Liburan Keluarga ke Brunei, Dubai dan Abu Dhabi

Selain solo traveling, yang saya rindukan selama lebih dari 2 tahun pandemi ini adalah liburan bareng keluarga. Berasa udah lama banget gak liburan bareng mama dan adik. Ya boro-boro liburan bareng, mau mudik aja susah sekarang. Trus kalo mudik juga gak berani jalan kemana-mana, paling cuma di rumah dan diganggu meeting online atau telepon kantor *tetep*. Berhubung liburan terakhir bareng keluarga tahun 2019 juga belum ditulis, yaudah lah mari kita bernostaliga dulu dan berharap bisa segera liburan keluarga lagi.

Tujuan liburan kali ini adalah Dubai dengan transit dulu ke Brunei Darussalam. Karena liburannya bareng orang tua saya memilih untuk bergabung di group tour biar mama gak capek dan lebih nyaman. Seperti biasa kalo ikutan group tour mayoritas peserta adalah ibu-ibu, untungnya sih ada satu peserta bapak-bapak yang liburan berdua bareng istrinya jadi mas bebeb gak cowok sendirian di group kayak waktu di India kemaren.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Penerbangan dari Jakarta ke Bandar Seri Begawan memakan waktu sekitar 2,5 jam, sampai di sana kami langsung jalan-jalan ke Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah yang atapnya emas 24 karat beneran, dan mampir sebentar di Kampoeng Aer, kemudian kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Dubai. Malam itu kami beristirahat di pesawat dalam perjalanan ke Dubai *pegangin pinggang*.

muka bantal dan belum mandi
Atlantis The Palm

Sampai di bandara Dubai pagi dan cuma cuci muka dan ganti baju di toilet sambil nungguin bagasi keluar semua. Setelah itu kami langsung menuju ke Zabel Palace, Burj Al Arab, Palm Jumeirah, Atlantis the Palm, dan Dubai Marina untuk foto-fotoan, kemudian menuju Dubai Mall untuk naik ke Burj Khalifa. Tapi kami memilh gak naik dan hanya jalan-jalan dan makan di sekitar Dubai Mall karena lumayan jetlag, encok dan masih ngantuk banget. Setelah dari Dubai Mall barulah kami bisa menuju hotel untuk istirahat dan acara bebas sampai malam.

ketemuan kak Fahmi

Karena acara bebas, saya janjian sama teman blogger yang saat itu sedang merantau kerja di Dubai yaitu kak Fahmi. Janjiannya lagi-lagi ke Dubai mall biar gampang trus sekalian mau liat Dubai Fountain Show yang tersohor. Berangkatnya kami naik shuttle dari hotel, kemudian pulangnya kami nyobain naik MRT Dubai biar berasa lokal. Jauh-jauh ke Dubai makannya tetep Pizza Hut wkwkwk soalnya nyari spot yang bisa tetep liat fountain show sambil makan.

bukan ngambil dari google

Hari ke dua, kami menuju Abu Dhabi untuk berkunjung ke Heritage Palace, Etihad Tower, Emirates Palace, Abu Dhabi Cornirche dan tentu saja ke Syekh Zayed Grand Mosque yang Populer. Perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi sekitar 2 jam dengan jalan tol yang mulus banget. Sebelum kembali ke Dubai kami mampir ke Yas Marina untuk foto-foto di Ferrari World. Duh semoga suatu saat bisa nonton F1 di Yas Marina Circuit yang selalu jadi penutup musim F1.

naik Dubai Creek

Hari ke tiga kami menuju ke Souq naik taksi sendiri karena gak gabung city tournya, pengen jalan-jalan bebas sendiri aja. Sorenya baru gabung tour lagi untuk ikutan Safari Desert, salah satu kegiatan yang wajib banget kalo lagi di Dubai. Disini kita bisa menikmati pemandangan gurun pasir yang luas berasa syuting film Dune bareng mas Timothy Chalamet, trus merasakan dune bashing pakai mobil 4WD yang bakal bikin kamu terbanting ke kanan dan kiri. Selain itu bisa juga mencoba sand boarding, naik ATV atau menunggang unta. Selesai berkegiatan kita akan berkumpul di tenda untuk menikmati makanan timur tengah ditemani hiburan Belly Dance dan fire dance.

Besok paginya kami sudah bersiap pulang menuju bandara Dubai, transit lagi ke Bandar Seri Begawan namun kali ini tetep di bandara aja dan kemudian sampai kembali di Jakarta. Asli benernya capek banget sih itu, mana besoknya juga saya langsung ke kantor karena fakir cuti. Nah giliran sekarang cuti banyak banget tapi ga kepake karena percuma cuti wong gak bisa kemana-mana dan tetep digangguin kerjaan, jadi hanya bisa berkata: a*uuuuuuuuuu x))))))

bonus foto: bandara Brunei yang kecil tapi rapi

Oiya 2 tahun yang lalu itu harga paket tour ke Dubai ini termasuk tiket dan visa totalnya sekitar 48 juta untuk 4 orang. Kalo sekarang sih gak mungkin segitu ya, tiket mahal, visa mahal, belum PCR-nya, belum biaya karantina-nya, belum Covid Kit-nya…lalalalala.

11 thoughts on “Liburan Keluarga ke Brunei, Dubai dan Abu Dhabi

    1. Dita Post author

      waktu itu ke sana bulan November katanya emang best time buat visit Dubai karena gak terlalu panas kayak bulan-bulan yang lain…tapi ya tetep agak panas kalo dibanding di Indonesia ya

      Like

      Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s