Pameran Lukisan Koleksi Istana Negara di Galeri Nasional

Pameran lukisan koleksi istana negara

Saya sebenernya bukan penikmat lukisan ataupun paham dengan lukisan beserta aliran-alirannya yang bermacam-macam itu. Memahami hati kamu aja masih suka salah #ehgimana πŸ˜› Tapi jika ada kesempatan untuk melihat-lihat lukisan koleksi Istana Negara karya seniman-seniman maestro Indonesia, kenapa enggak? Kebetulan bulan Agustus ini sedang diadakan pameran lukisan koleksi istana negara tersebut yang berjudul “Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia”. Yang lebih asyik lagi, pameran ini gratis!

Pameran yang bertempat di Galeri Nasional ini menampilkan 28 lukisan karya seniman maestro Indonesia seperti Affandi, Basoeki Abdullah, Raden Saleh dan nama-nama lain yang biasa kita temukan di buku pelajaran kesenian.

bagian-luar-galeri-nasional

pic by: bukanrastaman.com

Pameran koleksi lukisan ini dibagi dalam tiga tema yakni potret tokoh penting perjuangan kemerdekaan Indonesia, kondisi sosial masyarakat masa revolusi, dan Kenusantaraan. Pada tema pertama kita bisa melihat lukisan Pangeran Diponegoro, H.O.S Tjokroaminoto, R.A Kartini, Jenderal Soedirman dan lain-lain. Lukisan yang paling populer pada tema ini adalah lukisan “Pangeran Diponegoro Memimpin Perang” dan lukisan karya Raden Saleh yang berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro“. Lukisan ini dinilai harganya seharga puluhan miliar.

foto-di-pameran-lukisan

serius amat mukanya (pic by: bukanrastaman.com)

lukisan-raden-saleh

Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh

Sedangkan lukisan pada tema kedua terkesan lebih gelap karena menggambarkan kepedihan kondisi sosial masyarakat Indonesia di masa revolusi. Pada sub tema ini kita juga bisa menemukan lukisan karya presiden pertama RI yaitu I.R Soekarno yang berjudul “Rini“. Lukisan paling unik pada teman ini adalah lukisan karya Henk Ngantung yang berjudul “Memanah“. Dari 28 lukisan yang dipamerkan, lukisan ini adalah satu-satunya yang bukan lukisan asli, melainkan karya reproduksi pelukis bernama Haris Purnomo. Lukisan aslinya sudah mengalami kerusakan karena dimakan usia.

lukisan-kawan-kawan-revolusi

lukisan berjudul “Kawan-kawan Revolusi”

lukisan-karya-bung-karno

lukisan berjudul “Rini” karya Bung Karno

Lukisan pada tema Kenusantaraan berisi lukisan-lukisan yang menggambarkan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Terdapat lukisan “Pantai Karang Bolong” karya Mahjuddin, lukisan “Kehidupan di Borobudur abad ke-9” karya Walter Spies, dan yang paling unik lukisan “Gadis Melayu dengan Bunga” karya Diego Rivera yang awalnya merupakan milik Presiden Lopez dari Meksiko, namun kemudian diberikan kepada Presiden Soekarno sebagai kenang-kenangan.

memotret-lukisan

pic by: bukanrastaman.com

Pameran ini dibuka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB sampai dengan tanggal 30 Agustus 2016. Untuk menuju gedung Galeri Nasional, bisa naik bus Trans Jakarta dan berhenti di halte Gambir. Gedung Galeri Nasional berada persis di seberang Stasiun Gambir. Di pameran ini diperbolehkan memotret tetapi tidak boleh menggunakan flash, tidak boleh memotret terlalu dekat dan juga tidak boleh membawa tongsis.

lukisan-walter-spies

lukisan karya Walter Spies

deretan-foto

pic by: bukanrastaman.com

Bagi pengguna smartphone android, bisa mengunduh aplikasi bernama “Goresan Juang Kemerdekaan” dari Google Play Store, kemudian registrasikan alamat email. Dengan aplikasi ini kita bisa melihat penjelasan mengenai sembilan lukisan dengan teknologi Augmented Reality (AR). Dari aplikasi ini kita dapat menggunakan teknologi AR dengan cara memindai (scan) poster lukisan di halaman kiri Galeri Nasional Indonesia. Nantinya akan keluar penjelasan rinci dari poster lukisan yang sudah di-scan. Inget ya, yang discan itu poster lukisan, bukan lukisannya, apalagi hati aku :3 Oiya kalo gak punya smartphone android bisa tanya-tanya atau minta penjelasan dari pemandu yang ada. Total ada 8 orang pemandu yang siap menjelaskan beragam infomasi terkait pameran dan lukisan.

aplikasi-goresan-juang-kemerdekaan

Sebelum pulang, jangan lupa untuk foto di depan gedung Galeri Nasional. Karena ada gambar 3D yang keren untuk dipakai berfoto-foto ria πŸ˜€

3D-galeri-nasional

jangan lupa foto di sini!

Untuk lebih lengkapnya, bisa nonton video ala-ala ini yaaa πŸ™‚

 

Advertisements

43 thoughts on “Pameran Lukisan Koleksi Istana Negara di Galeri Nasional

  1. bemzkyyeye

    Kynya kudu banget yah foto ky dibawah itu.. Ngeliatnya aja gw deg2 an lho bok.. Tp penapsaran jg mau mejeng disitu hihihi

    Like

    Reply
  2. denaldd

    Dit, sopo iki yang jadi tukang potreknya? Kok apik2 hasile, ngeblur mburine (huahaha katrok aku). Aku naksir lukisan Rini, itu inspirasinya Pak Karno darimana melukis Rini? Kan Pak Karno banyak kenalan wanitanya.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      oiyo kemaren lali gak taktulis mbaa, iku sing moto si Wahyu bukan rastaman…kameranya canggih.

      Mungkin Rini adalah salah satu dari sekian banyak wanita-nya pak Karno

      Like

      Reply
  3. fanny fristhika nila

    ihhh lgs salfok pas udh liat gambar 3D nya :D… pdhl td udh konsen baca2 ttg lukisan hihihihi… aku jg ga ngerti lukisan sih mbak… tp kalo ngeliat lukisan yg cakep, ya aku bilang cakep.. kayaknya sih lukisan abstrak aja yg aku ga paham itu mksdnya gimana ;p

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      hahaha sama akupun gak paham lukisan, kmren sempet dikasih lukisan abstrak sama sodaraku….pas aku udah pasang masa dibilang aku kebalik masangnya hahahaha

      Like

      Reply
  4. BaRTZap

    Duh aku terlewat untuk nonton pameran ini, dan dah keburu melaut lagi sampai tanggal 7 September 😦

    Btw, aku juga bukan orang yang paham lukisan sampai ke seluk beluk aliran dan sebagainya. Tapi gak tau ya, rasanya aku bisa menikmati lukisan. Kadang-kadang bisa lamaa gitu ngamatin lukisan di sebuah pameran.

    Suatu ketika aku pernah datang ke pameran lukisan karya Raden Saleh di Galeri Nasional ini. Dan aku takjub dibuatnya. Keren! Karena khan beliau itu tipe pelukis yang menggambar sesuai aslinya (apa sih ini istilahnya? Realisme ya?). Lukisan beliau keren-keren. Yang paling aku suka, selain lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro ,,, juga ada satu lukisan lain tentang seorang wanita bangsawan yang sedang duduk dengan pakaiannya yang detailnya bisa ditangkap dengan indah oleh beliau.

    O iya, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro itu juga unik untuk diulik, mulai dari versi sketsanya, dan juga simbolisme yang ada di dalam lukisan tersebut. Perhatiin gak, kalau di lukisan tersebut proporsi kepala petugas Belanda nya dibuat lebih besar daripada perbandingan yang umum? Itu ada maknanya. Lalu ada juga seorang pria yang bersimpuh dengan tangan menutupi wajahnya. Itu ada maksudnya juga. Menarik khan?

    Ah jadi makin nyesel nih gak datang ke pameran satu ini.

    Btw canggih ya, sampai ada aplikasi pemandunya segala.

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      whoaaaaa aku jadi merhatiin lagi lukisannya, aku gak sedetail ituuuu….maknanya apa kaaaak? kenapa kepalanya dibikin lebih besar? sama makna org yang bersimpuh itu? bikin penasaran nih

      Liked by 1 person

      Reply
      1. BaRTZap

        Kalau gak salah ya, kepala petugas Belanda yg dibuat agak sedikit besar itu merupakan simbolisme dari kesombongan dan keangkuhan mereka. Sedangkan sosok bersimpuh sambil menutup wajah dengan tangan itu simbol penyesalan akan ketidakmampuan untuk menjaga sang Pangeran. Karena pada awalnya memang pertemuan itu hanya perundingan biasa, sehingga mereka yg datang tidak dalam posisi berjaga. So pada waktu sang Pangeran ditangkap mereka gak bisa berbuat apa-apa.

        Simbol lainnya aku lupa.

        Like

  5. Fahmi Anhar

    Dari dulu penasaran banget dengan lukisan Raden Saleh yang penangkapan Pangeran Diponegoro itu. Secara setiingnya kan di Karesidenan Kedu Kota Magelang yang selama sekian tahun aku lewatin setiap hari hahaha. Pernah baca artikel yang mengulas mengenai lukisan ini, tentang wajah-wajah di dalam lukisan itu, tentang ekspresinya, tentang proses pelukisannya, bahkan katanya wajah-wajah pribumi di lukisan itu katanya wajah Raden Saleh sendiri. Tapi lupa lebih detailnya… faktor U…

    Like

    Reply
  6. omnduut

    Pemberitaan mengenai pameran lukisan ini marak sekali, aku mupeng mau lihat walaupun gak ngerti seni cuma lumayan suka mengagumi keindahannya. Soalnya ngerasa gak bakat di sana jadi mudah kagum. Senengnya ada postingan ini sehingga dapet gambarannya πŸ™‚

    Like

    Reply
  7. Timothy W Pawiro

    Aku kayaknya sama, kalau ga ada yg jelasin ttg gaya lukisan dsb, plg cuma ngeliatin dan nikmatin aja huehe … Tp keren juga ya, udah pake AR segala.

    Anyway … font watermark-nya ganti ya πŸ˜€

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s