Mie Ayam Gondangdia di Lokasi Sementara

20150204_123933_1_1

Semua orang pasti setuju, di musim hujan yang dingin ini memang paling pas menyantap hidangan yang hangat-hangat nikmat dan berkuah seperti mie ayam, mie rebus maupun mie instan. Di dekat kos-kosan saya di Jakarta Pusat cukup banyak kedai-kedai yang menyajikan mie ayam, beberapa diantaranya cukup populer dan legendaris. Namun, sebagai orang Jawa Timur, saya awalnya gak terlalu cocok dengan jenis mie ayam Jakarta ini karena agak merasa aneh dengan daging ayam yang dimasak manis dan ditambah lagi belum bisa move on dari kelezatan Cwie Mie Malang yang tak tergantikan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya lama-kelamaan lidah saya mulai bisa menerima cita rasa dari beberapa kedai mie ayam Jakarta, salah satunya adalah mie Godila atau yang saat ini lebih dikenal dengan mie ayam Gondangdia yang sudah tersohor di kalangan warga Jakarta.

Pada bulan Desember lalu, kedai mie ayam yang sudah berdiri sejak tahun 1968 dan memiliki banyak pelanggan ini diluluhlantakkan oleh si jago merah. Tak heran berita mengenai kebakarannya kedai mie ayam tersebut cukup membuat heboh jagad sosial media. Maklum, sudah sekitar 4 dekade bertahan dengan resep tradisional turun temurun Toe Wah Seng dan Lim Kwi Fong dengan rasa yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun, tentunya kedai ini sudah memiliki pelanggan tetap yang setia dan tidak gentar oleh gempuran kedai-kedai mie modern yang banyak bermunculan.

DSC_0525_1

Tapi pelanggan setia mie ayam Gondangdia tidak perlu lama-lama bersedih, sambil menunggu prosesΒ  dibangunnya kembali kedai legendaris tersebut, untuk sementara mie ayam Gondangdia berpindah lokasi ke Jl. Cikini IV No. 12 A Jakarta Pusat berdekatan dengan kedai nasi uduk Gondangdia yang juga tidak kalah tersohor. Tidak heran, pada jam-jam makan siang jalanan sekitar kedai tersebut selalu dipadati oleh mobil-mobil para pekerja yang berkantor di wilayah Jakarta Pusat untuk menikmati makan siang yang berkualitas di dua kedai legendaris tersebut. Banyak juga pengunjung yang berusia lanjut datang bersama anak dan cucu mereka untuk sekedar bernostalgia dan mengenalkan makanan favorit mereka di masa muda pada anak cucunya.

B6vomuNCcAAqgNL.jpg large

Lokasi sementara mie ayam Gondangdia bisa dibilang lebih representative dibanding kedai yang lama. Karena tempat parkirnya lebih luas dan kapasitas tempat duduknya lebih banyak, juga lebih bersih. Bahkan ada area outdoor yang dilengkapi payung-payung lebar, cocok bagi pengunjung yang tetap ingin bisa merokok. Di area outdoor juga terdapat gerobak penjual es podeng yang bisa dinikmati sembari menunggu pesanan makanan yang biasanya cukup memakan waktu apabila kedai sedang ramai oleh pengunjung.

Kedai mie ayam Gondangdia tidak hanya menjual mie ayam dan bakso, ada banyak menu-menu lain yang tentunya juga patut dicoba. Diantaranya Ifumie, nasi goreng, capcay sampai tahu jamur kuah yang hangat, gurih dan menggoyang lidah. Harga yang dibanderol juga cukup standar untuk ukuran Jakarta.

DSC_0523_1

klik gambar untuk tampilan yg lebih besar

Namun bagi yang pertama datang kesini, tentunya yang wajib dipesan adalah semangkuk mie buatan tangan tradisional yang kenyal,Β  disiram kuah kaldu yang gurih, ditambah potongan daging ayam yang empuk dan manis, dilengkapi bakso sapi juga pangsit rebus yang lembut, dijamin akan membuat lidah menari-nari dan memberikan kehangatan sampai ke hati saat menikmatinya.

Satu jam lagi menuju waktu makan siang nih, makan mie ayam yuk πŸ˜€

DSC_0527_1

Baca juga :

Advertisements

50 thoughts on “Mie Ayam Gondangdia di Lokasi Sementara

  1. dani

    Dulu pas pertama diajak ke kedainya yang lama gak yakin gitu bakalan enak Dit, tapi setelah nyobain, hadeeeh. Beneran endeeusss. Beberapa kali ke sini sebelum kebakaran itu. Males banget sih emang soal parkirnya. Tapi ya demi kan ya.. Demii…

    Like

    Reply
  2. ndop

    Banner mie ayam gondangdia yg warna kuning itu kayaknya butuh jasa designer grafis ya, biar gak lempeng begitu hhahaha

    Btw, harganya standar banget yaaa… (baca: mahal untuk ukuran Nganjuk)

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      huahahaha ada yang nawarin bikin desain niiihhh *teriak2 pake TOA*

      huhuhu akupun merindukan makanan dengan harga standar Malang, Nganjuk dan sekitarnya πŸ˜€

      Like

      Reply
  3. oppie83

    aku suka sama semua jenis mie ayam…duh ngiler bgt ini baca nya. tp mie yamin paling TOBH dech…mie gondangdia ini jg endeus bgt!! ya ampun masih ada aja ya hehehe

    Like

    Reply
  4. Lia

    pernah makan di nasi uduknya. cuma ga tau kalo ada mie ini. baru atau udah lama yaaa, Dita? jadi kepengen. bisa ngalahin mie jempol favorit ku dari kecil ga yaaa? πŸ˜€

    Like

    Reply
  5. mysukmana

    di solo juga banyak jualan kayak gini, namanya macem-macem ada Mie surabaya, mie sumatra, mie bandung semuanya kok sama ya mbak..masih bingung bedanya di apa.. tapi beda klo dengan mie ayam solo πŸ˜€

    Like

    Reply
  6. Sugih

    Saya pernah menikmati mie ayam ini tapi sudah lama sekali pas zaman SMA dulu. Dua belas tahun lalu. Kalau nanti ke Jakarta mungkin harus coba lagi apa rasanya sudah berubah.

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s