Ransel Favorit #WeAreTravelBlogger

BPing

Jujur saya bingung ketika mendapati bahwa tema tulisan pertama dari whatever backpacker adalah tentang ransel kesayangan, kenapa? Bingung mau nulis yang mana karena tas saya itu ransel semua kakak 😀 Dari ransel ukuran kecil, sedang, ransel khusus laptop, sampai ransel besar sejenis keril untuk naik gunung pun ada. Maklumlah, sebagai perempuan jadi-jadian yang lebih mengedepankan aspek kepraktisan daripada gaya, saya memang lebih memilih menggunakan tas ransel kemana-mana. Enggak cuma untuk traveling, ngantor pun saya pake ransel, nge-gym juga lebih enak bawa ransel, belanja ke mall juga lebih asik pake ransel, semua belanjaan bisa dimasukkan, seandainya saja ke kondangan bisa bawa ransel (tanpa disertai pandangan mencibir dari tamu undangan lain), saya pasti udah melakukannya, kan enak bisa melenggang bebas ngantri makanan di semua stand tanpa repot nenteng-nenteng tas tangan 😀

???????????????????????????????

Kenapa sih lebih memilih bawa ransel kalo traveling?

Karena lebih praktis dan keren aja daripada nenteng-nenteng karung, iya kan?

Suka-suka ngana aja lah dit

PicsArt_1392051285609[1]

Jika memang terpaksa harus memilih satu ransel favorit, saya menjatuhkan pilihan pada tas jansport superbreak warna merah dan berkapasitas 25 L ini. Ukurannya memang agak imut, dan biasanya cuma saya pakai untuk traveling yang berdurasi maksimal 3 hari, misalnya ke Jogja, Bandung atau ke Singapore. Ransel ini meskipun keliatannya kecil tapi muatannya cukup banyak, dan tetap ringan disandang walaupun diisi berbagai macam barang. Kesimpulannya merujuk pada sebuah quotes yang terkenal yaitu “size doesn’t matter” *dikepret*

Kenapa suka yang warna merah? Apakah ada keterkaitan dengan partai tertentu mengingat ini adalah tahun 2014?

Banyak nanya ya kamu, hih! Saya memilih warna merah dengan tujuan agar eye catchy dan gak mudah hilang. Berhubung pemiliknya kurang eye catchy, jadi tasnya harus eye catchy biar keliatan *iya ini curhat*

PicsArt_1378610241676[1]

Dan berhubung nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang makin hancur lebur di tahun ini, sepertinya saya akan semakin sering menggunakan ransel favorit saya ini. Karena saya akan lebih banyak traveling di dalam negeri dengan destinasi yang tidak terlalu jauh sehingga tidak memerlukan ransel yang berukuran besar.

Heiho ransel merah, pasti kamu udah gak sabar untuk berpetualang ya? Sabar dulu ya, berhubung pemilikmu ini adalah seorang corporate slave alias kacung kampret, kamu harus banyak-banyak berdoa supaya bos barunya pemilikmu ini berbaik hati meng-approve permohonan cutinya.

Semoga kita segera berpetualang bersama ya 😀

whatever i'm backpacker

Advertisements

57 thoughts on “Ransel Favorit #WeAreTravelBlogger

  1. aaron setiawan

    Hahahaha. Soal cuti jadi teringat pengalaman ke boss.
    Saya juga awalnya banyak alasan buat ngajukan cuti ke bos. Mulai dari alasan sakit, keperluan keluarga, ini itu macam-macam. Tapi traveling gak pernah tentram karena takut ketahuan.
    Lama-lama berani jujur meski pernah ditolak cutinya, tapi traveling jadi tentram dan eksis dimanapun berada.

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      Been there done that kakaaak! Boong buat cuti demi traveling, tp akhirnya tetep ketauan dg sendirinya. Huhuhu iya mending jujur deh bisa jalan2 dan pamer di sosmed dg tenang x)))

      Like

      Reply
      1. kazwini13

        Iyaa kak.. Yang itu hehehe
        Aku dulu nyari yg warna merah, eh kosong dong..
        Hahahahaa iyaaa aku inget kak, itu baru banget beli dong pas mau dibawa ke sulawesi hihihi

        Like

  2. Swastika Nohara

    Wah, ransel favorit saya resletingnya udah jebol, terus udah sobek-sobek juga jadinya saya pensiunkan deh… Baca artikel ini jadi inget ransel itu. Hiks…

    Like

    Reply
  3. enkoos

    Toss ahh, aku kemana mana pake ransel karena praktis. Di kondanganpun aku juga pake ransel. Ransel ala Kalimantan, dikenal dengan nama anjat, keranjang anyaman bermotif.
    Wah jadi mengundang lirikan kagum dan secara gak langsung promosi Indonesia dong.

    Saking banyaknya ransel, kayaknya kudu disortir buat dihibahkan atau dijualin.

    Like

    Reply
      1. enkoos

        Ada di postingan ini:http://enkoos.files.wordpress.com/2013/05/dsc_0047lowres.jpg
        Fotonya ini: http://enkoos.files.wordpress.com/2013/05/dsc_0083edit.jpg
        dan ini

        Kalau kondangan kan gak perlu bawa banyak barang kan. Nah cocok bawa anjat gini, karena gak bisa bawa banyak, kalau terlalu berat, talinya putus.

        Kalaupun gak bawa anjat buat kondangan, bawa tas cangklong yang gede tapi dari bahan songket. Kata perajinnya, kain sisa sisa gitu deh. Sayang kalau dibuang, lantas dibikin tas serut yang dicangklong, bahannya dipadu dengan beludru. Wuihh ciamik, kesannya mewah karena songketnya bersulam benang emas.

        Like

  4. Agus Susanto

    hai tante.. sama2 pengemar merah rupanya.. TOOOOS.. emank sih ranselku warnanya item, tpi keril dan perlengkapan naik gunungku hampir didominasi sama warna merah smuah.. “malah curhat”

    kpn2 naek gunung breng nyoook tante..???

    Like

    Reply
  5. Aiko

    Akupun kalo travelling pasti pake ransel. Soalnya males gegayaan gitu dan lebih milih praktisnya. Kalo tas tangan kurang cocok sama aku yang suka lari sana sini hehe. Aku juga suka bgt sm tas jansport. ringan 😀

    Like

    Reply
      1. faizal airlangga

        iya harus n wajib keliling indonesia. rugi kalau lo hidup di indoensia tapi gak menikmati alam yang super indah ini !

        gak ada nomer rekening adanya nomer antrian buat daftar ke hati kaka 😀
        hahaha anj**ng modus bgt ! plokkk !! tampar anak tetangga

        Like

  6. syifna

    sama euy, eike juga kalau traveling lebih nyaman pake ransel. tapi warna ransel masih item2 aja hehehe.. pengen sih ganti warna gitu ( ini sih beli baru yaaa hehehe ) biar lebih mencolok kalau hilang kan keliatan tuh, gampang di carinya hehehe ..

    pake ransel sejak sekolah, ke tempat kerja pun masih pake ransel 🙂

    Like

    Reply
  7. Marialc

    Aku juga suka warna meraah, cantik ya warnanya 🙂
    Aku ga suka pake ransel tapi suka banget pake ransel kl lagi traveliing. Bikin hidup terasa jauh lebih mudah soalnya kan yaa.. Kl pake tas yang dislempang gt bahunya jadi sakit sebelah. Hihihi. Dan betul jansport emg enak dipake sih yaa 🙂

    Like

    Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s