Walking Tour di Pusat Kota Jakarta

andong-keliling-monas

Happiness is a journey, not a destination – Ben Sweetland-

Kadang kita terlalu fokus untuk jalan-jalan ke tempat yang jauh-jauh, pengen ke Maldaifs lah, atau pengen ke Sun Francisco lah. Padahal ada banyak tempat yang sehari-harinya kita liat atau kita lewatin yang gak kalah menarik untuk diexplore dan dijelajahi. Biasanya sih alasannya, “ah nanti-nanti ajalah kan deket ini, bisa ke sana kapan aja”. Tapi kan kita gak pernah tau sampai kapan kita bakalan tinggal di kota tersebut, apalagi bagi saya yang kerja di salah satu kantor yang memiliki cakupan wilayah di seluruh Indonesia. Bisa aja kan minggu depan tau-tau dipindah ke London, atau Amsterdam gitu *tolong di-aamiin-kan* #ngarep 😛

museum-nasional

Setelah sewindu berkutat di kawasan ring 1 Jakarta Pusat, akhirnya beberapa minggu lalu saya memutuskan bergabung dalam Jakarta Walking Tour dengan rute City Center yang sudah sering saya lihat dan lewati setiap harinya. Bosen? awalnya iya dan ngerasa agak nyesel ikut tour ini. Abisnya senin-jumat udah bercokol di kawasan ini, ngapain lagi sih hari libur begini masih juga mainnya ke sini :/ Tapi setelah tau kalo tour ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Prancis, sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris, saya langsung semangat. Kapan lagi bisa ngerasain jadi turis di kota sendiri? 😀

museum-nasional

Tugu Pusaran Air bernama “Ku Yakin Sampai di Sana”

Museum Nasional

Pemberhentian pertama sekaligus meeting point dari tour ini adalah Museum Nasional. Museum ini juga dikenal sebagai Museum Gajah karena terdapat patung gajah yang berada di depan museum, yang merupakan hadiah dari raja Thailand. Benda-benda koleksi Museum Nasional ini jumlahnya ribuan, ada arca-arca kuno, prasati, benda-benda kuno lainnya dan juga barang-barang kerajinan. Saking banyaknya benda-benda koleksi yang ditampung di sini, terdapat juga gedung baru setinggi 7 lantai yang menyambung dengan gedung lama yang dibangun pada abad 18. Jadi jika berkunjung ke sini, harus meluangkan waktu seharian untuk melihat keseluruhan koleksinya. Dengan tiket masuk seharga Rp 5.000 Museum Nasional bisa dijadikan alternatif mengisi liburan yang bermanfaat.

mahkamah-konstitusi

Mahkamah Konstitusi dan Gedung RRI

Sekitar tahun 2014 Gedung Mahkamah Konstitusi ini sempat menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena putusan MK mengenai sengketa pilpres 2014 dan ketampanan pak Hamdan Zoelva sebagai ketua MK 😛 Selain itu, desain bangunannya yang bergaya Yunani atau Romawi kuno yang megah juga menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan ini dibagi menjadi dua bagian, podium dan menara. Podium yang terdiri dari 4 lantai bergaya klasik merupakan gedung utama. Sedangkan menaranya yang terdiri dari 16 lantai dibangun dengan gaya klasik modern. Kesembilan pilar yang berdiri kokoh di bagian depan merupakan simbol Sembilan Hakim Konstitusi.

Adakah yang masih mendengarkan RRI sampai saat ini? meskipun hanya sekedar info harga cabe cabean keriting? saya yakin pasti udah jarang banget. Padahal RRI ini sangat berjasa pada jaman penjajahan dulu. Berita-berita perjuangan disebarkan melalui RRI supaya lebih cepat, juga siaran-siaran yang memupuk semangat perjuangan dan kepahlawanan dalam melawan penjajah. Berita mengenai kemerdekaan Indonesia juga pertama kali disebarkan melaui RRI.

monumen-nasional

Monumen Nasional (Monas)

Monas adalah pemandangan yang selalu saya lihat dari gedung kantor sehari-harinya. Tapi siapa sangka monumen yang dibangun pada tahun 1961 ini melambangkan konsep pasangan universal abadi, kemakmuran, kesuburan, dan keseimbangan. Monumen dengan puncak berlapis emas seberat 50kg ini berbentuk lingga dan yoni yang merepresentasikan laki-laki dan perempuan. Jadi selama ini saya memandang keluar jendela dan menyaksikan “sexual intercourse” di tengah kota Jakarta *brb cuci muka pake air zam-zam*.

istana-merdeka

Istana Kepresidenan 

Indonesia memiliki beberapa istana kepresidenan. Di Jakarta sendiri terdapat Istana Merdeka dan Istana Negara. Keduanya berada dalam kompleks yang sama, hanya menghadap ke arah yang berbeda. Istana Merdeka menghadap ke arah jalan Medan Merdeka, digunakan untuk menerima tamu dan merayakan hari kemerdekan. Sedangkan Istana Negara menghadap ke jalan Veteran, digunakan sebagai pusat pemerintahan. Bangunan yang bergaya neoclassical ini dibangun pada abad 18 dan memiliki enam pilar di bagian depan. Selain kedua istana ini, juga terdapat istana Bogor yang berada di dekat Kebun Raya Bogor, dan istana Cipanas yang berada di kaki gunung gede, kabupaten Cianjur.

es-krim-ragusa

Ragusa Es Italia

Ragusa bukanlah tempat yang asing bagi saya. Terletak hanya selemparan kolor dari kantor, membuat saya sering kabur ke tempat ini untuk sekedar menikmati es krim legendaris ataupun makan rujak juhi yang saat ini mulai sulit ditemui. Konon pada tahun 1929, jalan veteran adalah tempat kongkow kalangan kelas menengah ngehe atas, jika diibaratkan seperti kawasan Kemang pada saat ini. Salah satu tempat kongkow populer yang ada di jalan ini adalah es krim Ragusa. Selain di sini, dulunya es krim Ragusa memiliki banyak outlet yang tersebar di Jakarta. Namun setelah terjadi krisis pada tahun 97-98, seluruh outlet ditutup dan tersisa satu outlet yang berada di sini.

es-krim-ragusa

kece ya

es-krim-ragusa

es krim nougat dan coklat (IDR 15K)

Menu favorit di es krim Ragusa adalah es krim Nougat yang berwarna hijau dengan taburan topping kacang tanah. Jangan kaget ya, pelayanan di sini memang kurang ramah, terutama di jam-jam sibuk dan ramai.

masjid-istiqlal

Masjid Istiqlal

Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang artinya kemerdekaan. Jadi masjid ini dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Uniknya, masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh arsitek Frederich Silaban yang menganut agama Kristen.

Pembangunan Masjid Istiqlal yang memakan waktu 17 tahun sejak tahun 1961 ini sempat jadi olok-olokan oleh turis Amerika dalam film Warkop DKI yang saya lupa judulnya apa, coba dicari deh filmnya 😀 Masjid Istiqlal memiliki tujuh pintu masuk yang diberi nama dari Asmaul Husna. Kubah yang menutupi bangunan utama berdiameter 45 meter yang melambangkan kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Juga terdapat 12 tiang di ruang ibadah utama yang melambangkan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

masjid-istiqlal

kayak mau spa

Pengunjung non muslim yang ingin memasuki masjid tidak dapat memasuki ruang ibadah utama, hanya menyaksikan melalui lantai atas. Selain itu, pengunjung yang tidak menggunakan pakaian panjang akan diberi pinjaman kimono yang mirip baju tidur oleh pengurus masjid. Hal ini menjadi pemandangan unik tersendiri melihat wistawan asing yang hilir mudik di masjid pake kimono 😀

masjid-istiqlal

gereja-katedral-jakarta

Gereja Katedral

Gereja Katedral ini sekilas mirip Sagrada Familia yang ada di Barcelona karena sama-sama dibangun dengan arsitektur neo gotik dari Eropa. Gereja ini merupakan gereja Katolik pertama di Jakarta. Bangunan yang ada saat ini bukanlah bangunan asli, namun merupakan hasil renovasi yang terjadi dalam beberapa tahap.

Gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1826. Pada tahun 1890 terjadi gempa bumi sehingga beberapa bagian dari gereja ini runtuh. Kemudian dilakukan renovasi yang selesai pada tahun 1901.

gereja-katedral-jakarta

gereja-katedral-jakarta

gereja-katedral-jakarta

Gereja katedral memiliki tiga menara yakni The Fort of David, The Ivory Tower, dan The Angelus Dei Tower. Menara ini dibuat dari besi. Bagian bawah didatangkan dari Belanda dan bagian atas dibuat di bengkel Willhelmina, Batavia. Di dalam gereja juga terdapat museum Katedral yang diresmikan pada tanggal 28 April 1991. Museum yang terletak di lantai 2 ini menyimpan koleksi-koleksi peninggalan pimpinan katedral terdahulu, patung, lukisan, foto, juga hadiah-hadiah dari Paus. Sayangnya museum ini hanya dibuka pada hari Senin, Rabu dan Jumat pukul 10.00 – 12.00 WIB 

gereja-katedral-jakarta

gereja-katedral-jakarta

Selain jalan kaki di pusat kota Jakarta, kita juga bisa menikmati bus wisata gratis yang berhenti di halte-halte tertentu, atau bisa juga naik andong keliling monas. Pilih yang mana?

Advertisements

91 thoughts on “Walking Tour di Pusat Kota Jakarta

  1. Gara

    Main ke Museum Gajah yuk… :hehe.
    Sidang di MK juga paling maknyuss, berasa pentinglah pokoknya sidang di sana padahal juga nggak ngapa-ngapain selain nontonin hakim-hakim dan saksi ahli beraksi, yang penting mendadak kayak jadi pejabat pemerintah :hihi. Kalau mau minta tanda tangan SPD di lantai 9 gedung baru *tetep ya Gar :haha*.
    Dari kemarin belum kesampaian ke Ragusa :siul. Mager nih, mager… :haha.

    Like

    Reply
      1. may ~ 3 di bumi

        weekend kemarin aku ke Jakarta Dit, tapi numpang lewat aja, dari Bandung naik kereta ke Gambir trus nyambung Busway ke PIM, macet ya, ngga nahan, kayanya tambah macet aja.

        kalau ke Jakarta lagi ntar In Sha Allah kukabarin ya Dit

        Like

  2. denaldd

    Aku dong sudah naik bus gratis itu tahun kemaren. Lumayan ya ngirit bisa berhenti2 pula. Karena punya suami nih jadinya tau isi museum gajah apa. Padahal pernah 6 tahun di Jakarta *lha 6 tahun iku nang endhi aeee hahaha. Amiiiinnn Dit Amsterdam 😍😍

    Like

    Reply
  3. Maya

    Jakarta tuh keren ya Dit. Kita cuma mesti belajar lebih mencintainya dengan banyak eksplor dan menjaga kebersihannya. Aku berasa kangen banget loh sama jakarta setelah pindah ke tanggerang. Berasa kehilangan gt heheheheh

    Like

    Reply
      1. Maya

        Iya tapi ke mall nya bukan ketempat2 yg kamu kunjungin dit. Lucu deh kemarin temenku kemarin cerita, temennya dia datang dari daerah, seneng banget bs sholat di mushola mall, tapi di ajakin ke Istiqlal malah ga mau 😀

        Like

  4. Ina Rakhmawati

    oh yang mba rinta posting di IG ya 😀 Walking tour…ah pasti seru apalagi ama turis2 jadi ngerasa turis ya mba :)) bayar ngga c? n aku ga fasih englishnya…pengen ikutan klo ada event walking tour lg.

    Like

    Reply
  5. Una

    Trus aku langsung googling mukanya Hamdan Zoelva… eh iya kok ganteng sih? *ketahuan ga pernah baca berita* Kalau ngga ada orang asingnya jadi city tour biasa yak Mbak 😄

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      boleh aja koook, aku pengen ke museumnyaaa tapi berarti harus bolos kerja donk hahaha 😀

      tapi kalo sendiri jujur akupun gak pede masuk hihihi, makanya kita rame2 aja

      Like

      Reply
  6. ndop

    Wow, aku baru tau tentang Istiqlal itu ternyata maknanya Indonesia banget ya. Pernah 1 kali aja di Istiqlal, pas study tour hahaha. Trus pas ke jakarta lagi 2kali, aku salah milih tuan rumah. seminggu cuma di kos-kosan dia sama ngemall. -_____-

    Like

    Reply
  7. sisca

    Halo Dita .. Makasih liputannya. Yuk kapan-kapan kita walking tour lagi.. Nanti aku geret si Maroko dan Perancis gelo itu lagi 🙂

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      waaaa mba Sisca!! Yuuukk ikutan rute-rute yang lain lagi, seneng banget jalan-jalan sama kalian hihihi. Trus pulangnya ke beringin lagi? 😀

      Like

      Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s