Lari Wisata di Borobudur International 10k

20141116_084415_1

Berpartisipasi dalam ajang lomba lari tahunan Borobudur International 10k sebenarnya adalah bucket list saya tahun 2013 lalu. Segala persiapan sudah saya lakukan seperti pendaftaran online, beli tiket kereta, dan booking penginapan jauh-jauh hari. Tapi ternyata mendekati hari H saya diberi tugas mendadak dari kantor dan akhirnya harus merelakan diri batal mengikuti lomba lari yang dimeriahkan kurang lebih 14.000 peserta itu.

Tahun 2014, Borobudur International 10k dikemas lebih meriah sebagai rangkaian acara perayaan 200 tahun penemuan Candi Borobudur yang bertepatan pada tahun ini. Rangkaian acaranya meliputi seminar, ritual agama, sendratari, music jazz, pameran, pemecahan rekor nasional, peluncuran perangko, dan lomba lari 10k ini.

PicsArt_1416381292632

foto racepack minjem dari IG-nya @travelwithsugi

Sebagai fun runner yang sudah beberapa kali ikutan acara lomba lari buat seru-seruan, nama Event Organizer acara Borobudur International 10k ini sudah tidak asing di telinga saya. Karena EO tersebut juga yang menangani event akbar Jakarta Marathon 2013 dan 2014.Β  Berkaca pada pengalaman event sebelumnya yang pernah mereka tangani, saya tidak berharap banyak terhadap lomba ini.

Biaya pendaftaran Borobudur International 10k untuk WNI ber-KTP Jateng/Jogja sebesar Rp 50.000,-Β  untuk WNI selain KTP Jateng/Jogja dan WNA sebesar Rp 250.000,- dan untuk pelajar sebesar Rp 25.000. Total hadiah yang akan dibagikan sebesar Rp 753 juta. Pada awal pendaftaran disebutkan bahwa seluruh pelari termasuk kategori pelajar akan mendapatkan racepack dan medali finisher, namun mendekati hari H tiba-tiba ada perubahan pada website dimana disebutkan medali finisher hanya untuk 2000 finisher pertama, dan untuk pelajar tidak berhak mendapatkan medali. Tentunya hal ini cukup menimbulkan reaksi dari beberapa kalangan komunitas pelari dan berujung hujatan pada si EO. Tapi ya sudah sih saya ikhlas karena udah lama banget saya gak Borobudur, pengen ngerasain lari di Borobudur bareng pak Gubernur Jateng yang menawan, nyari suasana baru, dapet medali alhamdulillah, gak dapet ya udah πŸ˜›

20141116_062516_1

Overall acaranya sendiri menurut saya cukup tertib dan rapih. Pengambilan race pack di Artos Mall lancar jaya meskipun kaosnya agak panas bahannya dan gak ada booklet race guide sama sekali. Start juga cukup tertib meskipun agak berdesan-desakan karena pesertanya mencapai lebih dari 15.000 orang yang berasal dari 21 negara, ditambah dedek-dedek pelajar yang larinya semangat banget sampe nabrak dan nyikut kanan kiri πŸ˜€

Beberapa temen berpendapat kalo start jam 6.30 itu terlalu siang, tapi menurut saya sih enggak, wong cuacanya sejuk dan gak terlalu panas. Apalagi sebelum lari saya ngebet hunting sunrise dulu di Punthuk Setumbu, jadi start jam 6.30 itu udah pas banget buat saya. Yang paling saya suka dari lomba lari ini adalah rutenya yang seru banget, start dari Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur menuju Kandang Gajah, Pasar Borobudur, Perempatan Kujon, Bumisegoro, Kandang Gajah, dan finish juga di Taman Lumbini. Berbeda dengan tahun lalu yang start di pendopo Kab Magelang dan finish di Kompleks Candi Borobudur. Sepanjang rute, pelari disuguhi pemandangan yang menawan, jalur lari yang sangat steril tanpa ada kendaraan yang lewat, warga desa setempat juga tak mau ketinggalan memberikan support-nya, dan penempatan water station yang mencukupi di tiap + 2,5 km.

20141116_085601_1

Pada check point setelah km 9 para pelari termasuk saya dibagikan gelang karet untuk ditukar dengan medali. Alhamdulillah saya yang finish dengan lelet catatan waktu 1 jam 29 menit masih kebagian dapet medali yang IMHO rapuh banget medalinya kayak hati aku πŸ˜€Β  Berdasarkan pengamatan teman saya, sempet terjadi kericuhan waktu pembagian medali, karena ada pelari yang gak kebagianΒ  gelang tapi merasa finish duluan daripada pelari yang dapet gelang. Beberapa dari mereka sempat bersitegang dengan panitia terkait pembagian medali yang terbatas ini. Saya gak liat langsung sih jadi kurang tau detailnya gimana dan endingnya gimana. Laper bro, mendingan duduk-duduk, nonton dangdut sambil makan pisang aja :mrgreen: Hmmm trus yang menang lomba siapa? yahhh sudah pasti mas-mas Kenya yang larinya pada kenceng-kenceng kayak dikejar cheetah itu πŸ˜€

Dibalik segala kelebihan dan kekurangannya, saya sangat menikmati Borobudur International 10k ini. Kalo gak berhalangan, tahun depan masih pengen ikut lagi. Semoga di tahun – tahun mendatang yang masih kurang bisa diperbaiki, dan yang udah baik bisa dipertahankan πŸ˜€ Ada yang ikutan acara ini juga gak hari minggu lalu? share pengalamannya juga donk.

IMG-20141116-WA0000

People ask why I run. I say “If you have to ask, you will never understand. It is something only those select few know. Those who put themselves through pain. But deep down know how good it feels – unknown –

Advertisements

35 thoughts on “Lari Wisata di Borobudur International 10k

  1. ranselijo

    Dit, lari 10 K apa rasanya? Salut!
    Kalau yang tentang gaduh gitu, kayaknya emang sering terjadi di event apapun ya…waktu itu aku ngadain di desa gitu, semacam jalan santai yang diikuti banyak masyarakat, dan itu (udah dicoba dibuat setertib mungkin) tetap aja menimbulkan kegaduhan. Tanya kenapa o_O

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      rasanya cyapeeeek tapi seneng, abis itu masih muter2 candi Borobudur pula, gempooor πŸ˜€ ini pada rebutan medali karena medalinya dibatesin, dan ada yang bilang gak adil pembagiannya. Tapi entah ya berhubung ga liat sendiri jadi ga bisa men-judge

      Like

      Reply
    1. rintadita Post author

      asiiik Rosa ikuuuut, insya Allah jadi ada temennya πŸ˜€ betewe itu postingan Myanmar ditunggu loh yaaa, belom bisa kesana jadi pengennya baca postingan orang ajah

      Like

      Reply
    1. rintadita Post author

      Iyaaa aku jg cuma mampir jogja bentar bgt, mana hujan terus jd ga bisa kemana2 😦 Januari insha Allah ke Jogja lagi, smoga bs ketemuan ya…msh penasaran sm nglanggeran dan gua jomblang nihh

      Like

      Reply
  2. Pingback: 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur | Si Males Mandi

      1. Dita Post author

        ahahaha *cukur kumis* πŸ˜€
        aku tahun ini gak ikutan, tanggalnya gak pas hiks sedih deh benernya pengen banget ikut. wahh semangat yaaa untuk HM-nya πŸ™‚

        Like

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s