Komik Indonesia, Cronicle of Calonarang : Baladeva

tantraz-comic-baladeva

Adakah yang masih suka baca komik sampai sekarang? saya sih masih banget. Dulu waktu kecil saya sering dimarahin orang tua kalo lagi baca komik. Soalnya kalo udah baca komik saya suka lupa segalanya, boro-boro belajar, makan aja ambil baca komik, nongkrong di WC juga bawa komik, tiduran masih megang komik. Beli komik pun harus sembunyi-sembunyi karena pasti gak dibolehin. Berhari-hari ngumpulin sisa uang jajan trus pergi sendiri ke toko buku. Kadang kalo uangnya gak cukup buat beli komik, terpaksa sewa komik bulukan di persewaan komik deket rumah. Rata-rata komiknya sih komik Jepang seperti Candy-Candy, Serial Cantik dan komik-komik balerina Mari Chan. Beranjak gede dan mulai realistis bahwa kisah-kisah di komik serial cantik itu terlalu klise (kenyataan lebih pahit sist!), akhirnya beralih ke komik yang ala-ala detektif macam Conan dan QED, juga komik basket kayak Harlem Beat dan Slam Dunk. Komik Indonesia? dulu sih gak pernah baca, soalnya gambarnya kurang menarik 😀

komik-baladeva-dewasa

komik baladeva versi dewasa

komik-baladeva-anak

komik baladeva versi anak-anak

Tapi anggapan saya tentang komik Indonesia yang gambarnya kurang menarik langsung terbantahkan begitu melihat komik karya Tantraz Comic yang berjudul Cronicle of Calonarang : Baladeva. Cerita komik ini berkisah seputar sepak terjang tokoh-tokoh dunia persilatan tanah Jawa. Alur ceritanya berpedoman pada legenda rakyat Jawa pada abad ke-11 era kepemimpinan Raja Airlangga dari Kerajaan Hindu-Buda Medang. Tidak seperti komik-komik Indonesia sebelumnya, komik ini bermaksud menceritakan kembali kisah Calonarang dengan alur yang kontemporer agar lebih mudah dimengerti dan dipahami. Selain itu juga didukung oleh ilustrasi grafis yang sangat artistik dan modern. Gak percaya? liat aja gambar di bawah ini.

baladeva-01

baladeva-02

baladeva-03

Komik Cronicle of Calonarang : Baladeva ini dibuat dalam bahasa Inggris supaya lebih mudah diedarkan ke negara-negara Asia dan Eropa, dengan tujuan memperkenalkan sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Komik ini juga dibuat dalam dua versi yaitu versi dewasa dan versi anak-anak. Untuk yang versi anak-anak alur ceritanya dikemas secara lebih fun dan gambar-gambarnya juga juga dibuat lebih lucu, disesuaikan dengan selera anak-anak.

Tantraz Comic adalah salah satu penerbit komik asal Pulau Dewata, Bali. Selain ingin memperkenalkan sejarah Indonesia kepada kalangan pembaca yang lebih luas, Tantraz Comic juga ingin menjadi penghubung dan tempat untuk menyatukan bakat-bakat muda di dunia industri kreatif terutama komikus, ilustrator, bahkan penulis lokal untuk saling belajar, berkembang, dan maju bersama.

Sebagai anak muda *pliss gak usah protes* yang mencintai budaya bangsa Indonesia, saya sangat mengapresiasi usaha Tantraz Comic Bali dalam menerbitkan komik dengan iliustrasi gambar yang modern dan mengambil cerita legenda nusantara yang saat ini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang menjual. Komik ini tersedia dalam bentuk digital (e-book) maupun hard copy. Tapi kalo saya sih suka yang hard copy meskipun memang harganya jauh lebih mahal dibanding yang digital karena dicetak diatas kertas glossy berkualitas. Abis gimana ya, kalo bawa yang hard copy itu rasanya lebih mantep aja. Selain bisa dijadikan koleksi pribadi, komik ini juga cocok untuk dihadiahkan kepada teman yang tinggal di luar negeri. Nanti kalo mas Nico dateng ke sini lagi pasti saya beliin deh 😛

baladeva-04Terima kasih kepada ICITY Indosat Ooredoo yang sudah mengundang saya ke acara launching komik Cronicle of Calonarang : Baladeva ini. Semoga makin banyak komik-komik Indonesia berkualitas yang lahir dari seniman-seniman lokal!

Baca komik yuk!

Advertisements

49 thoughts on “Komik Indonesia, Cronicle of Calonarang : Baladeva

    1. Dita Post author

      (((kakak kacamata)))
      perasaan kemaren banyak deh yang berkacamata 😛
      iya sihh aku juga lebih suka yang versi anak-anak, ceritanya lebih lucu

      Like

      Reply
  1. akbar121

    kok saya gak pernah tertarik dengan yang namanya komik, malas aja bacanya. tapi sepertinya komik ini menarik dengan gambar yang berwarna dan besar2 gitu

    Like

    Reply
  2. santi

    Suamiku sist, yang sukaaaa banget komik. Kitab sucinya ya One Piece. Nanti tak kasih tauk soal komik ini. Btw btw, aku ngeliat mbaknya yang pake kemben kok kayaknya sesek ya 😀

    Like

    Reply
  3. Maya

    Aaaak komik mah aku juga suka Dit. Tapi komik jaman dulu kok lebih bagus ya dari pada komik jaman sekarang ya? :/ Dari segi gambar kayak ga serapi dulu.
    Kalo sekarang paling masih baca Conan (yang gak tamat tamat zzzz) sama Kobo Chan. Nah kayaknye emang udah waktunya komik lokal juga berjaya ya. Gambar nya bagus euy. Mau ah versi e-book nya. Hahaha memang versi hard copy lebih mantap tapi rak buku udah penuh 😆

    Like

    Reply
    1. Dita Post author

      iyaaa itu Conan gak tamat-tamat yaaa…tapi akunya udah kecanduan jadi musti ngikutin :/

      hihihi rak buku juga udh penuh sihh, tapi tetep gimana donk kalo e-book gak mantep gak ada yang dipegang-pegang #eh

      Like

      Reply
      1. Maya

        Itu Conan ya dari jaman aku SMP sampe sekarang masiih aja, ra uwis uwis 😆
        Entah kapan itu si Conan nya jadi normal lagi terus jadian sama si Ran. kayaknya kalo nanti taman baru deh beli lagi bukunya 😆
        Iya sih Dit, kalo e-book suka kurang mantap abis gimana dong, beneran udah full space hiks

        Like

  4. mfadel

    Banget! Dan suka komik dari dulu juga…
    Mungkin karena dulu nggak dibolehin buat beli komik meski pakai tabungan sendiri. Jadi setelah nggak ada larangan lagi, hasrat itu terlepas dan menggila. Akhirnya saya jadi semacam nerd komik gitu, yah nggak parah2 banget lah. Sama seperti kebanyakan pecinta komik di Indonesia, minat saya jatuh ke komik Jepang. Mereka pinter lho mbak. Untuk urusan harga, pajak dan biaya2 lainnya dari komik jepang dibuat murah oleh penebitnya. Tujuannya biar semua orang di dunia bisa baca dan sepertinya mereka berhasil. Coba bandingkan dengan harga komik amerika yang harganya selangit. Bahkan komik dari kita juga kalah saing dari segi harga. Tapi kalau kualitas mah kita masih bisa berbicara

    Komik lokal yang terakhir saya baca itu Only Human yang dari Mukhlis Nur. Itu bagus banget lho mbak 😀

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s