Masuk Angin di Selat Bosphorus

bosphorus-cruise-03

Salah satu tujuan saya datang ke Turki selain cuci mata ke mas-mas ganteng adalah melewati benua Eropa dan Asia dalam satu waktu perjalanan. Gimana caranya? tentunya bukan naek pesawat millenium falcon, tapi naik kapal menyusuri selat Bosphorus yaitu selat yang memisahkan benua Eropa dan Asia. Lebih tepatnya selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan Turki bagian Asia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Turki adalah negara transkontinental yang wilayahnya terbentang mulai dari semenanjung Anatolia di Asia sampai wilayah Balkan di Eropa. Maka tidak heran jika bosphorus boat cruise adalah itinerary wajib bagi wisatawan yang datang ke Turki, kapan lagi bisa mengunjungi 2 benua dalam satu waktu?

selat-bosphorus-01

ini kisah cinta gw, iya gw yang paling kanan

Sore itu dermaga Eminonu, Istanbul tampak ramai, beberapa pasangan tampak duduk-duduk di bangku sambil menikmati pemandangan laut dan burung-burung camar yang beterbangan. Enak ya tinggal di sini, mau kencan gak usah mahal-mahal dan jauh-jauh ke mall, tinggal nongkrong di pelabuhan sambil liat pemandangan. Apalagi kalo yang di sebelah itu mas Serkan, dunia makin indah rasanya 😀 *dikepret mas bebeb*

serkan-cayoglu

manggil saya?

Karena hanya memiliki waktu semalam di Istanbul, maka sore itu saya dan mas bebeb langsung memutuskan untuk ikut Bosphorus Boat Cruise. Ada banyak loket yang menawarkan paket berlayar di selat Bosphorus. Harga dan paketnya bermacam-macam, ada yang hanya menyediakan kapal saja, ada yang lengkap menyediakan kapal, pasangan tour guide dan makan malam. Waktu berlayarnya pun bervariasi, ada yang hanya 1,5 jam, ada juga yang sampai 5 jam lebih. Kami memilih salah satu loket yang terlihat ramai dengan tulisan tarif 10 Lira.

selat-bosphorus-02

Cuaca sore itu cukup dingin dan mendung, karena kami memang pergi di bulan Februari. Matahari sama sekali tidak menampakkan diri. Buyar sudah bayangan kami menyaksikan matahari terbenam di selat Bosphorus. Tapi tak apalah, yang penting merasakan berlayar di selat Bosphorus yang melegenda di buku-buku sejarah kala masih berseragam putih-biru.

bosphorus-cruise-01

foto sebelum diterpa angin

Sama seperti bus di terminal kampung Rambutan, kapal baru diberangkatkan setelah penumpang dirasa cukup penuh. Kapal yang kami naik berjenis double deck, dengan dek bagian atas yang terbuka dan bagian bawah yang tertutup. Karena ingin menikmati pemandangan, tentu saja kami memilih duduk di bagian atas.

Kapal mulai berangkat ditemani hembusan angin yang tidak terlalu kencang, kami mulai senyum-senyum gembira. Pemandangan pertama yang terlihat adalah galata bridge yang merupakan tempat favorit orang Istanbul untuk memancing. Air lautnya memang sangat bersih, sampai ikan-ikan kecil yang ada di dalam air bisa terlihat. Burung-burung camar berterbangan di samping kapal. Beberapa penumpang ada yang memberi makan dengan melemparkannya ke atas, dan dengan sigap langsung ditangkap oleh burung-burung itu.

selat-bosphorus-11

Selanjutnya kami melewati Dolmabahce Palace yang megah dan indah. Istana ini mulai digunakan sebagai tempt tinggal Sultan sejak tahun 1856 setelah sebelumnya tempat tinggal Sultan berada di istana Topkapi. Istana Domabahce dibangun oleh 3 orang arsitek yaitu Garabet Balyan, Nigogayos Balyan dan Evanis Kalfa pada tahun 1843-1856. Namun sejak tahun 1984 istana dialihfungsikan menjadi museum dan bebas dikunjungi oleh wisatawan. Sayang kami tidak sempat berkunjung ke sana 😦

selat-bosphorus-03

istana Dolmabahce

selat-bosphorus-06selat-bosphorus-05

Kami masih menikmati pemandangan bangunan-bangunan cantik yang ada di tepi laut sambil sesekali merapatkan jaket karena angin mulai bertiup cukup kencang. Beberapa penumpang memutuskan turun ke dek bawah. Kami masih memaksakan diri bertahan.

Kemudian kami melewati jembatan bosphorus, yang juga digunakan sebagi jembatan lintas benua karena menghubungkan Turki bagian Asia dan Turki Bagian Eropa. Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1.074 meter dan dibangun pada tahun 1973. Berjarak 5 km dari jembatan Bosphorus, terdapat Jembatan Fatih Sultan Mehmet yang bentuknya juga mirip dengan jembatan Bosphorus. Jembatan Fatih Sultan Mehmet panjangnya sekitar 1.090 meter.
selat-bosphorus-08

selat-bosphorus-12

Kami juga melewati benteng rumeli hisari yang bersejarah dan unik karena konon dibangun hanya dalam waktu 4 bulan. Dengan mengerahkan sekitar 250ribu tentara, Muhammad Al Fatih membangun benteng yang megah ini sebagai benteng pertahanan sebelum Ottoman menyerang Konstantinopel. Benteng yang memiliki 14 menara pengawas dan 6 meriam besar ini dibangun pada saat Muhammad Al Fatih berusia 23 tahun. Luas biasa, saya sih umur segitu masih galau milih jajan cireng apa tahu goreng.

selat-bosphorus-10

Setengah perjalanan telah terlewati, dan kami rasanya sudah tidak sanggup menahan dinginnya angin laut benua Eropa di bulan Februari. Pipi sudah terasa dingin, lipstik memudar #penting, sendi-sendi pun terasa kaku. Akhirnya kami memutuskan untuk turun ke dek bawah. Kapal berbelok menyusuri tepian Turki bagian Asia. Rumah-rumah penduduk yang padat memenuhi bukit-bukit sehingga terlihat agak kumuh. Menurut pengamatan saya, Turki bagian Asia terlihat kurang terawat dan lebih tertinggal dibanding Turki Bagian Eropa.

selat-bosphorus-09

Kami melanjutkan sisa-sisa perjalanan di ruangan yang ada di dek bawah. Beberapa penumpang lain yang tadinya berada di dek atas juga sepertinya mulai memenuhi dek bawah karena makin larut angin makin berhembus kencang di selat Bosphorus. Kalo yang bule-bule dan wisatawan lokal Turki aja gak kuat sama anginnya, apalagi kami yang sehari-hari terbiasa dengan udara tropis  *brb minum jamu anti masuk angin* *satu galon* 😀

Advertisements

114 thoughts on “Masuk Angin di Selat Bosphorus

  1. AmeL

    Awww turki..Mauu kesana lg. Dulu gak sempet ikut Bosphorus cruise coz waktunya dah mepet banget . di turki banyak banget serkan serkan berserakan yaa *elap mata sama iler* hahahahah

    Like

    Reply
  2. joeyz14

    Dit…jadi bayangin sinetron Turki #Hadeuhhhh hahahaha

    Btw suka banget itu yg bentengnya Si sultan Fatih itu. Buset bangun cuma dlm waktu 4 bulan? Masih kalah lah ya sama prambanan. Wkwkwkwk.. eh memang jomplang banget ya Turki yg Asia dan Turki yg dekat Eropa. Pala kamu pusing ga sih dit liat yg sebangsa si Serkan2 gitu? Hahahaha

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      Ini postingannya terinspirasi postingan sinetron Turki-nya mbak Jo 😀 berhubung gak pernah nonton jadi nulis ini aja hahaha

      Pusing mbaaaak pusiiiing, pengen bawa pulang gitu rasanya *dikeplak*

      Like

      Reply
  3. zizadesita

    Kayanya bakal pusing Jo..rasanya kepala berat dan ingin bersandar ke bahu Mas Serkan ituuhh😸
    Dit, ni artikel jngan2 naskahnya Cinta di Langit Bospĥorus yg di edit ya?🙊

    Like

    Reply
  4. shiq4

    Bagus ceritanya. Ditambah foto2 jadi seru. Ternyata di negara turki banyak orang yang suka mancing ya? Berjejer di jembatan. Apa nanti nggak saling “mbulet” benang pancingnya ha ha ha….

    Like

    Reply
  5. nengsyera

    Aq mupeng dit..
    Aku mupeeeng…
    😍😍😍
    Klo aq ksna mgkn kepala aq bakalan menoleh terus tiap liat cwo turki berbulu dan ganteng lewat depan mataa *yaolooh maafkan kekhilafan sayaah 🙈🙈🙈

    Like

    Reply
  6. BaRTZap

    Kok bisa ya Dit, Turki bagian Asia terlihat lebih tertinggal dibandingkan bagian Eropanya, padahal sama-sama Turki dan negaranya masih nyambung tho? Paling enak dari Turki langsung sambung Yunani ya, mumpung tetanggaan, sayangnya harus apply visa ya kalau mau masuk Yunani.

    Benteng Rumeli Hisari itu macam dibangun di perbukitan ya, bertumpuk-tumpuk gitu, dan keren banget dibangun cuma dalam waktu 4 bulan aja. Kita bangun rumah aja kadang lebih dari segitu baru beres-beres 🙂 *ujung-ujungnya duit*

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      iyaaaa entah kenapa ya, padahal aksesnya juga sekarang gampang via selat bosphorus atau jembatan bosphorus.

      huwaaaa aku pengen banget tuuhh ke Yunani, sama keliling Turkinya juga sih kemaren cuma mampir Istanbul doank. Yuuuk nabung-nabung, tapi kalo jalan-jalan terus rumahnya kapan jadinya duhh duhh duhh x))))

      Liked by 1 person

      Reply
      1. BaRTZap

        Mungkin itu supaya tetap ada pembeda antara Asia dan Eropa, tapi kenapa Asia nya yang selalu ketinggalan ya? :-p

        Nah itu, bingung khan yaaaaa. Trus kalau nanti rumahnya sudah jadi, tapi keseringan ditinggal jalan-jalan gimana? *menambah kegalauan*

        Like

  7. Badai

    Dit, request dong, tampilin foto kamu sesudah masup angin 😉

    Btw kondisi Turki sendiri gimana pada saat itu, mereka kan berbatasan langsung dengan Suriah *pertanyaan anti mainstream*

    Like

    Reply
  8. Maya

    Yaoloooh Diit, jalan jalan ke Turki kok ujung2nya masuk angin hahahaha *sodorin tolak angin*
    Eh bener ding, aku juga dikit2 sekarang masuk angin. Cuma ke walahar aja pulangnya masuk angin, kena angin waduk (gak elit banget) 😆 😆 😆
    Wis tuwek 😀

    Like

    Reply
  9. Maisya

    Wah aku juga gak sempat mampir Dolmabahce Palace. Di Istanbul banyak museum, palace, dan masjid yang bagus, terus jadi suka kelamaan di satu tempat hehe… Yah gapapa lah namanya juga pejalan seloww… 😀
    Traveling di musim dingin itu emang gampang2 susah ya. Susahnya ya karena kedinginan. Tapi kalau musim panas juga kepanasan. Gimana dong.. *ngeluh mulu* :p

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      hahaha serba salah yaaaa, trus maunya panas apa dingin?! 😀
      iyaaaa kurang banget rasanya cuma 2 hari di Istanbul, pengen ke sana lagiiiii

      Like

      Reply
      1. Maisya

        Lumayan enak spring sama fall berarti..yg tengah2 hehe.. Kalau spring lumayan mahal juga tiketnya. Fall biasanya agak turun dari harga summer. 😀

        Like

  10. Hendi Setiyanto

    Awal kenal sejarah Turki semenjak membaca buku karya Felix Siauw tentang penaklukan kota Konstantinopel. Saking mengena di hati sampai nama email juga dibikin dengan embel-embel Ghazi Al Fatih hehehe

    Like

    Reply
      1. Hendi Setiyanto

        Baca cerita tentang penaklukan kota Konstantinopel yang butuh bertahun-tahun, biaya, tenaga hingga janji rasulluloh…ah….mengena banget, apalagi sisa-sisa bangunan dan benteng masih bisa disaksikan hingga saat ini

        Like

  11. omnduut

    Banyak banget yang nama Serkan di sana ya, mungkin kayak nama Adi, Agus, Bambang di Indonesia hahaha.

    Itu foto yang heboh di FB ya hahaha duuuuuh aku siriiikkkk

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      muahahaha iya disini Adi, Agus, Bamban….disana Serkan, Onnur, Mesut 😀
      Duhhh heboh yaaa, di antara banyak foto yang ada di sini kenapa harus foto itu yang nongol di FB x_X

      Like

      Reply
  12. emine

    salam kenal mbak. nimbrung komen, maaf ya. itu rute tournya muter ya? kalo dr kabataş ke galata bridge, harus ke selatan, lalu balik ke utara lg, lwt kabataş lg, baru sampe dolmabahçe. saya tak tahu sih rute yang diambil gmn. tp galata bridge ada di goldenhorn, bukan di bosphorus.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      halooo mbaaa, makasih buat koreksinya yaaa 🙂
      aku lupa ternyata naiknya dari eminonu, bukan dari kabatas…udah 2 tahun yang lalu baru ditulis nihh jadi lieur

      Like

      Reply
      1. emine

        ah kepencet.
        sy cek di webnya, blm keluar tanggal festivalnya sih. tahun kemarin sih sampe akhir april. lupa tglnya.
        mudah2an bisa ketemuan yaaa. bulan maret april sdg riweh sayanya.

        Like

      2. emine

        iya, harus pake asuransi. dan sblm urus e-visa, ini form di pre application system. sy pernah nulis. tp baru ambil sumber dr web sih, bukan dr pengalaman.

        Like

  13. fanny fristhika nila

    aahh..aku kgn istanbul.. ^o^.. wktu itu kita ga cobain naik cruisenya sih, krn msh hrs ngejar bus ke Bulgaria malamnya.. makanya di selat bosphorus cuma makan nyobain roti sanwich ikannya yg enak bgt ituuu ;p.. dan kopi turki yg kentalnya bukan main, amis, dan lgs ga ketelan ama kita berdua -__-.. nyesel aku pesen..

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      haduuh mbaa aku gak berani deh macem2 cobain kopi sama tehnya….abis penampakannya pekat gituu 😀

      oiyaa yg sandwich ikan juga aku gak nyobain, abis mas bebeb gak mau katanya takut amis….jadi penasaran akuuu

      Like

      Reply
  14. Pingback: Mudahnya Membuat e-Visa Turki | Males Mandi

  15. Pingback: Amankah Pergi ke Turki? | Males Mandi

  16. Pingback: Amankah Pergi ke Turki? – AYO KELANA!

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s