Tag Archives: Traveling

Traveling, Dulu dan Sekarang

traveling

Tak terasa ternyata sekarang sudah memasuki tahun ke-10 sejak saya pertama kali mulai kencanduan traveling dan sampai saat ini masih belum pengen berhenti. Bucket list juga bukannya makin berkurang, malah makin nambah tiap tahun. Intensitas traveling belakangan bisa dibilang makin sering, tapi kayaknya setelah lebaran ini bakal agak turun seiring dengan mahalnya harga tiket pesawat domestik dan minimnya tanggal merah di kalender sampai bulan Desember. Ada beberapa hal yang saya amati dan rasakan mulai berubah dari traveling saya 10 tahun yang lalu dengan sekarang. Mungkinkah kamu juga merasakan hal yang sama?

Continue reading

Advertisements

Bisa Jalan-Jalan Terus, Punya Pohon Duit?

pohon-duit

Saya kadang bosen sih ditanyain begitu melulu. Ada yang bernasib sama? Biasanya saya cuma nanggepin dengan senyum atau di-aamiin-kan ajalah siapa tau kejadian beneran punya pohon duit di belakang rumah, jadi kalo butuh apa-apa tinggal metik 😛 Padahal sebenernya jalan-jalan itu cuma masalah prioritas aja kok. Ada orang punya rekening bermilyar-milyar tapi prioritasnya bukan untuk untuk jalan-jalan, mungkin prioritasnya untuk beli tas kremes. Sementara saya yang punya duit pas-pasan menganggap jalan-jalan adalah prioritas karena bisa menghilangkan penat, bersosialisasi, dan memperluas wawasan. Namun jalan-jalan ini tentunya akan dilaksanakan setelah kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan terpenuhi.

Continue reading

Berani Career Break ?

When you’re 80 which will you remember? Another 3 month spent in office, or the 3 months when you experienced something new?

– unknown –

ttridecouk

sumber gambar dari sini

Memasuki hari ke 14 di bulan Januari dan kerjaan mulai bikin mabok :mrgreen: Yah namanya juga corporate slave, tiap awal tahun pasti dicekokin target yang lumayan bikin kepala pening. Tahun 2015 ini adalah tahun ke 7 saya mencari sesuap nasi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi. Entah setia, stuck, terlalu nyaman, atau takut gak bisa dapet pekerjaan yang lebih baik lagi 😛 Jujur saya adalah orang yang gak berani mengambil risiko, kalo di istilah ekonomi/investasi bisa disebut risk averse. Tujuh tahun berada di satu divisi yang mengurusi itu-itu aja tentunya sangat bikin saya bosen dan demotivasi. Berangkat ke kantor tiap hari rasanya udah kayak robot, gak ada semangat, kerjaan juga dikerjakan sesuai kemampuan dan sesuai instruksi atasan tanpa adanya ide-ide baru untuk didiskusikan. Iklim kantor yang gak kondusif, career path yang gak jelas, organisasi dan jobdesc yang acak adut sukses bikin saya jadi makin males ngantor. Belom lagi tuntutan bertahan hidup di ibukota yang bikin warga pinggiran kayak saya ini harus ngerasain tua di jalan. Berangkat ngantor subuh-subuh, pulang ke rumah udah hampir isya, lelah cyin. Bahkan weekend getaway dengan traveling ala backpacker yang saya sering lakukan pun gak membantu sama sekali. Yang ada malah saya makin semangat menyusun trip-trip selanjutnya, bukannya semangat kerja 😀

Continue reading