Ganti Paspor

pretend-passport

gambar minjem disini

Hah paspornya ganti? Kenapa? Ilang? Atau ganti kewarganegaraan jadi warga negara Pakistan?

Ehm…bukan, ini ganti paspor karena paspor udah mau expired kurang dari 6 bulan.

Ohh maksudnya perpanjang paspor?

Bukan, kalo perpanjang itu harusnya kan nomornya tetep, lha ini kan nomornya ganti jadi lebih tepat kalo dibilang pergantian paspor.

Sakarepmu ae lah Dit :mrgreen:

Gak kerasa ternyata paspor warna hijau dengan 7 digit kode yang sudah saya hafal itu kini telah memasuki tahun kelimanya. Ini artinya saya harus siap-siap mengurus pergantian paspor di kantor imigrasi yang merupakan momok bagi kebanyakan orang. Di kepala udah kebayang antrian panjang, proses yang ribet, harus bolak-balik ke kantor imigrasi dan calo-calo yang merajalela.

Tapi menurut info seorang teman, mengurus pergantian paspor saat ini sudah gak ribet seperti dulu. Bahkan udah ada sistem online dan one day service. Namun untuk sementara layanan ini masih terbatas di kantor imigrasi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Setelah mencocokkan jadwal di website imigrasi dengan jadwal kerjaan akhir tahun yang menggunung, akhirnya ketemu juga hari dan tanggal dimana saya bisa kabur setengah hari buat mengurus pergantian paspor ini. Jadi sebelum berjibaku dengan antrian di kantor imigrasi, sebelumnya kita harus melakukan registrasi online melalui website ini. Disini kita hanya perlu memasukkan data-data yang diperlukan, kemudian memilih jadwal (tanggal dan jam) untuk wawancara. Setelah itu kita akan mendapatkan konfirmasi melalui email yang harus dicetak dan dibawa pada saat wawancara. Datangnya harus tepat waktu dan sesuai jadwal yang udah dipilih.

Saya memilih mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Barat yang beralamat di Jl. Pos Kota Jakarta Barat, berada di dalam kawasan wisata kota tua, dan berseberangan dengan gedung kantor pos. Saya memilih mengurus disini dengan pertimbangan karena bisa dicapai dengan mudah, cepat dan murah menggunakan kereta Commuter Line (KRL) yang menuju stasiun Jakarta Kota. Setelah turun dari kereta, ambil pintu keluar yang ada di sebelah kanan, kemudian jalan lurus aja ke arah gedung kantor pos sekitar 700 meter, nyampe deh di kantor imigrasi Jakarta Barat πŸ˜€

Dokumen yang diperlukan untuk pergantian paspor antara lain :

  • Paspor lama, asli dan fotokopi
  • KTP, asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga, asli dan fotokopi
  • Ijazah terakhir, asli dan fotokopi
  • Print email konfirmasi

Seluruh fotokopi dokumen diatas harus dalam ukuran kertas A4, untuk fotokopi KTP/Paspor tidak perlu dipotong apalagi dicincang halus #emangnyabawang

20131219_123828_1

loket online

Nah, kalo udah sampe di kantor Imigrasi trus ngapain?

Ngecengin satpamnya dulu Langsung aja antri di loket online (loket ini khusus untuk yang udah melakukan registrasi online). Disini dokumen kita akan diverifikasi, dan kita akan diminta mengisi formulir. Setelah dokumen selesai diverifikasi dan dinyatakan lulus, kita dipersilahkan masuk ke ruang tunggu untuk antri bayar paspor dan wawancara. Sebelumnya kita disuruh ambil nomor antrian dari alat touch screen, tinggal masukkan nama dan tempat tanggal lahir, kemudian nomor antriannya keluar. Nomor antrian itu nantinya akan dipanggil secara berurutan melalui pengeras suara dan layar TV. Biaya untuk paspor biasa 48 halaman adalah sebesar Rp 255.000, sedangkan untuk e-paspor 48 halaman adalah sebesar Rp 655.000. Saya memilih yang paspor biasa aja, mengingat kayaknya tahun-tahun mendatang bakalan jarang traveling ke luar negeri, jadi sayang kalo bikin yang mahal-mahal #sekaliancurhat

Berdasarkan pengalaman saya kemarin, antrian bayar paspornya cukup cepat, tapi antrian wawancaranya agak lama karena cukup banyak calo-calo yang nyela langsung ke petugas imigrasinya. Waktu saya lagi wawancara aja si petugas dengan santai menerima telepon dari calo yang kemudian menyuruh si calo untuk langsung masuk ke ruang wawancara, HIH PANTESAN!

Setelah proses wawancara selesai, kita akan diberi kertas untuk pengambilan paspor yang langsung bisa diambil esok harinya, horeee!

Trus ambil paspornya dimana?

Di KUA #yakaliiii πŸ˜€

Ya di kantor imigrasi yang sama donk ah!

Antrilah di loket pengambilan paspor one day service dengan membawa kertas pengambilan paspor. Kalo ingin mengambil kembali kenangan paspor yang lama, beli dulu formulir pengambilan paspor di tempat fotokopi, isi yang lengkap dan tempelin materai 6000.

Setelah memperoleh paspor yang baru, kita diminta fotokopi dulu paspor tersebut halaman depan dan belakang, kemudian menyerahkan kembali ke petugas yang ada di loket. Ini nih yang bikin antrian jadi acak adut, karena ada yang antri ambil paspor dan ada yang mau nyerahin fotokopian ke loket.

IMG01604-20131227-1420

antrian di loket pengambilan paspor

Kira-kira begitu deh proses pergantian paspor di kantor Imigrasi Jakarta Barat berdasarkan pengalaman saya. Memang masih banyak kekurangan disana-sini, tapi saya rasa udah cukup banyak kemajuan dan cukup cepat prosesnya dibandingkan ketika mengurus paspor 5 tahun yang lalu.

Ada yang punya pengalaman lain? silakan dishare yaaaa πŸ˜€

Advertisements

31 thoughts on “Ganti Paspor

  1. enkoos

    Ngurus paspor yang gak ribet di Maumere. Cobain aja kalau pas ke Maumere. Niat banget πŸ˜›
    Ini informasinya: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/message/45577

    O iya, kalau tinggal di luar negeri, ngurus paspor Indonesia juga gak ribet. Tinggal isi formulir, foto kopi data2 yang diperlukan, kirim ke KBRI / KJRI. Duduk manis di rumah, beberapa minggu kemudian nyampe deh paspornya. Huehehehehe..

    Eh ini luar negerinya di Amerika. Entah kalau di negara lain ya.

    Like

    Reply
  2. oomguru

    bisa ngga kalo gapake ngantri?
    gue agak2 kurang sreg kalo harus ngumpul sama yang jelata-jelata gitu..
    secara kan gue seleb holiwut

    *jangan dibangunin* *lagi ngimpi*

    Like

    Reply
  3. Ailtje Binibule

    Beberapa tahun lalu pas ngurus passport, aku pakai calo bayar 600 ribu. Dan ternyata calo itu cuma untuk motong antrian. Tiba2 dimasukin ruang foto dan ruang interview, motong antrian aja. Memalukan banget kan.

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      wuiiihhh 600ribu?!
      iya rata-rata emang kemaren gitu, gak pake antri trus langsung wawancara + foto. Yang di ruang tunggu jadi rada lama antrinya.

      Emang dilema sihh sama calo ini, kadang kalo kepepet butuh cepet ya terpaksa pake calo juga

      Like

      Reply

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s