Finally, Derawan!

Setelah memendam hasrat dan keinginan yang begitu mendalam selama 2 tahun lamanya, akhirnya long weekend Mei kemaren kesampaian juga saya ngetrip ke Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang udah tersohor dengan keindahan pantai dan underwaternya ini, alhamdulillah!
Resort di Pulau Maratua
Untuk bisa nyampe ke kepulauan Derawan dapat melalui 2 jalur. Jalur pertama lewat Balikpapan trus sambung naik pesawat ke Berau, dari Berau ke Derawan tinggal naik boat selama 1jam.  Jalur kedua adalah lewat Tarakan, dari Tarakan menuju Derawan harus naik boat dulu selama 3 jam dan terombang-ambing di lautan gelora *APASIH*. Kalo diliat-liat yang enak sih emang yang jalur pertama ya, tapi sayangnya tiket pesawat dari Balikpapan ke Berau itu terbatas jumlahnya dan harganya cukup mahal juga, kalo gak salah sekitar 700rb sekali jalan. Tapi jalur kedua pun ada enaknya kok, berhubung udah sampai Tarakan sekalian aja nyobain kepiting kenari Tarakan yang katanya ajib banget itu, trus mampir jengukin bekantan di hutan mangrove, dan belanja coklat-coklat malaysia yang banyak dijual situ, karena Tarakan memang merupakan wilayah perbatasan antara RI dan Malaysia.
Pulau Gusung
Kepulauan Derawan terdiri dari pulau-pulau yang diantaranya pulau Derawan itu sendiri, Maratua, Kakaban, Sangalaki, Nabucco, Semama, Panjang, beberapa gusung dan masih banyak lagi pulau-pulau lainnya. Selama ngetrip disini saya tinggal homestay yang ada di pulau Maratua. Homestay nya cukup lumayan, setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi dalam jadinya gak perlu rebutan kamar mandi. Makanan yang disajikan di homestay pun enak. Di pulau Maratua ini juga terdapat resort keren yang katanya punya orang Malaysia. Bagus banget sih emang, exterior dan interiornya dari kayu semua dan berada di atas air laut. Tapi kalo di resort gini sih lebih worth it kalo buat hanimun lah, kalo ama temen-temen doank ya rugi, percuma kamar bagus-bagus kalo ga ada yang ngelonin *digampar*. Untungnya selama disini kami juga diijinkan maen-maen ke resort, paling gak kami masih bisa foto-foto disini dengan background resort yang keren buat dipamerin ke temen-temen. Yakin deh, dengan foto di resort ini kalopun dibilang lagi di Maldives, mereka pasti percaya kok karena saya udah buktiin *dikeplak*.
Resort di Pulau Nabucco
Selain resort di pulau Maratua, ada juga resort di pulau Nabucco yang gak kalah keren. Kalo resort di Nabucco ini katanya sih punya orang Jerman. Resort di Nabucco ini punya secluded beach yang bagus dan tenang banget. Sekali lagi resot begini nih emang cocoknya buat hanimun, kalo buat kami sih bisa foto-foto disini aja udah cukup bikin bahagia kok.
bilang aja ini di Maldives
Di pulau utama yaitu pulau Derawan juga terdapat resort, tapi masih bagusan yang di Maratua dan Nabucco. Kalo pulau derawan ini udah banyak banget penduduknya, disini juga banyak homestay-homestay yang disewakan, warung-warung makan dan toko-toko souvenir, sudah lebih komersil. Saya sih lebih suka pulau Maratua yang masih alami, tenang dan penduduknya gak terlalu banyak. Tiap sore di Maratua banyak anak-anak kecil yang jualan cilok di depan rumahnya, pinter-pinter banget loh mereka goreng cilok sendiri dan bikin saus sendiri. Malemnya saya suka ke dermaga untuk tiduran sambil ngeliatin bintang yang subhanallah banyaknya yang gak mungkin ditemui di Jakarta.
Jadi kegiatan ngetrip di kepulauan Derawan ini memang gak jauh dari acara basah-basahan. Ya menurut ngana? Siapa sih yang gak ngiler liat air berwarna hijau tosca yang bening banget dan seolah memanggil-manggil untuk didatangi? Belum lagi underwater dan ikan-ikannya yang berwarna-warni. Oiya kepulauan Derawan ini juga terkenal dengan banyak penyu hijau, manta (ikan pari raksasa), lumba-lumba dan ubur-ubur. Sayangnya kemaren ini kami sama sekali gak ketemu manta, padahal udah renang dan snorkeling cukup lama di spot yang namanya manta point. Kalo lumba-lumba cuma bisa diliat dari atas kapal pada saat perjalanan island hopping. Ubur-ubur bisa ditemui di danau yang ada di pulau kakaban. Untuk mencapai danau kami harus trekking dulu naik-turun anak tangga kayu, lumayan capek juga sih tapi semua itu worth it banget karena danau ini bener-bener dipenuhi oleh stingless ubur-ubur yang unyu, betah banget pokoknya saya disini maen sama ubur-ubur. Danau ubur-ubur stingless ini cuma ada 2 di dunia loh, satunya lagi ada di Palau, kepulauan micronesia di kawasan tenggara laut pasifik.
Sunset di Pulau Maratua
Sayangnya lagi kemaren kami juga gak sempet ngeliat penangkaran penyu di pulau Sangalaki, karena waktu kesana air lautnya udah surut sehingga kapal gak bisa sandar disitu. Selain berbasah-basahan agenda lain yang pastinya gak ketinggalan adalah foto-foto. Spot foto favotrit saya adalah di pulau-pulau gusung yaitu pulau yang cuma terdiri dari pasir aja, dan cuma bisa dikunjungi pada saat surut. Di kepulauan Derawan ini banyak banget loh pulau-pulau gusung, semuanya berpasir putih lembut dan bagus. Tapi berhubung cuma terdiri dari pasir aja tanpa ada pepohonan dan batu-batuan maka gak heran donk kalo panasnya menyengat banget. Cuma foto-fotoan selama 30 menit disini udah berhasil bikin kulit jadi berubah warna, memang ya pulau gusung itu bikin gosong!
Dengan kemaren gak ketemu manta, gak mampir ke pulau Sangalaki, dan gak sempet nyicipin kepiting kenari Tarakan, saya yakin itu adalah pertanda bahwa saya harus balik lagi ke Kepulauan Derawan suatu saat nanti, AAMIIN!
Budget:
Ikut paket tournya @kakabantrip all in include tiket pesawat Rp 3.750.000
*belum termasuk biaya jajan cilok* 😀
Advertisements

17 thoughts on “Finally, Derawan!

  1. enkoos

    Kepiting kenari dilindungi lho, karena populasinya terancam punah.

    Trus mengenai ubur ubur yang gak ada sengatnya, ada satu lagi selain di Derawan dan Palau, yaitu di Togean.
    Togean itu dimana? Di Indonesia.
    Keren kan, 2 dari 3 tempat adalah di Indonesia. Itu ketemunya barusan, tahun 2011 kalau gak salah.
    Gak semua orang tahu, karena datanya memang tidak disebarluaskan.

    Like

    Reply
    1. rintadita Post author

      Iya mbak tapi kalo kepiting kenari di Tarakan dan Balikpapan ini katanya cuma nama restonya aja yg kenari, jenis kepitingnya bukan yg kenari. Oooh ada ya mbak, wahhh jd pengen ke Togean huhuhu

      Like

      Reply
      1. enkoos

        Oooo… berarti belinya di retoran Kenari tho, bukan makan kepiting kenari.

        Mengenai yg Togean, kudu nginep di salah satu resor dimana guide yg tahu lokasi ubur ubur stingless itu karena gak semua resor tahu. Nama resornya Pondok Lestari lokasinya di pulau Kadidiri. Resor ini yang paling murah diantara 2 resor di pulau yang sama.

        Togean memang gak seterkenal Wakatobi, tapi betul betul surga tersembunyi. Baguslah kalau gak terkenal, biar tempatnya gak terkontaminasi dan gak banyak sampah.

        Like

      2. rintadita Post author

        wahhh mantab semoga suatu saat bisa maen ke Togean. Iya bener sih, mendingan ga banyak yang tau daripada kotor. Kayaknya mbak udah melalang buana kemana-mana yaahh, canggih bener deeehh 😀

        Like

      3. enkoos

        Belum banyak kok, yang paling banyak di Indonesia saja, dan itu luar biasa sekali.
        Gak demen ke luar negeri karena gak ada apa apanya dibandingkan Indonesia.

        Aku di luar negeri karena diculik suami. qiqiqiqiiqiq….

        Like

Di-read doank itu gak enak, kasih comment donks :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s