di sekitar area penginapan. Airnya cukup jernih dengan beberapa area terumbu karang yang baru ditanam. Lagi-lagi di spot snorkeling ini hanya ada grup kami saja, jadi kami bisa lebih leluasa berfoto underwater sambil berenang mengejar ikan warna-warni.

makanan-kiluan

petai dan sambalnya juara!

Dua hal dari Lampung yang paling berkesan buat saya adalah sambal dan petainya. Dua menu ini tidak pernah absen menghiasi menu makanan kami selama berada di Lampung. Sambal Lampung itu menurut saya khas banget karena rasanya yang asam, gurih, segar, perpaduan cabai, terasi, dan jeruk nipis. Kalo petai saya tidak berani makan mengingat intensitas buang gas saya yang dalam kondisi normal saja sudah cukup sering, gak kebayang jika ditambah makan petai. Saya takut dibuang dan diturunkan di jalanan oleh teman-teman yang lain 😛

Tertarik jalan-jalan ke Kiluan, Lampung juga? Jangan lupa direncanakan secara matang terlebih dahulu dan dicek dulu harga tiket pesawat promo dari tiket2.com!

Advertisements

65 thoughts on “Liburan ke Teluk Kiluan Lampung

  1. Katerina

    Ini jadi pengalaman seruku di Kiluan bareng Dita dkk. Pertama kalinya ke Laguna Gayau dan sukaaa banget meski susah payah ke sana ya. Trus aku seneng video laguna gayauku yg tayang di Net TV waktu itu rame banget viewernya. Dalam sehari sampe 500 yg lihat. Kita juga beruntung waktu itu lihat lumba2 muncul. 3x ke sana, pas bareng Dita baru bisa lihat dekat2 walaupun sedikit.

    Petainyaaaa hahaha

    Like

    Reply
  2. Lia Harahap

    Jadi kangen bangettt sissst.
    Eh, aku baru tau Laguna Gayau di tutup. Pernah lihat di YouTube ada yang keseret gitu sih. Alhamdulillah kita kemarin aman-aman aja ya. Mbak Rien tuh pemberani banget 😀

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      setauku terakhir ditutup gara-gara ada yang meninggal, tapi gatau lagi kalo sekarang
      iyaaa mba Rien juara lah sampe lompat dan nyelem segala…aduuhh 😀

      Like

      Reply
    1. Dita Post author

      hahahaah duhh kaaak ini bukan nuduh tapi nunjuk 😀
      iya bener timbul di antara karang, dan suasananya agak gimana gitu rasanya…..tapi apa karena kami berenangnya udah menjelang maghrib ya

      Liked by 1 person

      Reply
      1. BaRTZap

        Nunjuk yg bikin pengakuan hahaha.

        Kalau aku serem kegores sama karang nya aja sih Dit. Soalnya pernah waktu itu kegores karang sampai dalam di punggung, udah gitu aku pas mengkonsumsi obat pengencer darah rutin. Darahnya ngucur gak berhenti2 hahahaha.

        Like

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s