
“Jangan lupa belajar dan jaga mama”
Saya masih mengingat dengan jelas kata-kata yang tertulis di balik kartupos bergambar Sydney Opera House yang saya terima belasan tahun yang lalu. Kala itu saya masih berseragam putih biru dan papa sedang ditugaskan untuk studi banding sekaligus training singkat manajemen pengelolaan sekolah di benua Kanguru selama 3 bulan. Siang itu saya menerima 2 kartupos dari seorang bapak berbaju oranye. Kartupos yang satu lagi bergambar blue mountain, dan ditujukan kepada adik saya dengan pesan “jangan lupa belajar dan jangan nakal”. Lho jadi yang kebagian tanggung jawab buat jagain mama ternyata saya doank?! Nasib anak sulung

Vivid Sydney
Sepulang dari Australia, papa membawa banyak oleh-oleh untuk kami. Tapi yang paling saya suka tentunya segudang cerita disertai beberapa lembar foto kenang-kenangan. Sayangnya di tahun itu kamera adalah barang berharga yang belum mampu kami miliki. Beberapa foto yang dicetak papa adalah hasil numpang kamera rekan kerjanya yang saat ini pun terserak entah dimana. Saya ingat beliau sangat terkesan saat bercerita tentang Sydney Opera House yang merupakan sebuah bangunan gedung opera berbentuk yang unik. Gedung ini bisa dimasuki di beberapa bagiannya meski sedang tidak ada pagelaran acara di dalamnya. Seandainya papa masih ada, pasti beliau akan lebih terkesan dengan adanya pagelaran Vivid Sydney yang saat ini rutin diadakan setiap tahunnya, dimana gedung Sydney Opera House disulap menjadi kanvas permainan cahaya warna-warni yang indah. tidak tanggung-tanggung, event yang berlangsung di bulan Mei – Juni ini juga melibatkan musisi kondang, serta seniman lokal dan internasional.

Pierces Pass, Blue Mountains, Sydney
Pada hari libur training, papa dan beberapa rekan dari Indonesia diajak untuk menjelajah Blue Mountains, pegunungan yang terletak sekitar 50 km dari kota Sydney. Dengan mengendarai mobil milik salah seorang guru di tempat training, mereka menempuh 90 menit perjalanan untuk mencapai gunung yang dipenuhi tumbuhan eukaliptus tersebut. Papa bercerita bahwa di Blue Montains terdapat legenda yang mirip legenda-legenda yang ada di Indonesia. Jadi di Blue Mountains ini terdapat 3 batu karang raksasa berjajar yang merupakan perwujudan 3 saudara perempuan yang dikutuk menjadi batu. Tiga batu karang tersebut dikenal dengan nama Three Sisters. Di Blue Mountains ini orang yang tidak pernah mendaki gunung tidak perlu khawatir, karena ada berbagai fasilitas yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangannya. Ada Scenic Skyway yang berupa kereta gantung, scenic railway yang berupa kereta untuk meluncur turun ke dasar lembah, scenic walkway yang berupa jalur terbuat dari lantai kayu untuk menapai hutan dan Scenic cableway yang juga merupakan kereta gantung untuk membawa pengunjung kembali ke atas. Dengan banyaknya fasilitas ini, tidak heran jika Blue Mountains merupakan salah satu destinasi wajib jika mampir ke Sydney.

Three Sisters
Dari Blue Mountains, rombongan papa melanjutkan perjalanan menuju Jenolan Cave yang merupakan gua batu kapur paling spektakuler di Australia. Rangkaian gua ini memiliki sembilan gua yang terbuka untuk umum dengan aliran sungai bawah tanah, pencahayaan yang memadai, juga formasi gua yang luar biasa. Rangkaian gua ini ditemukan oleh James dan Charles Whalan pada tahun 1840. Nama Jenolan, berasal dari bahasa suku Aborigin yang artinya gunung tinggi. Jenolan caves juga merupakan gua bawah tanah terbesar dan tertua di dunia.

Jenolan Cave
“pasar di Sydney bersih banget, gak becek. Kamu pasti suka”
Saya ingat papa berkata begitu karena tahu saya paling malas diminta tolong mama untuk ke pasar. Mendingan nyuci baju atau nyetrika baju setumpuk ajalah daripada harus berbecek-becek ria ke pasar tradisional 😛

Selain mengisi hari libur dengan mampir ke tempat wisata Sydney, papa juga hobi mampir ke pasar tradisional. Pasar favorit Papa di Sydney adalah Paddy’s market yang menjual aneka kebutuhan mulai dari sayur dan buah segar, baju, barang elektronik bahkan cindera mata. Di waktu luangnya papa sering datang ke sini untuk sekedar melihat-lihat atau membawa pulang barang-barang dianggapnya menarik. Papa memang punya selera yang unik, ketika di Malang pun beliau suka menghabiskan waktu seharian di pasar barang-barang bekas yang berlokasi di daerah Comboran. Tidak jarang ia membawa pulang benda-benda yang menurutnya merupakan sebuah harta karun berharga, namun kami anggap rongsokan.

Selain Paddy’s Market ada juga Rocks Market yang lebih banyak menjajakan barang seni dan barang-barang kerajinan. Kata papa, Rocks Market ini cuma buka di hari sabtu – minggu, dan selalu dibanjiri kaum wanita serta anak-anak muda.
Pasar lain yang sering dikunjungi papa adalah Sydney Fish Market. Terletak di daerah Pyrmont, pasar ikan ini memiliki lebih dari 15 outlet yang tidak hanya menyajikan seafood, tapi juga wine, keju, dan beberapa coffeeshop. Papa dan saya memiliki selera makan yang sama, tidak suka makan daging merah tapi pencinta seafood garis keras. Beda dengan mama dan adik yang cenderung pemakan segala 😀 Di Sydney Fish Market ini selain berbelanja ikan dan seafood segar untuk dimasak sendiri, kita juga bisa menikmati makan siang yang bisa langsung dimasak di sini. Dijamin rasanya segar dan lezat. Berbagai pilihan ikan, udang, cumi-cumi, bahkan kepiting tersaji ditemani potato chips khas Australia. Sajian makan siang ini belum lengkap tanpa ditutup dengan kopi dan es krim yang juga tersedia di jajaran coffeeshop yang ada. Cukup mendengar cerita papa saja saya rasanya ingin menelan ludah berkali-kali 😦

Sydney Fish Market
Beberapa tahun lalu papa sempat berwacana untuk berkunjung kembali ke Australia untuk berlibur, tentunya sambil mengajak kami menapak tilas perjalanannya belasan tahun yang lalu. Sayangnya wacana tersebut belum terwujud sampai beliau tutup usia di tahun 2012. Kamipun mengubur dalam-dalam rencana jalan-jalan tersebut, hingga kemarin saya menemukan sebuah advertorial saat sedang iseng berlencar di dunia maya. Tiket promo terbang ke negeri Boomerang dari maskapai kenamaan Australia, Qantas. Harganya cukup reasonable bagi kami berempat untuk pulang-pergi ke Sydney dengan full service carrier yang kabarnya sudah memiliki wifi on board dan menyediakan ipad bagi semua penumpangnya. Segera saya membolak-balik kalender tahun 2016 dan mecoret-coret jadwal yang memungkinkan bagi kami berempat. Saya yakin ini akan menjadi napak tilas perjalanan yang syahdu dan menyenangkan.
Ada yang mau ikut? 🙂

Sumber foto dari sini

Jadi merindukan liburan keluargaku di Sidney. Three sisters itu bikin aku takjub, Subhanallah. Paddy’s market, opera house, lunch di kapal keliling darling harbour, dan lainnya. I miss Sidney.
LikeLike
waaaah udah pernah ke Sydney ya? maaauuuu :3
LikeLike
Semoga kau bisa berangkat ke sana ya Kak. BTW, desain blogmu ganti ta?
LikeLike
aamiin!
eh enggak kok kak masih tetep yang lama ini themes-nya
LikeLike
jadi kapan mau ke Ossi nya cisteeel? ini suami ribuuuut banget pengen ke Australi & NZ. mau ngeliat universitas yang dulu pernah ngasih scholarship ke doi. tapi ga jadi dimasukin karena ndak punya cicis buat beli tiket pesawat 😀 😀
LikeLike
ayoook barengan siiiis, kita kumpulin cicis dulu nyang banyak yaaa
LikeLike
Jadi inget cerita film Tracks 2013, yang napak tilas perjalanan bapaknya di Australia 😀
Keren itu, mbak hehhehhe
LikeLike
eh ada beneran ya? wahhh jadi mau nonton filmnya. Makasih infonya ya kak :3
LikeLike
Ada mbak, seru ceritanya dan itu juga kisah nyata 🙂
LikeLike
wagh… pengen… 😳
LikeLike
pengen liat opera house, mosok dari kecil sampe gede cuman liat di kartu mainan…
LikeLike
sama kaaaak, baru liat di gambar thok nihhh 😀
LikeLike
Semoga kesampaian ya napak tilasnya.., seandainya berjodoh bolehlah mampir ke rumah saya di Queensland..😃
LikeLike
aaakk mauuuu ketemuan!!
aamiin aamiin semoga bisa kesampaian nih mba
LikeLiked by 1 person
jadi kangen Adelaide.. waktu kecil sempat tinggal disana sekeluarga,
btw, plot dan atau alur ceritanya bagus banget.. sudah lebih dari cukup un tuk dijadikan konsep film bertema napak tilas..
oiya.. kira-kira kata “Jenong” atau “nJenong” dalam Bahasa Indonesia ada pertalian saudara dengan kosa kata Aborigin “Jenol” dalam “Jenolan” itu?.. mengingat, konon, katanya Bahasa Suku Aborigin termasuk rumpun Austronesia masuk Proto Melayu…
LikeLike
wahh pernah di Adelaide ya kak? kereeen!
eh aku baru tau nihh tentang yang suku Aborigin termasuk proto melayu…jadi pengen kulik2 lebih lanjut, makasih yaaa 🙂
LikeLike
eh.. tapi itu konon katanya, lho, ya.. mohom koreksi jika ada yg keliru dari saya..
LikeLike
Kayaknya menggoda 😀
Semoga kesampaian napak tilas perjalanan sang Ayah 🙂
LikeLike
kereen banget mba, masih inget aja cerita papanya.
*saya mah nulis cerita sendiri aja perjuangan –‘
😀
LikeLike
iya inget soalnya udah sempet ngatur2 buat ke sana kan sebelum beliau meninggal, eh yaaa belum kesampaian ternyata 😀
LikeLike
Semoga kesampean ya Dit :). Rejeki gak kemana lah
LikeLike
aamiin aamin makasih Mayaaaa :3
LikeLike
Semoga terlaksana buat napak tilasnya ya Dit. Aah jadi kangen tinggal di Sydney lagi deh ;p
LikeLike
aamiin
aahh sayang dirimu udah gak di sana ya mba…kalo gak kan bisa ketemuuu :3
LikeLike
Semoga perjalanan kesana kesampaian.
Asik banget kayaknya menikmati Three Sisters.
LikeLike
aamiin makasih doanya kaaaak 😀
iyaaa berasa batu malin kundang versi Australia yaaa hihihi
LikeLiked by 1 person
Ikuuuddd..
Semoga lancar ya Diit
LikeLike
ayoook ayoook
aamiiin, makasiiii :3
LikeLiked by 1 person
Ikutttt dong, kapan berangkat hahaa
LikeLike
ayo mbaaak, ini lagi coret coret kalender…susah bener nyamain jadwal orang 4 iniiii
LikeLike
Yuks.. Ikutttt hahahha
LikeLike
ayoooook!! 😀
LikeLike
semoga jadi ke australia beneran ya mbak #nodong ganci
eh, itu Jendolan beneran #ahahhahahaa
LikeLike
aamiin!! ehh ganci apaan?!
JENOLAN woiiiy bukan JENDOLAN hahahaha 😛
LikeLike
gantungan cinta …. eh,gantungan kunci lah
becanda kok, cerita aja udah cukup ^_^
tapi kalo mau ngasih kartu pos, magnet juga gak papa hahaha
kapan2 ke jakarta lagi aku ambil #eh
LikeLike
Dulu pas diceritain ngiler ngences gak Kak? Apa ditambah ngimpiin kesana sama bebeb? Hahaha
LikeLike
ngeces jalan-lajannya aja, dulu masih SMP woiii, belom kepikiran pacaran hahaha. Kan anak SMP dulu sama sekarang beda yaaaa….(apa cuma aku aja yg cupu?!)
LikeLike
semogaaa jadi kesana yaa kak..
dan aku ikut jugaa :))
LikeLike
aamiin!
ayook ayoook ikut :3
Malang dulu lah jadiin bulan depan hihihi
LikeLike
Huaaa.. kok sama ya. Papaku juga tugas belajar ke Australia pas aku SMP, tepatnya di Melbourne. Trus aku juga penasaran pengen ke sana karena dapet cerita dan lihat foto2 Papa.
Semoga rencananya kesampaian ya, DIta. Akan menjadi perjalanan yang penuh kenangan manis. 🙂
LikeLike
ehhh sama yaaa?!
aamiin makasih Ichaaaa :3
LikeLike
LETS GOH LAH!
LikeLike
NGEMENG DOANK AH SI OM!
LikeLike
Semua dan segala sesuatunya itu berawal dari ngemengan. Kan kan kan kan:p
LikeLike
ikutin ceritanya aja udah seru apalagi jalan2nya
LikeLike
ayook ikutan jalan-jalan 😀
LikeLike
Semoga tercapai ya Mba 🙂
LikeLike
aamiin makasih mba cantik :3
LikeLike
Aminnn semoga kesampean ya dit ke Aussienya. *ini curiga sebenernya udah booking tiket dah dianya* (hahaha nuduh) 😂😃
LikeLike
hahahaa belom mbaaaaa beloooom, mengingat kondisi ekonomi akhir-akhir ini jadi gak sekalap dulu kalo liat tiket promo 😀
LikeLike
Yakin pasti bisa ke Aussie! Have fun ya! 😘
LikeLike
aamiin makasih Claraaaaa :*
LikeLiked by 1 person
MASUKIN AKU KE KOPERMU MBAK. SELUNDUPKAN AKU. SELUNDUPKAN AKU KESANA 😦
LikeLike
POTONG RAMBUT DULU TAPI YA 😛 #laahhh
LikeLike
Enggaaak mauuuuuk. Aku jilbaban ajaa deh :p wkwkw
LikeLike
jadi kapan kak mau ke Sydney? 😀 😀
LikeLike
bareng kak Coki laaah, kan dirimu juga mau ke sana 😀
LikeLike
asiiik mau jalan2, aku ikut masuk kopernya ah 😛
LikeLike
sini-sini *buka koper* 😀
LikeLike
Semoga bisa kesana yaaa. Jadi bisa napak tilas.
Aku juga jadi kepikiran nih. Dulu papa malah pernah ambil short course tapi sisanya jalan-jalan. Belajar di Prancis, trus ke Amerika, disudahi ke Hawaii. Selama ini cuma denger cerita sama fotonya doang. Semoga bisa napak tilas jugaaa 🙂
LikeLike
huwaaaaa pasti seru tuh Lia dari Perancis – Amerika – Hawaii
aamiin, semoga keinginan kita terwujud ya 🙂
LikeLike
sebagai negara maju mungkin australia lebih tertata rapi dibandingkan dengan Indonesia..
ngayal di negeri sendiri bisa sebersih itu pasar dan tempat2 wisatanya..hihi
pengen juga tengok aussie..cuma blom ada duit :))
LikeLike
yuk yuk nabung dulu biar bisa ke sana 🙂
LikeLike
wah ke aussie ya mba? bisa nengokin bloher yang lagi WHV di sana 😀
LikeLike
iyaaaaa pengennya gituuuu 🙂
LikeLike
ikut dong Dita, mupeng lihat foto-foto dan cerita yang ada diatas. hehehe
LikeLike
ayooook, siap-siap berangkaaat! 😀
LikeLiked by 1 person
jenolan cave, sku kok jadi ngebayangin goa jati jajar yaa.. mirip2 sih 🙂
LikeLike
hihihi iya sihh, sebenernya kalo goa sihh di Indonesia juga banyak yang bagus-bagus 😀
LikeLike
bikin jadi mupeng pergi ke OZ! lihat vivid sydney, main ke blue mountain, belanja buah di pasar, trus terbangnya pakai Qantas yang udah ada fasilitas WiFi on boardnya!
semoga keinginanku terwujud. dan semoga pula keinginanmu napak tilas perjalanan papa disana kesampaian ya kak. doaku untuk alm papa kak dito, al faatihah…
LikeLike
ayooo kak, apa tim blogger hore selanjutnya ke Sydney aja mwihihihi *disambit celengan ayam*
aamiin…makasih banyak kak Hiuuuuu :3
LikeLike
pasaarnyaaaa… jadi bikin pengen buka tenda disitu sambil masak hahha..
Keren banget yahh, goa semacam juga banyak di Indonesia yah Ka Dit 🙂
LikeLike
hihihi pengen buka lapak dagangan juga yaaaa kalo bersih gituu 😀
LikeLiked by 1 person
Itu bule yang jual buah hidungnya panjang banget, potongin dikit buat aku bisa kalii kak 😀
LikeLike
hahahaa kamu kok fokusnya ke situuu 😀
LikeLike
aku new zealand ajaaa
LikeLike
akoh juga mauuuu NZ 😀
LikeLike
Belom kepikiran buat ke sidney. Pengen ke yurop dulu kayaknya 😆
LikeLike
aamiin aamiin
semoga terwujud semua ya niee 🙂
LikeLike
wah keren nih
LikeLike
Maaf mbak saya ninggalin jejak di blog mbak, dan salam kenal juga!
Baru mengunjungi blognya mbak, yang isi artikelnya bagus-bagus.
Saya mau cuma bilang , semoga blognya mbak semakin terkenal dan bisa menyusul papanya mbak. ^_^.
LikeLike
aamiin, makasih doanya dan makasih udah berkunjung 🙂
salam kenal
LikeLike
itu goa mirip banget goa gong, klo ada kesempatan disini pengennya di Three Sisters sama istri 🙂 romantis kayak di foto 🙂
LikeLike
uwuwuww ~
iyaaaa pasti romantis banget ituu
LikeLike
iya bentangkan tangan kayak di titanic haha
LikeLike
sydney emang cakep ya Rinta sayang belum pernah kesana
LikeLike
ahh tapi kamu mau ke India huhuhu iriii 😀
LikeLike
Ditaaaaa semoga kesampaian. Pasti seru. Soalnya aku juga gitu thn 2013 berhasil napak tilas tempat ayah sekolah /tugas di Prancis walau ga semua nya terjelajahi, dan hebohnya aku langsung dipandu yg bersangkutan, alias oleh ayahku…. Si empunya cerita, sampe ninggalin si kembar 4 hari yg dulu msh umur 3 thn demi bertualang dan ayahku, seru.
LikeLiked by 1 person
waaaaah seru banget mbaaa! itu jadi quality time yang sangat berkesan sama beliau yaaa huhuhu iri 😀
aamiin makasih ya mba
LikeLike
Lha poto papamu mana?
LikeLike
udah banyak yang ilang di rumah Malang mba, sebagian juga kayaknya ilang di kantor beliau 😦
LikeLike
Semoga kesampaian ke sydney ya mba. Bisa napak tilas sama keluarga..
LikeLike
aamiin makasih kaaak 🙂
LikeLiked by 1 person
Klo ke Blue Mountain lagi aku mau nginep di Katoomba, enaknya musim semi di sana, hawanya sejuk. katoomba kota kecil yang apik tertata rapi banyak rumah kayu cantik, musim semi bunganya banyak.
LikeLike
whuaaa dah pernah ke sana ya? kayaknya menarik nih nginep di Katoomba….yuk yuukkk 🙂
LikeLike
Iyahh..flight pake AA promo mayan nampol Dit, separonya maskapai lain buat ke Ausie..cuman sik klo liat peta yahh agak malu, dari Jakarta mau ke Ausie, ealahh malah ke ujung dulu ke KL buat transit..pastinya lama penerbangan jadi super lama dibanding direct flight..yah tapi sampe juga ke Ausie yee..hehehe..
LikeLike
Gak usah jauh-jauh ke Amerika ya buat ngerasain dan ngeliat gimana kulitas hidup di dunia pertama, Australia sudah termasuk negara dunia pertama yang letaknya yang begitu jauh dari Indonesia 😀
LikeLike
sesama pencinta makanan laut garis keras, tos dulu dong 😀 btw, semoga kesampaian ke Australia ya Dit 🙂
LikeLike
Toss! 😀
aamiin makasih ya mba Messa
LikeLike
nyari2 poto papanya koq nggak ada?
aku ikut donk
LikeLike
fotonya di Malang semua mbaa, dan kayaknya udah berceceran belum sempet dirapihin 😦
LikeLike
sedih ya mbak, mengingat orang tua dan rencana-rencana yg belum terwujud 😦
LikeLike
iya :’)
tapi gimanapun harus teeth move on ya
LikeLike