Pergi ke Destinasi Impian? Bisa!

pergi ke destinasiimpian? Bisa!

Kalo boleh flashback ke 10 tahun ke belakang rasanya hampir gak percaya saya bisa berada di titik saat ini. Terutama bisa jalan-jalan ke destinasi-destinasi yang sudah saya impikan sejak lama. Saya cuma anak kampung dari kota Malang. Keluarga juga bukan dari kalangan yang kaya raya. Boro-boro kebayang bisa liburan ke luar negeri, ke Jakarta aja baru sekali, itupun untuk urusan magang kerja. Tapi yang namanya mimpi kan boleh-boleh aja ya. Apalagi mimpi itu pernah terasa sangat dekat waktu dapet beasiswa S-1 ke Belanda. Sayangnya karena masalah biaya, saya terpaksa harus mengabaikan tawaran beasiswa itu. Tapi mimpi seorang anak kampung untuk bisa melihat dunia yang luas tetap saya simpan dan diam-diam selalu berusaha untuk saya wujudkan.

slovenia-traveling

Bled Castle, Slovenia

Alhamdulillah setelah keterima kerja di Jakarta, pelan-pelan saya mulai berusaha mewujudkan mimpi mengunjungi destinasi yang saya inginkan. Hidup di Jakarta memang keras, terutama buat anak kampung yang baru merantau sendirian kayak saya. Tapi semua bisa diatur kok, karena sebenernya yang gede itu bukan biaya hidup tapi gaya hidup. Kalo nurutin gaya hidup sih gaji sebulan mana cukup buat bayar kos, biaya makan sehari-hari, nongkrong-nongkrong lucu bahkan shopping?! Belum lagi buat tabungan atau investasi, karena biar gimana-gimana kan kita tetep harus mikirin masa depan.  Jadi kalo ada yang nanya, gimana caranya biar bisa mewujudkan mimpi pergi ke destinasi impian, ini 4 langkah yang saya lakukan:

Pisahkan tabungan dan investasi setelah Gajian

Namanya ngeliat duit banyak di rekening pasti hati jadi tentram ya. Trus kalo udah gitu biasanya jadi pengen beli ini, beli itu karena ngerasa lagi banyak duit. Makanya begitu gajian, tabungan dan investasi kudu langsung dipisahkan biar gak kalap. Biasanya untuk tabungan saya sisihkan 10% – 20% dari gaji, dan untuk investasi minimal 20%.  Sisanya baru bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Terapkan Gaya Hidup Sederhana

Biasa kalo ada restoran baru langsung dicobain, atau nongkrong-nongkrong lucu di coffee shop seminggu 3 kali? Coba sekarang dikurangi, mungkin makan di resto dan nongkrong nongkrongnya bisa 2 minggu sekali. Jangan lupa, manfaatkan juga diskon dan promo yang ada. Kalo saya sih baru nongkrong di coffeeshop kalo ada diskon 50% atau buy 1 get 1 free. Trus makan di restoran mahal kalo ada diskon dari kartu kredit atau kartu bank yang kita punya.

bangka-botanical-garden

belom bisa ke Nami island, ke Bangka dulu aja

floating-market-lembang

belom bisa ke Arashiyama Kyoto, ke Lembang dulu aja

tateyama-kurobe-japan

belom bisa main salju di Alaska, ke Jepang dulu aja

Tentukan Prioritas dan Harus Realistis

Jangan terlalu ambisius pengen ini, itu, kesini, kesitu dulu. Tentukan prioritas destinasi mana yang akan diwujudkan terlebih dahulu dan konsisten lah dengan destinasi itu. Satu lagi yang lebih penting sekarang, harus realistis. Kalo emang dari sisi finasial belum mampu ke Eropa ya jangan maksa, apalagi sampai harus hutang sana sini dan jadi beg-packer demi eksistensi semu di sosia media. Apa esensinya traveling kalo ternyata sampai di sana kita menderita dan gak enjoy karena kekurangan uang atau selesai liburan dikejar-kejar debt collector?

Mengatur Pengeluaran dengan Jenius x-Card

Kunci utama dari suksesnya mewujudkan keinginan adalah dengan mengatur keuangan. Inget gak sih kalo jaman dulu suka ada tips memisahkan pos-pos pengeluaran dengan membagi ke dalam amplop-amplop yang berbeda? Nah di jaman yang serba canggih dan cashless ini semua bisa dilakukan hanya dalam genggaman.

jenius-x-card

Dengan Jenius, selain bisa membuka rekening, membayar tagihan-tagihan, mengatur transaksi, tabungan, kita juga bisa mengatur kartu debit. Jenius adalah aplikasi produk perbankan dari PT Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) yang diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan generasi muda dalam mengatur keuangan dengan mudah dan praktis. Untuk membuka rekening atau punya akun Jenius itu gampang banget, gak perlu repot-repot datang datang ke bank, semua bisa dilakukan secara online dalam genggaman, dan semuanya gratis. Lengkapnya bisa dibaca di sini.

Di Jenius, meskipun cuma punya 1 rekening tapi kita bisa lho punya kartu debit ekstra yang namanya X-Card. Jadi kartu debit ini bisa kita jadikan pengganti amplop-amplop untuk mengatur pengeluaran supaya lebih praktis dan mudah dipantau.  X-card ini bisa dipesan sesuai kebutuhan kita dan 100% gratis! Sampai saat ini sih saya baru punya 2 kartu yang pertama saya kasih judul Daily Card yang digunakan buat kebutuhan sehari-hari seperti makan, bayar kos, beli pulsa dan transportasi. Kartu yang kedua saya kasih nama Shopping Card yang digunakan untuk belanja baju, sepatu, kacamata atau barang-barang yang bukan kebutuhan pokok.

daily-card

shopping-card-jenius

Kartu-kartu ini bisa kita atur saldonya berapa jadi dijamin gak bakalan kebablasan lagi kalo belanja atau makan-makan, jadi saldo tabungan kita pasti aman dan liburan ke destinasi impian akan lebih mudah terwujud. Untuk mengatur kartu-kartu yang kita miliki semua ada di fitur Card Center aplikasi Jenius. Di Card Center ini kita bisa menambah atau mengurangi saldo kartu, mengatur limit belanja, limit penarikan uang tunai, block/unblock kartu, atau menambah X-card baru. Saya rencananya mau bikin X-card  lagi nih buat adik sama mama. Soalnya mama saya kan udah pensiun, jadi tiap bulan otomatis harus kirim uang bulanan ke beliau dan adik. Dengan x-card ini tentunya akan lebih mudah buat saya untuk mengatur uang bulanan buat mama juga adik.

Belum punya rekening Jenius? Download aja aplikasi Jenius dan langsung buka rekeningnya. Semuanya gratis dan praktis, cocok banget lah buat generasi milenial kayak kita ini, iyaa kita!! *robek-robek akte kelahiran*

 

Advertisements

91 thoughts on “Pergi ke Destinasi Impian? Bisa!

  1. bukanrastaman

    Duh kok pengen punya ya. Biar bisa kayak kakak. Aku nge fans lo kak sama kamu. selalu menginspirasi. Walau pekerja rendahan dan juga gaya hidup rendah. Boro2 mikir ke luar negeri. Pengen pulang kampung setiap minggu naek pesawat aja belum tercapai kak. Hiks

    Like

    Reply
  2. Bapake Naca

    kok aq dah nerapin gaya hidup sederhana dengan sering nongkrong di RM Sederhana..tapi tetep gak bisa nyisain buat nabung dan investasi ya?? trus aku harus bagaimanaaaa??
    #abaikan #tidakadafaedahnya #maafkansayayangsudahnulisgakkaruandikolomkomeninitanpaadafaedahnyaditambahlagimasanghastagpanjanglebaryangsulitdibacaetapiapabakaldibacaya

    Liked by 1 person

    Reply
  3. Nandito Silaen

    sekarang mah serba smart ya dit. intinya smartphone bisa cari promo dan kita bisa kemana aja. asal niat! niat cari tiket murah meriah. btw card tsb ada hubungannya sama ke bank penerbit CC gak?

    Like

    Reply
      1. nengsyera

        Tadi aq ke SMB dit, tp jam 7 mlm parkiran mobil penuh, smp msti naik ke level paling atas gedung. Udh diparkiran, malah ngantuk dan males turun ke pasar senggol.
        Alhasil 1 jam dsna cuma dipake buat tidur di mobil 😂😂 soalnya dr pagi udh ke jakarta dan OMG weekend di Jakarta aja kena macet 😭 ke SMB emg pgn ke pasar senggol tp malah kecapean dit

        Next week aja yukk..cemanaaah cin?

        Like

  4. Christa

    aku pake banget jenius.. enak ngatur2 pos pos keuangannya, walau gajian masi dari bank lain sih, tapi biasanya malah aku langsung transfer ke jenius semua sejak beberapa bulan ini, terus aku atur2.. malah yg bank lain itu sekarang sisa buat uang jajan aja :p

    Like

    Reply
  5. HadharaRizka

    Nah, tulisan ginian nih yang ane wajib baca sering sering. travellingya jadi hanya local karna terbentur dengan tabungan mulu. Tapi OOT nama domain blog mbak mengingatkan ku pada seseorang, yaitu “diriku sendiri” yang emang kebetulan dan ditakdirkan “males mandi”., Salam kenal ya mbak, ane travel blogger pemula dari dataran tinggi gayo, aceh..

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      gapapa sekarang yg lokal dulu, nanti pasti lama-lama pasti bisa interlokal *disambit pesawat telepon* 😛

      salam kenal ya, makasih udah mampir

      Like

      Reply
  6. omnduut

    Walau masih banyak sekali daftar tempat yang belom didatangi, tapi aku juga bersyukur bisa ke beberapa tempat yang udah diimpikan sejak lama. Alhamdulillah 😀

    Semoga kita semua dapat terus mendatangi destinasi impian. Amiiin

    Like

    Reply
  7. Ata

    Tertarik banget aku pake jenius ini, abis si kakak kerja di sana lololol ga deng, emang cocok banget kayanya buat mengatur pengeluaran, kalo ga bisa bablaaaas blas, dan makin lama mengikuti jejak ka dita-nya. Hihi. Semoga segera ada di kotaku.

    Like

    Reply
  8. Achmadi_Aljufri

    Tentukan Prioritas dan Harus Realistis

    Jangan terlalu ambisius pengen ini, itu, kesini, kesitu dulu. Tentukan prioritas destinasi mana yang akan diwujudkan terlebih dahulu dan konsisten lah dengan destinasi itu. Satu lagi yang lebih penting sekarang, harus realistis. Kalo emang dari sisi finasial belum mampu ke Eropa ya jangan maksa, apalagi sampai harus hutang sana sini dan jadi beg-packer demi eksistensi semu di sosia media. Apa esensinya traveling kalo ternyata sampai di sana kita menderita dan gak enjoy karena kekurangan uang atau selesai liburan dikejar-kejar debt collector?

    Pelajaran banget nih…Inget waktu ke jakarta buat nonton konser. pulang-pulang Ibu bapak kakak adik gw udah di akui keluarga ama Debt Collector!!!

    *krik krik krik

    Like

    Reply
  9. ZHARND

    Hai kakak! Aku Zahrah ehehe. Lagi domisili di Malang nih, mau nitip salam gak sama kampung halamannya?

    Malang mah masih kota besar, kayanya lebih kecil aku deh. Aku dari Sidoarjo, anaknya Surabaya, ehehehe. Sama seperti kakak, aku punya impian untuk menjejakkan kaki di berbagai belahan dunia. Bukan sekedar ‘main’, tapi rasanya menyenangkan banget bisa berada dan berinteraksi dengan lingkungan yang berbudaya dan berbahasa berbeda dengan asal kita. Hum!

    Kalau aku pribadi sih paling ngebet sama Jepang 🙂 sekarang belum, suatu saat pasti aku bisa kesana 🙂

    Ah baca post kakak ini aku jadi terpacu untuk kerja dan ngumpulin pundi demi pundi. Harus diusahakan! Gak mungkin bakal terwujud kalo kitanya gak berusaha xD

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      halooooo, salam ya buat Malang…pulangnya masih lama tunggu lebaran hehehe 😀

      ayooo semangat ya, pasti bisa kok ke Jepangnya

      Like

      Reply
      1. jonathanbayu

        Waduh aku juga gatau deh..mungkin tergantung reksadanannya kali ya..soalnya kata orang lumayan sih hasilnya (kalo dibanding deposito). Kalo mau besar ya main saham aja deh haha 😀

        Like

  10. mysukmana

    wah 10-20% untuk disisakan buat jalan jalan ya kak..klo, mulai diterapkan nih, tapi klo aku kadang terhanyut buat kebutuhan anak hehe…coba deh disisain klo beruntung cari travelling gratisan hehe 😀

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      hehehe aku gak terlalu tertarik traveling gratisan karena tanggung jawabnya besar, kudu nulis kudu live, sosmed, gak enjoy 😀

      Like

      Reply
  11. Syuhada Ali

    godaan menabung itu lho, mba. kalau uang ngumpul 500 rb, pengen beli barang yang 500 rb. ada 3 jta, pengen beli barang yang 3 juta. selalu ada aja alasan buat ngorting, jadinya gak penuh2 itu tabungan.

    Like

    Reply
  12. Fanny f nila

    Krn buatku traveling itu kebutuhan primer, tiap gajian, pasti yg prtama aku pindahin itu budget traveling.. Porsinya malah paling besar 60% dari gaji :D. Investasi pake uang suami hihihi… Kalo ga dibikin post2 gini bakalan bablas ya mba tergoda shopping trs2an.. Apalagi aku termasuk yg susah bgt utk nabung.. Makanya tabungan dan investasipun dipilih yg susah diambil supaya ga kepake2 😀

    Like

    Reply
  13. kresnoadidh

    Lho ternyata kamu orang Malang ya kak? Kubaru tahuuu. *salahfokusnya kejauhan

    Biaya hidup murah, gaya hidup mahal. Bener ini kak… TAPI CICILAN KPR RUMAH JUGA MAHAL KAK. *masuk ke dalam goa

    Like

    Reply
  14. Babang Travengler

    Babang pas masi kerja dan kuliah, gaji kekumpul paling beli gadget, mau liburan jauh2 gak bisa harus nunggu liburan kampus baru ajuin cuti kerja. Paling jarang nongkrong di cafe dan beli beli baju 😅

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s